6 Januari 2015 0 Komentar

PERTANYAAN-PERTANYAAN JAMAAH RAW

PERTANYAAN-PERTANYAAN

 JAMAAH RAW

 

  1. 1.   Apakah jika sudah masuk jamaah RAW dan menjadi kholifah RAW, dan mengamalkannya dapat jaminan selamat dunia akerat atau masuk Surga ?

Jawabannya : 

Tidak ada jaminan, kecuali Bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada Jamaah RAW. – ( Hal  Ini menjadi Rahasia ALLAH SWT – Surga Milik ALLAH SWT, terserah ALLAH SWT mau memberikan ke siapa saja dari hambaNya, RAW hanya membekali ilmu untuk beribadah sampai Martabat pujian kepada ALLAH SWT , “Puji QODIM Bagi QODIM hingga Bago kekal selamanya, Se-maha Suci tasbisnya ALLAH SWT terhadap dirinya sendiri, dengan Cara Berjamaah atau Berwakil kepadaNya )

Dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah Saw. telah bersabda: “Amal saleh seseorang di antara kamu sekali-kali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak pula engkau?” Rasulullah menjawab, “Tidak pula aku kecuali bila “Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku.” (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)

  1. 2.   Bagaimana caranya untuk berwakil atau berjamaah kepada ALLAH SWT, sampai Martabat pujian kepada ALLAH SWT , “Puji QODIM Bagi QODIM hingga Bago kekal selamanya, Se-maha Suci tasbisnya ALLAH SWT terhadap dirinya Sendiri ?

Jawabannya :

Dalam diri manusia ada segumpal darah, jika darah itu baik, maka baik semua amalnya, jika buruk maka buruk semua amalnya, itu adalah hati, di dalam hati adalah tempatnya niat, sehingga

“Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa”

Artinya : Sesungguhnya Segala Perbuatan Itu Disertai Dengan Niat dan Segala Perkara itu Tergantung apa yang diniatkan.

Dan hubungan dengan niat maka selanjutnya kita sebagai hamba yang dhoif, berniat untuk memujinya dengan ; “Niat berjamaah ALLAH SWT atau berwakil kepadaNya”, untuk memuji diriNya pula. KITA TAHU BAHWA DIA ALLAH SWT, telah memuji diriNya sebelum alam ini ada. Dengan pujian “Puji QODIM Bagi QODIM hingga Bago kekal selamanya, Se-maha Suci Tasbisnya ALLAH SWT terhadap dirinya  ALLAH SWT”.

  1. 3.   Apa dalil atau dasar pensucian dan penyempurnaan ALLAH SWT ?

Jawabannya :

Al-Baqoroh (260) yang memberikan penjelasan rinci tentang kekuasaan Allah.
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “
Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

      Dan

       Di Sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya, didalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, dari wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada. Para Nabi dan Syuhada iri kepada mereka, ( para nabi dan syuhada’ itu berharap sekiranya seperti mereka, ) Ketika ditanya para sahabat, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah” (HR Tirmidzi)

  1. 4.   Apa dalil kita berhak minta di sisi ALLAH SWT ?

Jawabannya :

Qosamtu Ash-sholat bainii wa bainaa abdii nishfaini wa lii ‘abdi maa saala” yang artinya aku membagi sholat antara hakku dan hambaku untuk-Ku separuh dan separuhnya lagi untuk hamba-Ku dan baginya apa yang dia pinta.(  HR. Muslim )

  1. 5.   Apa keistimewaan permintaan RAW di banding dengan Permintaan Para Nabi dan Para Waliyullah atau hamba ALLAH lainnya ?

Jawabannya :

Istimewanya di lihat dari isi permohonannya ;

  1. a.   Hamba ALLAH lainnya ; 1. meminta Surga, 2. Meminta Di jauhkan dari AzabNya, 3. Meminta Berjumpa kepada ALLAH SWT ?
  2. b.   Para Waliyullah ; 1. Meminta Ridlo ALLAH SWT 2. Safaat  buat Murid-muridnya, 3.  Berjumpa ALLAH SWT di dunia dan akerat, lewat Isro-Mikroj Melalui Solat 5 waktu dalam Zauqnya.
  3. c.   Para Nabi ; 1. Sulaeman AS – Meminta istana kerajaan paling megah tiada bandingannya di dunia, 2. Nabi Zakaria – Meminta keturunan 3. Nabi Ibrahim – Menjaga Baitullah beserta keturuannya. 4. Baginda Nabi Muhammad SAW – Meminta Senantiasa bersama ALLAH SWT, kapanpun dan dimanapun dalam PerlindunganNya, PenjagaanNya, BimbinganNya, Mengelola Alam Semesta dan Mensafaati semua Umatnya bersama ALLAH SWT, dan Memuji ALLAH SWT bersama ALLAH SWT, sejak Qodim hingga Baqo kekal selamanya.
  4. d.   RAW ; Sama Seperti Sebagaimana Permintaan Baginda Rosulullah SAW ; di bagi 2 – a. Untuk HAK ALLAH SWT : di Puji dengan Pujian hingga Martabat Paling Sempurna, “Memuji ALLAH SWT berjamaah dan  berwakil bersama ALLAH SWT, sejak Qodim hingga Baqo kekal selamanya, dengan Se-Maha Suci Tasbih-Nya dan Se-Sempurna Tasbih-Nya, Se-Agung Dzat-Nya. b. Untuk Hak Makluk ALLAH : Di Sucikan sampai Martabat hanya ALLAH SWT yang tahu saking sucinya dan saking mulianya kedudukannya di sisi ALLAH SWT dan di hadapan seluruh Makluk-Nya. Yaitu di Sucikan dengan Maha Suci-Nya, Dzat ALLAH, NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD. ( Suci Sempurna Menjadi Makluk Emas atau Makluk Nur di sisi ALLAH SWT )
    1. 6.   Bagimana contoh doa Permintaan Munajat RAW ?

Jawabannya :

Ya ALLAH, Sucikan dan Sempurnakan “Baginda Rosulullah SAW” dan Sempurnakan Martabak kedudukannya di sisiMU, dengan Maha Suci-Nya Dzat ALLAH, NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD hingga “Martabatnya Hanya ALLAH SWT Yang Tahu” kedudukanya di sisi Engkau, Sampai-Sampai Seluruh Qolam dan Pena, Malaikat dan Seluruh Makluk Engkau, termasuk Baginda Rosulullah SAW sendiripun, tidak tahu dan tidak mampu mengukur kedudukanNya disisi Engkau.

Ya ALLAH, Sucikan dan Sempurnakan “Kedua Orang Tuaku” dan sempurnakan Martabak kedudukannya di sisiMU, dengan Maha Suci-Nya Dzat ALLAH, NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD hingga “Martabatnya Hanya ALLAH SWT Yang Tahu” kedudukanya di sisi Engkau, Sampai-Sampai Seluruh Qolam dan Pena, Malaikat dan Seluruh Makluk Engkau, termasuk Baginda Rosulullah SAW sendiripun, tidak tahu dan tidak mampu mengukur kedudukanNya disisi Engkau.

Ya ALLAH, Sucikan dan Sempurnakan “Muassis RAW” dan sempurnakan Martabak kedudukannya di sisiMU, dengan Maha Suci-Nya Dzat ALLAH, NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD hingga “Martabatnya Hanya ALLAH SWT Yang Tahu” kedudukanya di sisi Engkau, Sampai-Sampai Seluruh Qolam dan Pena, Malaikat dan Seluruh Makluk Engkau, termasuk Baginda Rosulullah SAW sendiripun, tidak tahu dan tidak mampu mengukur kedudukanNya disisi Engkau.       

Ya ALLAH, Sucikan dan Sempurnakan “Semua Para Nabi, Para Waliyullah, Semua Alim Ulama Akerat” dan sempurnakan Martabak kedudukannya di sisiMU, dengan Maha Suci-Nya Dzat ALLAH, NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD hingga “Martabatnya Hanya ALLAH SWT Yang Tahu” kedudukanya di sisi Engkau, Sampai-Sampai Seluruh Qolam dan Pena, Malaikat dan Seluruh Makluk Engkau, termasuk Baginda Rosulullah SAW sendiripun, tidak tahu dan tidak mampu mengukur kedudukanNya disisi Engkau.

  1. 7.   Apa hukumnya bagi orang yang sudah mengikuti suatu Torekoh, ikut Pengajian dan mengamalkan RAW bahkan menjadi Kholifah RAW, karena sebagian pendapat di dalam torekoh tidak boleh mengamalkan 2 torekoh ?

Jawabannya

ILMU RAW adalah intisari ilmu Torekoh, Hakekat dan Makrifat, Termasuk Makrifatnya Makrifat, dan karena ini Inti Sari, ini bukan suatu Torekoh, cukup di sebut Ilmu ALLAH SWT, Zikir Tauhid, untuk di gunakan Beribadah kepadaNya, sampai Martabat Ibadah Kamil ( Syukur Kamil, Tasbih Kamil, Istifar Kamil, Solawat Kamil, Tauhid Kamil, Takbir Kamil, dan Kalamullah Kamil )

Melaui Dzikrullah Sebanyak-banyaknya.

Torekoh Manapun boleh, mengamalkannya dan menjadi Kholifah RAW, Bahkan jika ada Torekoh Naqsobandi, Qodiriah, Syadiliah, Tijaniah, Alawiah, dan Sejumlah 360 Torekoh Mutabaroh lainnya, insya Allah setelah mengamalkan Ilmu ALLAH ini, maka insya Allah akan semakin tebal imannya dan Sempurna dalam menjalankan Torekoh Masing-Masing.

Ilmu RAW adalah hak ALLAH SWT, dan di Anugrahkan kepada semua maklukNya tanpa terkecuali, Semuanya harus Memuji ALLAH SWT, seperti tertulis di Q.S. Al Isro  Ayat 44, Bahwa semua Makluk ALLAH SWT, Memuji ALLAH SWT, tanpa terkecuali.

Untuk di ketahui bersama, bahwa ada Mursyid suatu Torekoh tertentu, dan Mursyid Makrifat Majlis taklim tertentu yang ikut Majlis Ilmu RAW. Khususnya memperdalam zikir “Zauq” Nikmat bersama ALLAH SWT

 

  1. 8.   Apa ada contohnya orang yang mengamalkan Torekoh lebih dari satu Torekoh ?

Jawabannya :

Yang Mulia Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya adalah contoh ulama di indonesia, dan Habib Umr Bin Hafid hadaramaut dari Zaman, yang mengamalkan Torekoh lebih dari satu, beliau menerima Ilmu Torekoh Syadiliah, Alawiah, Tijaniah, Qodiriah, Naqsobandiyah, Samaniyah , Kholidiyah dan lain-lain

Bahkan karena Beliau Yang Mulia Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya paling banyak mengamalkan Suatu torekoh di beri kemuliaan oleh ALLAH SWT, menjadi Presiden Torekoh di Indonesia, selama beberapa periode berturut-turut.

Apabila ada jamaah di RAW ada yang mengamalkan Torekoh bermacam-macam jenisnya, itu tidak di larang, karena RAW bukan Torekoh, hanya memerintakan untuk “Mengamalkan Syareat secara 100%, Torekoh 100%, Hakekat 100%, dan Makrifat 100% dan Puncak dari Makrifat adalah Syareat dengan Hablu Minallah Kamil dan Hablu Minannas Kamil serta hubungan ke alam semesta kamil”, Menjalankan Rukun Iman dan rukun Islam dengan Sempurna karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT.

 

  1. 9.   Apabila ada Jamaah RAW tidak berkenan menjadi Kholifah RAW dan tidak mau menyebarkan ILMU RAW untuk Berwakil kepada ALLAH SWT, Memuliakan dan Memakmurkan alam semesta, hukumnya bagaimana ?

Jawabannya :

Mengenai Tugas sebagai Kholifah RAW ( Kholifah di Bumi ALLAH SWT ) adalah Perintah dan Asal penciptaan manusia. Itu Tugas dari ALLAH SWT, tercantum di dalam al Qur’an,  RAW Sebagai organisasi Pengajian hanya membantu membekali ILMU ALLAH SWT, untuk menjalankan tugas sebagai kholifah tersebut.

Jika ada orang tidak berkenan menyebarkan maka itu menjadi Urusan dia dan ALLAH SWT, Semua manusia sebagai Hamba ALLAH SWT, mau atau tidak mau akan di mintai pertanggung Jawaban oleh ALLAH SWT, jika menjadi kholifah di bumi-Nya benar dan amanah, mengajak Alam semesta memuji ALLAH SWT,  insya ALLAH Selamat, Jika tidak Amanah maka itu akan menjadi Hisaban yang dia dan ALLAH SWT, Terserah ALLAH SWT, akan mengazab-Nya atau tidak, itu hak ALLAH SWT. 

  1. 10.    Bagaimana jika ada orang tidak mau ikut Syareat, Torekoh, dan Makrifat dan tidak mau menjadi kholifah di bumi ALLAH SWT, serta asal-asalan dalam beribadah, karena cinta dunia ?

Jawabannya :

Insya Allah, Siapapun akan di Hisab oleh ALLAH SWT, bagi yang lalai dengan tanggung jawabnya sebagai Kholifah di Bumi ALLAH SWT, akan mendapat AzabNya.

Beruntunglah dan berbahagialah bagi yang selamat dan Mendapat SurgaNya ALLAH SWT. Kehidupan ini adalah ladang amal untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya, hidup setelah mati.

11. Apa yang di maksud dengan Pengakuan diri Maha Hina di Sisi ALLAH SWT ?

Jawabannya :

Saking Maha Suci-Nya ALLAH SWT, maka segala sesuatu Selain ALLAH SWT ( semua Makluk Ciptaan-Nya ) jika di dudukan dan di sandingkan disisi Maha Suci-Nya ALLAH SWT maka semua Makluk ALLAH SWT adalah Maha Hina.

Subhanallah = Maha Suci ALLAH , Sifat Wajib di ALLAH SWT

Sifat Mustahil di ALLAH SWT, adalah kebalikan dari maha Suci, yaitu Maha Hina

Dan Sifat Mustahil di ALLAH SWT menjadi Sifat Wajib di Makluk-Nya, karena itu Semua Makluk ALLAH, adalah Maha Hina di Sisi-Nya dan Maha Faqir ( Faqiru Illa ALLAH = Tidak punya apa-apa disisi ALLAH SWT )

  1. 12.        Apa Ke-utamaan Pengakuan diri Maha Hina atau telah Berdosa  di Sisi ALLAH SWT ?

Jawabannya :

Seluruh Para Nabi di awali oleh Nabi ADAM AS, melakukan Pengakuan diri Hina, itu tertulis dalam taubatnya, Nabi ADAM AS ; “Rabbanaa zholamnaa anfusanaa waillam tagfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin” artinya “ Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Ini adalah Pengakuan Hina Nabi ADAM AS disisi ALLAH SWT, kemudian ALLAH SWT memberi Ampunan-Nya

Kemudian Nabi Yunus AS, juga Mengakui dosa di dalam perut ikan, kemudian ALLAH SWT memberi Ampunan-Nya

Selanjutnya Baginda Rosulullah SAW, yang maksoem, ( terjaga terhapus dosanya sejak azali )  juga telah mengakui Dosa dan NIkmat-Nya kemudian Istifar 70x dalam sehari “ lihat doa Sayidul IstifarRosulullah saw bersabda :

Allohumma anta robbii laa ilaha illa anta kholaqtanii, wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarrimaa shona’tu, abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ulaka bidza(n)bii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta. Sayidul Istighfar adalah anda berdoa :

” Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Ilah kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu, aku akan berusaha memenuhi janji-janjiku kepada-Mu sekuat tenagaku, aku berlindung kepada-Mu dari apa perbuatan jelekku, aku mengakui akan nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui juga atas dosa yang pernah aku perbuat, maka ampunilah diriku, sesungguhnya tiada yang mampu mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah. ” ( HR Bukhari, no : 6306 )

Jika Baginda Rosulullah SAW saja yang di Sucikan dan di Jaga ALLAH SWT memohon ampun, maka kita sebagai umat-Nya yang bergelimah dosa adalah lebih wajib lagi dan lebih banyak istifar Mohon Ampun kepada ALLAH SWT.

Demikian  amalan utama seluruh Para Waliyullah juga  ADALAH istifar kepada ALLAH SWT

Selanjutnya pengakuan diri Hina atas dosa tadi manfaat dan keutamaan-nya yaitu sebagai jalan untuk mengetuk dan Meraih AMPUNAN-NYA dan Sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya

Mari kita akui dosa disisi ALLAH SWT untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT dan Meraih Ampunan-Nya, Mari Kita contoh junjungan Rosulullah SAW.

13. Bagimana cara Istifar yang benar dan istifar yang di terima ?

Jawabannya :

Istifar Yang benar dan di terima adalah istifar yang di ucapkan oleh seluruh lisan, hati, nyawa, ruh, dhahir dan batín, keseluruhannya mengaku dosa dan berlinangkan air mata bersungguh-sunguh dan di lakukan karena mengharap Ridlo dan Ampunan ALLAH SWT.

Umumnya Para Waliyullah dan Para Nabi ALLAH menghabiskan seluruh malamnya atau 2/3 malamnya atau 1/3 malamnya hanya untuk menangis kepada ALLAH SWT. Dan “Kunci Rahasia” lagi golongan yang 70.000 orang yang masuk Surga tanpa hisab disisi ALLAH SWT amalan utama-nya adalah Menghabiskan Malam dengan menangis Kepada ALLAH SWT.

  1. 14.        Apa hukumnya jika orang yang sudah belajar Makrifatullah kemudian beliau tidak solat 5 Waktu ?

Jawabannya :

Jika ada orang Mengaku sudah belajar Makrifatullah, kemudian tidak menjalankan solat 5 waktu, maka tinggalkan dia, karena Puncak-nya Makrifatullah adalah menegakkan dan Menjalankan Syareat islam, demikian pula yang di amalkan dan di contohkan Baginda Rosulullah SAW, beliau lah satu-satunya hamba ALLAH, yang paling Makrifatullah terhadap ALLAH SWT, tapi beliau sujud Menghabiskan malam sampai subuh hingga bengkak-bengkak kakinya, karena menjalankan solat 5 Waktu dan Solat Sunah-sunah lainnya. “Beliau Bermesraan dengan ALLAH SWT lewat tangisan AIR MATA rindu kepada ALLAH SWT”, Serta solat untuk Sujud Syukur sebanyak-banyaknya, sambil “mencucurkan air mata”, Mari Ikuti Beliau Insya Allah selamat dan berbahagia dunia dan akerat. Amin YRA. 

15. Bagaimana Solat yang di terima ALLAH SWT ?

Jawabannya :

Solat yang di terima dan Istifar atau amalan apapun yang di terima memiliki ciri khusus, yaitu selalu di contohkan Baginda Rosulullah SAW, dan memiliki Ruh ibadah, sedang Ruh ibadah tadi adalah isi dari pada “Solat, istifar, solawat, Haji dan Umroh serta amalan apapun”, Yaitu “mencucurkan AIR MATA saat di sebut nama ALLAH SWT” Baik saking takut kepada-Nya atau Saking Rindu untuk Melihat Wajah-Nya.

Sesungguhnya, “orang-orang yang beriman” itu adalah mereka yang bila “disebut nama Allah bergetarlah hati mereka” dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah keimanan mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal, yaitu orang-orang yang mendirikan sholat dan nafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhannya dan ampunan serta rizki yang mulia.”(QS. al-Anfal (8) 2-4).

  1. 16.       Bagaimana cara Menolong orang yang sudah meninggal, misal Guru, kedua orang tua, atau orang yang berjasa yang ingin kita tolong ?

Jawabannya :

Tidak ada manusia atau makluk ALLAH yang mampu menolong orang lain, terlebih orang yang sudah meninggal, Yang Bisa menolong hanyalah ALLAH SWT, lihat QS AL Baqoroh Ayat : 255 “Man Dzal Ladzii Yasfa’u ‘Indahuu Illaa Bi Idznihi.” Artinya Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya “ ? maksudnya jika ingin menolong Guru, kedua orang tua, atau siapapun orang yang ingin kita tolong maka harus minta kepada ALLAH SWT Yang Maha Kuasa atas Segala-galanya, Syareatnya dengan doa.

ILMU ALLAH berupa doa yang di sebut Ilmu RAW Pensucian dan Penyempurnaan ALLAH SWT adalah salah satunya doa yang di gunakan untuk menolong orang yang telah wafat atas Izin-Nya

  1. 17.       Bagaimana jika kita punya Guru Mursyid / pembimbing Rohani tapi tidak bagus bacaan tajwid dan bacaan Qur’an-nya ?

Jawaban :

Boleh, hukumnya, Rosulullah SAW juga, orang yang tidak pandai menulis dan membaca. Renungkanlah ¡

ALLAH SWT Maha Luas Ilmu-Nya, Ilmu ALLAH beserta Rahmat-Nya tidak hanya di berikan orang yang pandai tajwid dan bacaan Qur’annya, seperti para Alim Ulama Akerat. ( Bukan ulama dunia  yang menjual Ayat-Ayat dengan uang – sangat berat hukuman bagi ulama dunia yang menjual Ayat-Ayat Qur’an ), Alim Ulama Akerat adalah Penerus Nabi yang mengajarkan Ilmu tanpa pamrih dan tanpa meminta Imbalan manusia kecuali hanya Ridlo ALLAH SWT, Beruntunglah dan berbahagialah bagi yang belajar kepada Ulama Akerat hingga selamat di dunia dan akerat.

Ilmu ALLAH juga di berikan kepada siapapun yang di kehendaki ALLAH SWT, “KUNCI RAHASIA-NYA adalah “Yang Bersih Hati-nya DAN Yang Sering Menangis Saat di Sebut Nama ALLAH SWT”

Kebanyakan orang tidak menyadari “Kenyataan di Akerat” dan Tertulis di lauful Mahfus, bahwa “Sebagian Besar Penghuni Surga atau Waliyullah adalah Mantan-Mantan Ahli Maksiat yang Bertaubat”, Para PSK yang bertaubat, Preman yang Bertaubat, Pembunuh Yang Bertaubat, Rentenir, Pemabok,  Penjudi dan Jenis maksiat apapun lainya , Setelah Bertaubat Banyak dari golongan mereka  yang sampai Martabat Waliyullah disisi ALLAH SWT, bahkan bukan Sembarang Waliyullah, Sebagaian Besar Bahkan di tinggikan derajat-nya oleh ALLAH SWT, melebihi derajat tingginyai Waliyullah yang bukan dari Ahli Maksiat. Hal ini terjadi karena atas  kehendak ALLAH SWT Semata, Waliyullah dari Ahli Maksiat beliau Menangis lebih Kyusuk dan lebih banyak karena ingat dosa-dosanya, Serta Senantiasa merasa sangat kotor dirinya di sisi ALLAH SWT, hingga Mengakui dirinya Maha Hina dan paling hina dari seluruh Makluknya ALLAH SWT.

  1. 18.       Adakah Contoh Waliyullah Yang tidak bagus bacaan tajwid dan bacaan Qur’an-nya tapi kedekatan disisi ALLAH SWT lebih tinggi dari Waliyullah Yang Pandai bacaan tajwid dan bacaan Qur’an-nya ?

Jawabannya :

Ada Banyak Sekali, Hanya kebanyakan di Sembunyikan ALLAH SWT derajatnya di hadapan manusia, ada Sebuah kisah yang bisa di ceritakan Yaitu “Kisah Hasan AL Basri dan Habib Ajmi”

Kisahnya sebagai berikut : Hasan Al-Basri pergi mengunjungi Habib Ajmi, seorang sufi besar lain. Pada waktu salatnya, Hasan mendengar Ajmi banyak melafalkan bacaan salatnya dengan kurang tepat tajwidnya. Oleh karena itu, Hasan memutuskan untuk tidak salat berjamaah dengannya. Ia menganggap kurang pantaslah bagi dirinya untuk salat bersama orang yang tak boleh mengucapkan bacaan salat dengan benar. Di malam harinya, Hasan Al-Basri bermimpi. Ia mendengar Tuhan berbicara kepadanya, “Hasan, jika saja kau berdiri di belakang Habib Ajmi dan menunaikan salatmu, kau akan memperoleh keridaan-Ku, dan salat kamu itu akan memberimu manfaat yang jauh lebih besar daripada seluruh salat dalam hidupmu. “Kau mencoba mencari kesalahan dalam bacaan salatnya, tapi kau tak melihat kemurnian dan kesucian hatinya”. Ketahuilah,”Aku lebih menyukai hati yang tulus daripada pengucapan tajwid yang sempurna”.

 

  1. 19.     Apakah Seorang yang telah menjadi Waliyullah akan selamanya menjadi Waliyullah ?

Jawabannya :

Dalam hitungan detik, banyak Waliyullah di angkat dan banyak Waliyullah di ambil Pangkat-nya oleh ALLAH SWT, jika seumpama Sombong dan takabur, jika bertaubat segera di kembalikan Pangkat Derajatnya menjadi Wlaiyullah.

20. Ada berapa Tingkatan Maqom Kewalian menurut RAW ?

Jawabannya :

ada 2 yaitu

  1. 1.   Kewalian Yang Maqomnya Tertulis di Lauful Mahfus

Kitab Jami’u Karomatil Aulia kepunyaan Syeikh Yusuf ibni Isma’il An-Nabhani R.A.:

1. Qutub Atau Ghauts ( 1 abad 1 Orang )

2. Aimmah ( 1 Abad 2 orang )

3. Autad ( 1 Abad 4 Orang di 4 penjuru Mata Angin )

4. Abdal ( 1 Abad 7 Orang tidak akan bertambah & berkurang Apabila ada wali Abdal yg Wafat Allah menggantikannya dengan mengangkat Wali abdal Yg Lain ( Abdal=Pengganti ) Wali Abdal juga ada yang Waliyahnya ( Wanita )

5. Nuqoba’ ( Naqib ) ( 1 Abad 12 orang Di Wakilkan Allah Masing2 pada tiap2 Bulan)

6. Nujaba’ ( 1 Abad 8 Orang )

7. Hawariyyun ( 1 Abad 1 Orang ) Wali Hawariyyun di beri kelebihan Oleh Allah dalam hal keberanian, Pedang ( Zihad) di dalam menegakkan Agama Islam Di muka bumi.

8. Rojabiyyun ( 1 Abad 40 Orang Yg tidak akan bertambah & Berkurang Apabila ada salah satu Wali Rojabiyyun yg meninggal Allah kembali mengangkat Wali rojabiyyun yg lainnya, Dan Allah mengangkatnya menjadi wali Khusus di bulan Rajab dari Awal bulan sampai Akhir Bulan oleh karena itu Namanya Rojabiyyun.

9. Khotam ( penutup Wali )( 1 Alam dunia hanya 1 orang ) Yaitu Nabi Isa A.S ketika diturunkan kembali ke dunia Allah Angkat menjadi Wali Khotam ( Penutup ).

10. Qolbu Adam A.S ( 1 Abad 300 orang )

11. Qolbu Nuh A.S ( 1 Abad 40 Orang )

12. Qolbu Ibrohim A.S ( 1 Abad 7 Orang )

13. Qolbu Jibril A.S ( 1 Abad 5 Orang )

14. Qolbu Mikail A.S ( 1 Abad 3 Orang tidak kurang dan tidak lebih Allah selau mengangkat wali lainnya Apabila ada salah satu Dari Wali qolbu Mikail Yg Wafat )

15.Qolbu Isrofil A.S ( 1 Abad 1 Orang )

16. Rizalul ‘Alamul Anfas ( 1 Abad 313 Orang )

17. Rizalul Ghoib ( 1 Abad 10 orang tidak bertambah dan berkurang tiap2 Wali Rizalul Ghoib ada yg Wafat seketika juga Allah mengangkat Wali Rizalul Ghoib Yg lain, Wali Rizalul Ghoib merupakan Wali yang di sembunyikan oleh Allah dari penglihatannya Makhluq2 Bumi dan Langit tiap2 wali Rizalul Ghoib tidak dapat mengetahui Wali Rizalul Ghoib yang lainnya, Dan ada juga Wali dengan pangkat Rijalul Ghoib dari golongan Jin Mu’min, Semua Wali Rizalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun dari Rizqi Alam nyata ini tetapi mereka mengambil atau menggunakan Rizqi dari Alam Ghaib.

18. Adz-Dzohirun ( 1 Abad 18 orang )

19. Rizalul Quwwatul Ilahiyyah (1 Abad 8 Orang )

20. Khomsatur Rizal ( 1 Abad 5 orang )

21. Rizalul Hanan ( 1 Abad 15 Orang )

22. Rizalul Haybati Wal Jalal ( 1 Abad 4 Orang )

23. Rizalul Fath ( 1 Abad 24 Orang ) Allah mewakilkannya di tiap Sa’ah ( Jam ) Wali Rizalul Fath tersebar di seluruh Dunia 2 Orang di Yaman, 6 orang di Negara Barat, 4 orang di negara timur, dan sisanya di semua Jihat ( Arah Mata Angin )

23. Rizalul Ma’arijil ‘Ula ( 1 Abad 7 Orang )

24. Rizalut Tahtil Asfal ( 1 Abad 21 orang )

25. Rizalul Imdad ( 1 Abad 3 Orang )

26. Ilahiyyun Ruhamaniyyun ( 1 Abad 3 Orang ) Pangkat ini menyerupai Pangkatnya Wali Abdal

27. Rozulun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )

28. Rozulun Wahidun Markabun Mumtaz ( 1 Abad 1 Orang )

Wali dengan Maqom Rozulun Wahidun Markab ini di lahirkan antara Manusia dan Golongan Ruhanny( Bukan Murni Manusia ), Beliau tidak mengetahui Siapa Ayahnya dari golongan Manusia , Wali dengan Pangkat ini Tubuhnya terdiri dari 2 jenis yg berbeda, Pangkat Wali ini ada juga yang menyebut ” Rozulun Barzakh ” Ibunya Dari Wali Pangkat ini dari Golongan Ruhanny Air INNALLAHA ‘ALA KULLI SAY IN QODIRUN ” Sesungguhnya Allah S.W.T atas segala sesuatu Kuasa.

29. Syakhsun Ghorib ( di dunia hanya ada 1 orang )

30. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy ( 1 Abad 1 Orang )

31. Rizalul Ghina ( 1 Abad 2 Orang ) sesuai Nama Maqomnya ( Pangkatnya ) Rizalul Ghina ” Wali ini Sangat kaya baik kaya Ilmu Agama, Kaya Ma’rifatnya kepada Allah maupun Kaya Harta yg di jalankan di jalan Allah, Pangkat Wali ini juga ada Waliahnya ( Wanita ).

31. Syakhsun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )

32. Rizalun Ainit Tahkimi waz Zawaid ( 1 Abad 10 Orang )

33. Budala’ ( 1 Abad 12 orang ) Budala’ Jama’ nya ( Jama’ Sigoh Muntahal Jumu’) dari Abdal tapi bukan Pangkat Wali Abdal

34. Rizalul Istiyaq ( 1 Abad 5 Orang )

35. Sittata Anfas ( 1 Abad 6 Orang ) salah satu wali dari pangkat ini adalah Putranya Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-’Alim Al-’Allamah Ahmad As-Sibty

36. Rizalul Ma’ ( 1 Abad 124 Orang ) Wali dengan Pangkat Ini beribadahnya di dalam Air di riwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni Syabil ” Pada suatu ketika aku berada di pinggir sungai tikrit di Bagdad dan aku termenung dan terbersit dalam hatiku “Apakah ada hamba2 Allah yang beribadah di sungai2 atau di Lautan” Belum sampai perkataan hatiku tiba2 dari dalam sungai muncullah seseorang yang berkata “akulah salah satu hamba Allah yang di tugaskan untuk beribadah di dalam Air”, Maka akupun mengucapkan salam padanya lalu Dia pun membalas salam aku tiba2 orang tersebut hilang dari pandanganku.

37. Dakhilul Hizab ( 1 Abad 4 Orang )

      Wali dengan Pangkat Dakhilul Hizab sesuai nama Pangkatnya , Wali ini tidak dapat di ketahui Kewaliannya oleh para wali yg lain sekalipun sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, di Sembunyikan ALLAH SWT     

   2Kewalian yang Maqomnya Tidak di Tulis di Lauful Mahfus

Untuk Maqom Kewalian di sisi ALLAH SWT yang tidak di tulis di Lauful Mahfus terbagi 2 lagi

  1. a.   Maqomnya Lebih Rendah dari yang tertulis 37 Maqom tersebut yaitu di sebut Mukmin dan Mukminat Seluruhnya atau biasa di sebut Seluruh hamba ALLAH yang masuk Surga-Nya ALLAH SWT.
  2. b.   Maqomnya yang lebih tinggi dari yang tertulis dari 37 maqom tersebut di atas, Jumlahnya Sangat banyak bahkan “Para Nabi dan Para Sahabat” Pada Cemburu kepada kedudukanya di sisi ALLAH SWT

Sesungguhnya di kalangan manusia ada yang bukan daripada golongan Anbiya’ dan bukan juga daripada golongan Syuhada’. Mereka dicemburui oleh para Anbiya’ dan Syuhada’ kerana ketinggian dan kedudukan mereka di sisi Allah. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, beritahulah kami siapakah mereka itu ?” Rasulullah S.A.W bersabda: “Mereka itu adalah golongan yang berkasih-sayang kerana Allah tanpa ada pertalian persaudaraan antara mereka dan bukan kerana harta-benda. “Demi Allah, muka-muka mereka adalah “cahaya” dan mereka berada di atas “cahaya”. Mereka tidak takut meskipun manusia lain berasa takut, dan tidak bersedih ketika orang lain bersedih. “Lalu Baginda membaca firman Allah yang bermaksud:

 ”Ketahuilah sesungguhnya penolong-penolong agama Allah S.W.T itu, meraka tidak takut dan tidak bersedih ( Surah Yunus Ayat 62)”.

 

               Hadis lainya :

Dari Abu Malik Al-Asy’ary, bahwa suatu ketika, setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan sholatnya, maka beliau menghadap ke arah orang-orang dan bersabda,”Wahai manusia, dengarkan, pikirkan, dan amalkanlah. Sesungguhnya Allah azza wajalla memiliki hamba-hamba, yang mereka itu bukan para nabi dan bukan pula syuhada’, namun para nabi dan syuhada’ berharap seperti diri mereka,( Cemburu kepada Mereka ) yang duduk bersanding dan dekat dengan Allah.

Lalu datang seorang arab Badui di pinggir kerumunan orang-orang lalu menunjukkan jarinya ke arah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata,”Wahai nabi Allah, ada orang-orang yang mereka itu bukan nabi dan bukan pula syuhada’, yang para nabi dan syuhada’ itu berharap sekiranya seperti mereka, karena kedekatan mereka dengan Allah. Beritahukanlah kepada kami bagaimana gambaran mereka ?

Wajah beliau tampak berseri karena pertanyaan orang Badui tersebut. Maka beliau menjawab,Mereka adalah orang-orang yang tak pernah dikenal dan terasing dari keluarga dan kabilahnya. Mereka tidak diikat oleh hubungan kekerabatan, namun mereka saling mencintai karena Allah dan saling rukun. Allah meletakkan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya, lalu mendudukkan mereka di atasnya. Lalu Allah membuat wajah mereka dari cahaya, membuat pakaian mereka dari cahaya, membuat manusia heran terhadap mereka pada hari Kiamat, sementara mereka sendiri tidak heran. Mereka adalah para Wali Allah yang tiada ketakutan atas diri mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Musnad Imam Ahmad, 5/243)

Di hadits lain dikatakan : Di Sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya, didalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, dari wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada. Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka. Ketika ditanya para sahabat, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah saling bersahabat karena Allah dan saling berkunjung karena Allah.
(HR Tirmidzi)

21. Pengamal Ilmu RAW masuk Maqom Kewalian mana ?

Jawabannya :

Pengamal ILMU ALLAH RAW adalah Maha Hina Martabat-nya di sisi ALLAH SWT, bukan Waliyullah apapun, apalagi masuk Maqom Istimewa yang tertulis di 37 Maqom

Sekali lagi untuk di ingat selamanya buat JAMAAH RAW, MUASSIS RAW, Kholifah Akbar, dan Semua Kholifah adalah Bukan Waliyullah Sama Sekali, Jika ada Martabat di sisi ALLAH SWT hanya satu Yaitu HAMBA ALLAH saja, Yang Maha Hina, Maha Kotor, Maha Nista dan Paling Banyak dosanya dari Seluruh Makluk ALLAH SWT.    

 

Maha Hina di hadapan Maha Suci-Nya DZAT ALLAH SWT

Maha Kotor di hadapan Maha Suci-Nya DZAT ALLAH SWT

Maha FAQIR di hadapan Maha Kaya-Nya DZAT ALLAH SWT

Maha Nista di hadapan Maha Sempurna-Nya DZAT ALLAH SWT

Maha tidak punya Maqom di hadapan Maha AGUNG-NYA DZAT ALLAH SWT

Maha tidak punya kedudukan martabat apa-apa di hadapan Maha AGUNG-NYA MARTABAT DZAT ALLAH SWT.

“ SUBHALLAH WA BIHAMDIHI SUBHANALLAH HIL ADHIEM ”, MAHA SUCI ENGKAU YA ALLAH, DAN SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ENGKAU, ( Bukan milik-ku ) MAHA SUCI ENGKAU YANG AGUNG ( SE-AGUNG DIRI ENGKAU )

22. Apa dasar ilmu RAW di dalam Al – Qur’an ?

Jawaban :

Q.S. AL –ISRO 44

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.  Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

  1. Kapankah dan dimanakah ALLAH SWT mengangkat Seorang menjadi Waliyullah ?

Jawabannya :

ALLAH SWT kuasa mengangkat hamba-Nya menjadi Wali-Nya, Kekasih ALLAH SWT

       Waktunya ada 2 :

  1. a.   Di angkat Waliyullah saat Masih Hidup.
  2. b.   Di Angkat Waliyullah saat Telah Wafat.

 

Tempatnya :

ALLAH Mengangkat Waliyullah, di tempat-tempat Mulia dan waktunya tergantung kehendaknya ALLAH SWT kapan saja.

Contoh tempat-tempat Mulia adalah di Arofah, di jabal Qof, di Raudloh, Baitul Makmur, di Kursi dan di Araz-Nya ALLAH SWT dan yang lebih Utama di angkat di Majlis ALLAH SWT, dihadapan beliau langsung saat TAJJALI di hadapan-Nya, tanpa Hijab.  

  1. Apakah ada dalilnya Waliyullah yang di angkat setelah Meninggal ? dan lebih banyak mana Waliyullah yang di angkat Sewaktu Hidup atau  setelah Wafat ?

Jawabannya :

a.    Kubur Pembersih Masjid Dipenuhi Cahaya

 

Sebuah riwayat dari Abu Hurairah r.a bahawa ada seorang wanita yang berkulit hitam bernama Ummu Mahjan yang biasanya membersihkan masjid, suatu ketika Rasulullah SAW merasa kehilangan dia, lantas beliau bertanya tentangnya. Para sahabat lalu berkata, “Dia telah wafat.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mengapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku?” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah mereka menganggap bahawa kematian Ummu Mahjan itu adalah hal yang kecil.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tunjukkan kepadaku di mana kuburnya!”Maka mereka menunjukkan kuburnya kepada Rasulullah SAW kemudian beliau menyolatkannya, lalu bersabda:“Sesungguhnya kubur ini terisi dengan kegelapan atas penghuninya dan Allah meneranginya bagi mereka kerana aku telah menyolatkannya.”HR An-Nasa’i

Semoga ALLAH SWT  merahmati Ummu Mahjan r.ha yang sekalipun beliau seorang yang miskin dan lemah, akan tetapi beliau turut berperan sesuai dengan kemampuannya. Beliau adalah pelajaran bagi kaum muslimin dalam perputaran sejarah bahawa tidak boleh menganggap mudah suatu amal sekalipun kecil. Oleh kerana itu ia mendapatkan perhatian dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam hingga ia wafat. Sehingga beliau menyalahkan para sahabat Beliau yang tidak memberitahukan kepada beliau perihal kematiannya agar beliau dapat mengantarkan Ummu Mahjan ke tempat tinggalnya yang terakhir di dunia. Bahkan tidak cukup hanya demikian namun beliau bersegera menuju kuburnya untuk mensolatkannya agar ALLAH SWT  menerangi kuburnya dengan solat beliau.

  1. Lebih Banyak Yang Telah Wafat baru di angkat sebagai Waliyullah

 

25. Siapa yang mengamalkan Ilmu RAW ?

Jawaban :

Pertama-tama adalah Baginda Rosulullah SAW, Para Sahabat, Kemudian Para Waliyullah, kemudian Muassis RAW, selanjutnya siapapun hamba ALLAH yang di kehendaki-Nya

26. Untuk siapa saja ilmu RAW ?

Jawaban :

Untuk Seluruh makluk ALLAH tanpa terkecuali, sesuai surah AL-ISRO Ayat 44 Menurut Tafsir-Nya Baginda Rosulullah SAW

  1. a.   Seluruh orang Syareat (Fiqih, Tauhid, Tasawuf dan disiplin ilmu Syareat lainnya)
  2. b.   Seluruh orang Tarekat
  3. c.   Seluruh orang Hakekat
  4. d.   Seluruh orang Makrifat
  5. e.   Untuk seluruh orang ahli maksiat dan ahli ibadah.

27. Apa Doa Khusus Ilmu RAW ?

Jawaban :

          Untuk Hamba ALLAH : “Menjadi Manusia Nur Sebagaimana SURAT YUNUS” Ayat 62 Demi Allah, muka-muka mereka adalah “cahaya” dan mereka berada di atas “cahaya”

Untuk ALLAH SWT : “PUJI QODIM BAGI QODIM, SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-LAMANYA, SESUCI DAN SE-SEMPURNA TASBIH-NYA ALLAH SWT DAN SEBANYAK TASBIH-NYA ALLAH UNTUK DIRI-NYA”.

28. Saat berdoa siapa yang di doakan oleh Pengamal RAW ?

Jawabannya :

Berwakil kepada ALLAH SWT untuk Memuliakan, Memakmurkan dan Mensafaati Seluruh Makluk ALLAH tanpa terkecuali dengan ARROHMAN dan ARROHIM-NYA.

29. Mengambil hikmah dari mana doa dan hajat tersebut ?

Jawabannya :

Penggabungan Doa Rosulullah SAW dan Doa Para Nabi-Nabi ALLAH SWT, Khususnya Nabi Sulaeman AS saat hendak memakmurkan se-dunia, Nabi Sulaeman AS di bilang Sombong oleh ALLAH SWT karena tidak berwakil, kemudian bertaubat dan jika Rosulullah SAW kapanpun dan dimanapun senantiasa Berjamaah dan Berwakil kepada ALLAH SWT untuk Memuliakan dan Memakmurkan seluruh Makluk ALLAH SWT.

30. Apa Hukumnya menuntut Ilmu ALLAH Ilmu RAW atau Mondok menjadi Penghafal Qur’an tapi tidak di restui oleh orang tua atau suami?

Jawaban :

Ada dua jawaban :

  1. a.   Taat sama kedua orang tua
  2. b.   Tetap mondok menjadi Penghafal Qur’an atau belajar Ilmu RAW, Setelah selesai menuntut Ilmu ALLAH SWT, Segera minta maaf dan mencium kaki kedua orang tua.

Penjelasan

Umumnya kedua orang tua, bukan Waliyullah yang Makrifatullah, dalam arti, mencukupi ilmu ibadahnya, beliau tidak di ajarkan agama, oleh kakek – neneknya, sehingga terus dalam kebodohan dan tetap dalam cinta dunia. Untuk merubah system tersebut maka perlu perubahan dan langkah besar berupa keberanian sang anak. Jika sudah merasakan kedua orang tuanya akan nikmat-nya doa-doa anak di alam kubur, maka kedua orang tua tadi akan Sujud Syukur kepada ALLAH SWT sekaligus Bangga kepada anak-nya

Jika tidak jadi mondok menjadi penghafal Qur’an atau belajar ilmu ALLAH SWT maka anak dan kedua orang tuanya dalam kebodohan dan tidak tahu aturan agama, sehingga akhirnya sama-sama celaka di akerat.

Berbeda hukumnya jika di dalam rumah atau kedua orang tua kita sudah ahli ilmu dan penghafal Qur’an, menjadi Waliyullah agung disisi ALLAH SWT, Maka Wajib di Rumah belajar sama kedua orang Tua.

Silakan renungkan fenomena di atas dalam-dalam,.…..

31. Apakah Ex PSK, Ex Napi, Ex Preman, Ex Narkoba dan Ahli Maksiat lainnya dapat terhapus dosa meski dosa-nya sebesar buih di lautan ?

Jawaban :

Insya Allah, sesuai janji ALLAH, di dalam al Qur’an dan Hadis dengan keutamaan-nya, ilmu RAW mengajarkan inti-inti amalan istimewa disisi ALLAH SWT.

Seperti Amalan Sayyidul istifar :

Istighfar yang paling sempurna adalah penghulu istighfar (sayyidul istighfar) sebagaimana yang terdapat dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Penghulu istighfar adalah apabila engkau mengucapkan,

 ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANI WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU A’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA’TU. ABUU`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU`U  BIDZANBI FAGHFIRLI. FA INNAHU LAA YAGHFIRU ADZ-DZUNUUBA ILLA ANTA  [Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari no. 6306)

Seperti Amalan Tasbih Kamil

Barangsiapa yang malam-malamnya digelisahkan oleh pikiran, pelit untuk berinfak dan takut diserang musuh, maka banyak-banyaklah membaca Subhanallah Wabihamdihi, karena kalimat itu lebih dicintai daripada menginfakkan segunung emas dan perak di jalan Allah.” (HR.Thabrani)

Barangsiapa yang mengucapkan Subhanallah Wabihamdihi sebanyak 100 kali dalam sehari, maka kesalahannya dihapuskan walau sebanyak buih di lautan.” (Bukhari dan Muslim)

  1. Apa bisa RAW dapat menolong dan menginsafkan ? merubah dari ahli Maksiat menjadi Ahli Taat kepada ALLAH SWT ?

Jawabannya :

Tidak ada seorang pun bisa, termasuk Para Nabi dan Para Waliyullah, Yang Mampu adalah ALLAH SWT, karena itu kita berwakil kepada ALLAH SWT untuk merubah dari ahli maksiat kepada Ahli taat kepada ALLAH SWT.

Sesungguhnya engkau ( Muhammad ) tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

(Al-Qasas 28:56).

Jika telah di Wakili Oleh ALLAH SWT, Maka ALLAH SWT Pasti Maha Bisa dan Maha Kuasa atas Segala Sesuatu

  1. Bagaimana Cara Dzikir RAW  Yang Kamil ?

Jawaban :

Cara Zikir RAW adalah dengan Berjamaah dan Berwakil Kepada ALLAH SWT

Minimal untuk Kholifah RAW di detik yang sama harus dapat mengeluarkan 5 suara dan 5 doa Hakekat ?

  1. Berwakil DZAT ALLAH SWT mewakili DZAT ALLAH SWT
  2. Berwakil DZAT ALLAH SWT mewakili NUR  ALLAH SWT
  3. Berwakil DZAT ALLAH SWT mewakili NUR MUHAMMAD
  4. Berwakil DZAT ALLAH SWT mewakili DIRI KITA
  5. Berwakil DZAT ALLAH SWT mewakili SELURUH MAKLUK ALLAH

Maksimalnya untuk  Kholifah RAW di detik yang sama saat Dzikir harus dapat mengeluarkan suara dan doa Hakekat sebanyak-banyaknya, tidak terhitung lagi, Sebanyak Lisan yang di kehendaki ALLAH SWT

  1. Sebanyak Suara lisan yang di kehendaki ALLAH yang mana  ?

Jawabannya :

  1. Lisan Sebanyak Seluruh makluk ALLAH, Setiap Makluk ada Ruhani dan Jasmani dan Inti atom, bagian terkecil Dzat Insan  ( Lisan Sebanyak DZAT MAKLUK ALLAH ).
  2. Lisan Nur Muhammad.
  3. Lisan Nur ALLAH.
  4. Lisan DZAT ALLAH SWT.

ALLAH SWT Memiliki sifat Mutakaliman artinya Maha Bercakap-cakap / Maha Berkalamullah

Untuk Lisan Seluruh Makluk ALLAH, contohnya

Di Gerakan lisan seluruh Para nabi, Para Waliyullah, Para Malaikat, Jin, Tumbuhan, Binatang, Anasir Saripatai tanah, Air, Api, Angin, Serta Saripati NUR dan Seluruh Makluk ALLAH tak terhitung lainnya tanpa terkecuali seperti termaksud dalam Q.S AL ISRO ayat : 44

  1. Bagaimana caranya agar kita selamat dari Azab kubur, bebas pertanyaan Kubur, dan selamat dari Azab Neraka, Serta catatan jelek kita, di hapus dan diganti ALLAH SWT menjadi catatan baik disisi ALLAH SWT menurut Al Qur’an dan hadis ?

Jawaban :

Bacalah Al Munajjiyah, yaitu ALIF LAAM MIIM TANZIIL (surat As Sajdah). Sebab, aku

mendapat kabar bahwa ada seorang laki-laki yg hanya membacanya & tak ada surat lain yg dibacanya, padahal dia orang yg banyak kesalahan, maka sayap surat itu terbentang untuknya & berkata, Wahai Tuhanku, ampunilah dia, sebab dia sering sekali membacaku. Maka, Tuhan memberi izin kepada surat itu untuk menolongnya serya berfirman, Tuliskan untuknya setiap kesalahan menjadi satu kebaikan & angkat satu derajat baginya (Hadits Darimi 3274)

Barangsiapa yg membaca ALIF LAAM MIIM TANZIIL (surat As Sajdah) &

TABAARAKALLADZI BIYADIHIL MULKU (surat Al Mulk), maka akan ditulis baginya

tujuh puluh kebaikan & dihapuskan darinya tujuh puluh keburukan, serta dgn surat itu diangkat baginya tujuh puluh derajat (Hadits Darimi 3275)

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesiapa membaca surah Al Mulk setiap malam, diselamatkannya dari azab kubur.”

Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa membaca surah Al Mulk pada manamana malam, nescaya datang ke dalam kuburnya surah itu sebagai penganti untuk bersoal jawab dengan Munkar Nakir”.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sebahagian surah-surah yang terdapat di dalam AlQuran ada satu surah yang mengandungi 30 ayat. Surah itu surah Al Mulk. Ia memberi syafaat kepada orang yang membacanya dengan mengeluarkannya dari Neraka dan memasukkannya ke dalam Syurga.”

  1. Bagaimana cara mendapat ridlo ALLAH SWT melalui kedua orang tua ?

Jawaban :

“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua” (Riwayat Tirmidzi)

Berhubungan dengan hadis di atas maka ada kisah “Uwais Al Karni”, Seorang Waliyullah di zaman Rosulullah SAW, tidak pernah berjumpa kepada Rosulullah SAW dan tidak pernah Menimba Ilmu kepada Rosulullah SAW, Subhanallah beliau telah di angkat Kekasih ALLAH menjadi Waliyullah di Sisi ALLAH SWT lewat Ridlo Ibu-nya. ( Mintalah Ridlo Ibu kalian, menjadi Waliyullah, kekasih ALLAH SWT, Karena Itulah cara termudah untuk menjadi Waliyullah, Kekasih ALLAH SWT )

37. Bagaimana caranya masuk golongan yang 70.000 orang masuk Surga tanpa Hisab ?

Jawabannya :

Untuk Masuk Golongan yang masuk Surga tanpa hisab, harus

  1. a.   Hidup, Mati dan Harta-nya di Akui sebenar-benarnya Milik ALLAH SWT, (bukan milik kita) selanjutkan Milik ALLAH SWT tadi di berikan kembali 100% untuk ALLAH SWT
  2. b.   Kita semuanya hanya berhak menjaga titipan ALLAH SWT ( Hidup, Mati dan Harta ), dengan Sebaik-baiknya, hak Mengelola dan hak Menikmati karunia nikmat dari-Nya.
  3. c.   Munajat Kepada ALLAH SWT, untuk di masukan ke Golongan yang Masuk Surga tanpa Hisap, sepanjang hayat, sampai ajal tiba, dengan cara Menangis setiap saat, ( Sepanjang Malam, Sepanjang Siang ) bila mana di sebut nama ALLAH SWT. Baik karena takut azab-Nya atau karena Rindu Perjumpaan dengan-Nya.
  4. d.   Mencintai orang lain melebihi diri sendiri.

‘’Di Sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya, didalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, dari wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada. Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka. Ketika ditanya para sahabat, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah’’ (HR. Tirmidzi)

38. Bagaimana jika ada orang hanya memberikan zakat 2.5 % saja, dan sedekah sekedarnya, Apa bisa dia masuk surga tanpa hisab ?

Jawabannya :

Zakat 2.5 % hanya untuk mensucikan harta tersebut, belum infaq dan sedekahnya. Untuk Masuk Surga tanpa hisab, harus HAQUL YAQIN 100% harta-nya Milik ALLAH SWT, sehingga berkenan memberikan hartanya seluruhnya 100% untuk ALLAH SWT, Lihat contoh Abu Bakar As Siddiq, Umar ibnu Khatab dan Sahabat lainnya.

Karena itulah maka hanya sedikit yang masuk Surga tanpa hisab  70.000 orang, di banding dengan Trilliunan bahkan lebih  jumlah Manusia dan Jin sejak nabi ADAM AS hingga Kiamat tiba.

Silakan berlomba-lomba untuk Akerat Kalian ……..

39. Bagaimana caranya taubat dari dosa, apa bila kita ini sebelumnya adalah pemimpin atau pengajak orang banyak ikut berjamaah bermaksiat berbuat dosa sama kita  ?

Jawabannya :

  1. a.   Kita harus Menangis mengemis Ampunan ALLAH SWT, untuk diri kita dan Untuk semua orang dan Saksi-saksinya yang kita ajak berbuat dosa.
  2. b.   Jika Masih hidup maka kita harus mengajak-nya, untuk kembali kepada ALLAH SWT, Bersama-sama Menangis mengemis Ampunan ALLAH SWT

Umumnya kebanyakan orang awam, hanya minta ampun buat dirinya, sehingga akibatnya di akerat, orang yang di ajak maksiat akan menghalanginya untuk masuk surga, hanya sedikit yang tahu ilmu ini.

Mari Kita ajak semua yang kita ajak maksiat dan berdosa mohon Ampun kepada ALLAH SWT dan Mari Kita doakan sampai ahir hayat mereka semuanya selamat di dunia dan akerat, masuk Surga-Nya ALLAH SWT.

40. Bagaimana cara-nya, berterima kasih kepada sesama atas jasa-jasa kebaikanya, terlebih-lebih dalam menggapai ridlo ALLAH SWT ?

Jawabannya :

Kita Wajib Mendoakan sampai Akhir Hayat kita, orang atau siapapun yang berjasa berbuat baik kepada kita, semisal menjadi Guru, memberikan Satu huruf ilmu, orang bersedekah Sebutir nasi, atau Seteguk Air, atau senyuman, Semoga ALLAH SWT berkenan ;

  1. a.   Memberi Ampunan-Nya dan Memasukan Ke Surga-Nya lebih dahulu dari kita, dan khususnya Bersama-sama Rosulullah SAW masuk ke Surga-Nya.
  2. b.   Memberikan Martabat Sempurna Manusia Nur disisi ALLAH SWT, Yang derajat-nya hanya ALLAH SWT yang tahu, Qolam dan Pena tidak tahu, bahkan satupun Makluk-Nya ALLAH tidak ada yang tahu, kecuali ALLAH SWT

 

41. Apa Perbedaannya istifarnya Raja-Nya Para Wali ALLAH dan Istifar-nya para Ahli Maksiat pada umumnya ?

Jawabannya :

 

Semua ahli maksiat pada umum-nya memohon ampun untuk dirinya sendiri atas dosa-dosanya.

Para Waliyullah memohon ampun atas semua dosa makluk ALLAH, dari setiap dosa dari yang terkecil sampai dosa yang terbesar, Setiap dosa terkecil di Mohonkan “Ampunan Sebesar Agung-Nya DZAT ALLAH SWT” karena hanya ALLAH SWT yang Maha Agung dan tidak ada yang lebih Agung selain diri-Nya.

Para Waliyullah juga istifar Kabir memohon ampun atas ketidak berdayaanya di dalam Memuliakan dan Mengagungkan ALLAH SWT, Semulia diri ALLAH SWT memuliakan diri-Nya Sendiri.

 

Bagi Para Waliyullah ini adalah Dosa Paling Akbar, Yang harus di mohonkan Ampun kepada ALLAH SWT.

Alasannya semua dosa maksiat itu masih dapat di timbang oleh Mizan dan malaikat-malaikat ALLAH. Sedang Kemuliaan ALLAH dan Ke Agungan-Nya ALLAH SWT tidak dapat di timbang oleh siapapun kecuali ALLAH Sendiri

 

Sudah tahu hanya ALLAH sendiri yang tahu ke-Agungan-Nya tapi Manusia dan Jin di ciptakan dan di suruh Memuliakan diri-Nya ? Lantas bagaimana , apa ada yang mampu memuliakan ALLAH SWT, semulia ALLAH SWT sendiri ?

 

Istifar Kabir Ini yang membedakan Derajat Para Waliyullah disisi ALLAH SWT baik yang tertulis atau yang tidak tertulis di lauful Mahfus.

 

42. Apa dalilnya Zikir dengan Suara Keras atau Jahar ?  dan Suara Sir ? dan manakah yang lebih utama ?

Jawabannya :

 

Keutamaan Dzikir Secara Keras

 

(Tulisan ini adalah karya Syaikh Ismail Utsman Zain al-Yamani al-Makki yang berjudul ”Irsyadul Mu’minin” Dan telah dicetak atas nama Lembaga Bahtsul Masail NU Sby)

Dzikir sebagaimana boleh dilakukan secara lirih, juga diperbolehkan dengan suara keras. Kedua-duanya memiliki keutamaan yang akan kami terangkan. Dan keutamaan dzikir dengan suara keras lebih sempurna.[1] Inilah dasar dalam menegakkan syiar dalam syariat Islam, ajaran-ajarannya dan sunah-sunahnya, seperti dalam adzan dan iqamat, saat takbiratul ihram dalam salat, ritual-ritual haji dalam bentuk talbiyah, takbir, kumandang orang yang berhaji dengan doa, mengeraskan bacaan al-Quran saat salat Subuh dan dua rakaat permulaan salat Maghrib dan Isya’, mengeraskan tasbih dan tahlil saat keluar pada dua hari raya. Kesemuanya itu sudah ada di masa Nabi, para sahabat dan tabi’in.

Membaca dzikir dengan suara keras adalah sebuah cara untuk memperbanyak orang berdzikir supaya hati mereka condong untuk ikut berdzikir.[2] Hanya saja dianjurkan supaya tidak terlalu keras, sebagaimana firman Allah Saw:

 

“Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”[3] (Al-Isra’: 110).

 

(Syaikh Ismail berkata) “Maka, suara yang sedang (tidak keras dan tidak lirih) adalah yang tengah-tengah dan cara untuk terus-menerus dalam berdzikir.”

 

Dzikir dengan suara keras memiliki keutamaan dari pada dengan suara lirih, sebagaimana dijelaskan dalam hadis (Qudsi) riwayat Mu’adz bin Anas:

 

“Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah berfirman: Tidak ada hamba-Ku yang menyebut-Ku dalam dirinya kecuali Aku menyebutnya dalam kelompok diantara malaikat-Ku. Dan tidak ada yang menyebut-Ku diantara kelompok yang mulia kecuali Aku menyebutnya dalam kelompok malaikat yang lebih tinggi”(HR al-Thabrani)

 

Dan hadis (Qudsi) dari Ibnu Abbas:

 

“Allah berfirman: Wahai anak Adam. Jika engkau menyebut-Ku dalam dirimu sendiri, maka Aku menyebutmu dalam diriku (tanpa diketahui yang lain). Dan jika engkau menyebut-Ku dalam kelompok yang mulia, maka Aku menyebutmu dalam kelompok yang lebih baik dari pada kelompok yang kau sebut Aku di dalamnya” (HR al-Bazzar dengan sanad yang sahih

(Syaikh Ismail berkata) “Yang dimaksud dengan ‘Dzikir dalam kelompok yang mulia’ adalah dzikir dengan suara keras.

 

Riwayat Ibnu Abbas ini juga diperkuat oleh sahabat Abdullah bin Zubair, ia berkata: “Rasulullah Saw mengeraskan (yuhallilu) kalimat-kalimat dzikirnya setiap selesai salat” (Sahih Muslim No 1372, Ahmad No 16150 dan al-Baihaqi, al-Sunan al-Kubra No 3135).

Penafsiran ini sesuai dengan ahli hadis al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau berkata: “Makna hadis Qudsi diatas adalah: Jika ia menyebut-Ku dalam dirinya maka Aku menyebutnya dengan pahala yang tidak Aku perlihatkan kepada siapapun. Dan jika ia menyebut-Ku dengan suara keras, maka Aku menyebutnya dengan pahala yang Aku perlihatkan kepada kelompok malaikat yang paling tinggi” (Fath al-Bari XIII/386)

 

Dari dalil-dalil dan keutamaan inilah sudah cukup untuk menjadi pegangan bagi orang yang berdzikir dengan suara keras.”

 

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib Secara Keras

Baik Sendiri atau Berjamaah

 

Keutamaan dzikir dengan suara keras tidak dibatasi oleh waktu. Diantara waktu-waktu yang ada adalah setelah salat wajib. Maka boleh melakukan dzikir dengan keras setelah salat, sebagaimana riwayat Ibnu Abbas ini:

 

”Sesungguhnya mengeraskan (bacaan) dzikir setelah para sahabat selesai melakukan salat wajib sudah ada sejak masa Nabi Muhammad Saw.”[8] Ibnu Abbas berkata: “Saya mengetahui yang demikian setelah mereka melakukan salat wajib dan saya mendengarnya”[9]

 

Ini adalah dalil disyariatkannya dzikir secara keras setelah salat dan keutamaannya.

43. Bagaimana mengungkapkan Syukur adanya Rosulullah SAW dan berterima Kasih kepada ROSULULLAH SAW ?

Jawabannya :

Kita semua Maklum bahwa Baginda Rosulullah SAW, Makluk ALLAH, Paling Sempurna dan Paling Suci, Serta Beliau Maksoem dan sudah Sempurna martabat derajatnya di sisi ALLAH SWT

Karena itu untuk mendoakan Rosulullah SAW, Sebagai tanda terima kasih kita ke beliau dengan adanya agama Islam, dan segala sesuatu yang beliau berikan ke kita, maka  harus dengan doa kalimat “Sempurna di atas Sempurna” Untuk Baginda Rosulullah SAW

Ya ALLAH, Hamba Berwakil Kepada Engkau, Muliakan Baginda Rosulullah SAW hingga menjadi Satu-Satunya Kekasih Engkau dari Golongan Rosul Engkau, yang martabat-nya tidak ada yang tahu kecuali engkau Sendiri di sisi Engkau, Hingga beliau Rosulullah SAW tidak tahu ketinggian Derajat-nya disisi Engkau Saking engkau Muliakan beliau, Sempurnakanlah di atas Sempurna Derajat-nya dan Kedudukan-nya disisi Engkau, sampai Nur Muhammad dan Semua Makluk Engkau di Seluruh Alam Semesta, Qolam dan Pena, tidak tahu, tiap-tiap saat dan tiap-tiap detik “Sempurnakan di Atas Sempurna derajat-nya” hingga tiada Akhirnya waktu berjalan hingga waktu kekal selama-nya, “tidak terkatakkan lagi Kesempurnaan Derajat-nya disisi Engkau”

Hanya ALLAH SWT yang tahu sendirian, Dengan Maha Sempurna-Nya Engkau dengan segala Kekuasaan Engkau, dan Segala Maha Kemulian Engkau, Amin YRA” 

44. Bagimana Mendoakan dan membalas kebaikan kedua orang tua menurut ilmu RAW ?

Jawabannya :

“YA ALLAH, Hamba Berwakil Kepada Engkau, Muliakan Kedua orang tua Kami, Sebagaimana Engkau memuliakan Baginda Rosulullah SAW, Kapanpun dan dimanapun berada, di dunia dan akerat, Ampuni Sebagaimana Engkau Memberi Ampunan kepada Baginda Rosulullah SAW, Selamatkan dari Azab Engkau, Sebagaimana Engkau menjauhkan Azab Engkau dari Baginda Rosulullah SAW, Tempatkan kedua orang tua, Sebagai-mana tempat-nya Baginda Rosulullah SAW di Surga-Mu, dan Sempurnakan Martabat Derajat Kedua Orang tua Kami, Sebagai-mana derajat Kedekatan Baginda Rosulullah SAW disisi-Mu, Sempurnakan martabatnya hingga Seluruh makluk Engkau tidak ada yang tahu, melainkan hanya Engkau sendiri yang tahu Ya ALLAH, Manusia Nur Suci Sempurna disisi-Mu, Karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT , Amin YRA”

Jika Kedua orang tua masih ada di dunia, berikan dan kabulkan semua hajat dan permintaan Kedua orang tua, sejalan syareat Islam.

45. Bagaimana Mendoakan dan Membalas kebaikan MUASSIS RAW ?

Jawabannya :

“YA ALLAH, Hamba Berwakil Kepada Engkau, Muliakan MUASSIS RAW dan Keluarga-nya, Sebagaimana Engkau memuliakan Baginda Rosulullah SAW, Kapanpun dan dimanapun berada, di dunia dan akerat, Ampuni Sebagaimana Engkau Memberi Ampunan kepada Baginda Rosulullah SAW, Selamatkan dari Azab Engkau, Sebagaimana Engkau menjauhkan Azab Engkau dari Baginda Rosulullah SAW, Tempatkan MUASSIS RAW dan Keluarga-nya, Sebagai-mana tempat-nya Baginda Rosulullah SAW di Surga-Mu, dan Sempurnakan Martabat Derajat MUASSIS RAW dan Keluarga-nya, Sebagai-mana derajat Kedekatan Baginda Rosulullah SAW disisi-Mu, Sempurnakan martabatnya hingga Seluruh makluk Engkau tidak ada yang tahu, melainkan hanya Engkau sendiri yang tahu Ya ALLAH, Menjadi “Manusia Nur” Suci Sempurna disisi-Mu, Karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT , Amin YRA”

Termasuk untuk mendoakan dan Membalas kebaikan KHOLIFAH RAW, juga demikian.

Jika KHOLIFAH RAW Masih hidup, sebagai pembimbingmu, maka Muliakan dengan hidupmu dan semua harta-mu, karena Apa yang di berikan KHOLIFAH RAW kepada kamu sekalian, adalah tidak terhitung nilai-nya disisi ALLAH SWT, mengajari engkau beribadah sampai martabat “Puji Qodim Bagi Qodim hingga Baqo kekal Selama-Nya, Se-Maha Suci dan Se-Maha Sempurna, dan Se- Agung Dzat-Nya ALLAH Azza Wa Jalla”. (Dengan Berjamaah dan Berwakil Kepada ALLAH SWT dalam Memuji-Nya.)

46. Jika saya sebagai hamba ALLAH, yang hartawan memiliki harta yang melimpah dan timbul mahabah untuk memuliakan petugas Allah, sebagai takziem dan untuk amal saya di akerat,  contohnya di berikan kepada “Muassis RAW” atau “Kholifah RAW”, Secara individu bukan atas nama organisasi, Apa boleh saya sumbangkan seluruh harta saya, titipan ALLAH SWT tersebut, ke beliau ?

Jawaban :

     Boleh, Asal niat datangnya karena hati nurani yang tulus karena ALLAH SWT dan Untuk Allah SWT dan di sertai Saksi 2 orang, Semoga Allah SWT berkenan menerima Amal Soleh anda, Amin YRA.

    

    Boleh juga, di berikan ke organisasi ( jika ada hati nurani ingin memberikan ke organisasi ) untuk pembuatan Markas Masjid Safaat Akbar Akhir Zaman, sebagai pusat suluk. Di sertai saksi 2 orang juga , dan Semoga Allah SWT berkenan menerima Amal Soleh anda, Amin YRA.

     Kedua cara beramal di atas sama-sama mulia di sisi ALLAH SWT, Insya Allah Amin YRA.

47. Apakah ada orang yang safaatnya sangat banyak di akerat, yang menjadi Umat Nabi Besar Muhammad SAW ?

Jawaban :

Dari Abdullah bin Abu Jud’a` bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan masuk surga dari ummatku dengan syafa’atnya seorang laki-laki yang jumlahnya lebih banyak dari Bani Tamim.” Mereka (para sahabat) bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah (orang yang memberi syafa’at) selain engkau?” beliau menjawab: “Ya, orang selain diriku.” Abdullah bin Syaqiq berkata; “Apakah kamu mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” dia menjawab; “Ya, saya mendengarnya dari beliau.” (HR. Ibnu Majah)

 

48. Apa Pentingnya dan Wajibnya menjaga hati, ucapan dan perbuatan selalu baik, terhadap ALLAH SWT dan terhadap sesama Manusia ?

Jawaban :

Imam Abdullah bin al-Mubarak R.A. telah meriwayatkan di dalam Kitab Al-Zuhd dengan sanad beliau daripada seorang lelaki iaitu khalid bin Maadan yang pernah berkata kepada Muaz:
“Wahai Muaz! Ceritakanlah kepadaku sebuah hadith yang pernah engkau dengar daripada Rasulullah s.a.w..
Lalu Muaz menagis sehingga aku sangka ia tidak dapat berhenti tetapi akhirnya Muaz berhenti daripada tangisannya kemudian lalu Muaz berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepadaku:
Wahai Muaz! Sebenarnya aku mahu ceritakan kepada kamu sebuah hadith jikalau engkau mampu memeliharanya pasti ia akan memberi manafaat akan dikau di sisi Allah tetapi jika engkau mensia-siakannya dan tidak memeliharanya maka akan terputuslah hujahmu di hadapan Allah pada hari kiamat nanti.
Wahai Muaz! Sesungguhnya Allah s.w.t. telah menjadikan tujuh orang malaikat sebelum ia menciptakan langit dan bumi lalu ditentukannya pada setiap langit seorang malaikat daripada mereka untuk menjaga pintu langit tersebut. Lalu naiklah malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba yang dilakukannya mulai dari pagi sampai ke petang. Amalan tersebut mempunyai nur bagaikan cahaya matahari, sehingga apabila malaikat Hafazhah yang membawa amalan hamba itu sampai ke langit pertama. Mereka menganggap bahawa amalan itu baik dan sangat banyak lalu berkata malaikat penjaga langit pertama itu bagi malaikat Hafazhah:
“Pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya. Akulah malaikat penjaga ghibah (mengumpat). Allah telah menyuruhku supaya aku tidak membiarkan amalan orang yang mengumpat orang lain itu dapat melalui aku untuk terus naik ke atas”
Kemudian datang pula malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba. Mereka menganggap bahawa amalan itu sangat baik dan sangat banyak (malaikat itu berjaya melintasi langit yang pertama kerana orang yang mengerjakan amalan tersebut tidak terlibat dengan dosa mengumpat orang) sehingga mereka sampai ke langit yang kedua lalu berkata malaikat penjaga langit yang kedua itu:
“ Berhenti kamu di sini dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakanya kerana ia mengkehendaki dengan amalannya akan mendapat keuntungan dunia. Allah telah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang seperti ini melintasi aku untuk terus naik ke atas. Selain daripada itu ia juga suka membesarkan diri di dalam majlis perjumpaan. Akulah malaikat penjaga kebesaran.”
Kemudian naik pula malaikat Hafazhah membawa amal seseorang hamba yang penuh dengan sinaran dan cahaya daripada pahala sedekah, sembahyang, puasa. Para malaikat Hafazhah merasa hairan melihat keindahan amalan tersebut lalu mereka membawa amalan itu ( melintasi langit yang pertama dan kedua) sehingga sampai ke pintu langit yan ketiga maka berkata malaikat penjaga langit ketiga itu:
“ Berhenti kamu di sini dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya. Akulah malaikat takabur. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yan takabur dapat melintasiku. Orang itu sangat suka membesarkan diri di dalam majlis orang ramai.”
Kemudian naik pula malaikat Hafazhah membawa amal seseorang hamba. Amal itu bersinar-sinar seperti bersinarnya bintang yang berkelip-kelip. Baginya suara tasbih, sembahyang, puasa, haji dan umrah. Para malaikat Hafazhah berjaya membawa amalan itu sehingga sampai ke pintu langit yang keempat maka berkata malaikat penjaga kangit keempat itu:
“ Berhenti kamu di sini dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya, belakang dan juga perutnya. Akulah malaikat ‘ujub. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang ‘ujub dapat melintasiku. Ia beramal adalah dengan dorongan perasaan ‘ujub terhadap dirinya.”
Kemudian nai pula malaikta Hafazhah membawa amal seseorang hamba sehingga mereka berjaya sampai ke pintu langit yang kelima seolah-olah amalan itu pengantin yang dihantar (disanbut) ke rumah suaminya (maksudnya amalan itu berseri-seri) lalu berkata malaikat penjaga langit yang kelima :
“ Berhenti kamu dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya dan campakkanya di atas tengkoknya. Akulah malaikat hasad, ia sangat hasud kepada orang berlajar ilmu dan beramal seperti amalanya. Ia hasut akan orang lain yang melakukan sebarang kelebihan di dalam ibadat, ia juga mencela mereka. Allah menyuruhku supaya aku tidak membiarkan amalan orang yang hasud ini melintasi aku.”
Kemudian naik pula malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba. Baginya cahaya seperti bulan purnama daripada sembahyang, zakat, umrah, jihad dan puasa. Malaikat Hafazhah berjaya membawa amalannya sehingga sampai ke langit yang keenam lalu berkata malaikat penjaga langit tersebut:
“ Berhentilah kamu dan pukulkan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya kerana ia tidak belas kasihan kepada hamba-hamba Allah yang terkena bala dan kesusahan bahkan ia merasa gembira dengan demikian. Akulah malaikat rahmat. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang seperti ini tidak melintasi aku.”
Kemudian naiklah pula malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba. Amalan itu sembahyang, puasa, nafkah, jihad dan warak. Baginya bunyi (maksudnya bunyi zikir) seperti bunyi lebah dan baginya cahaya seperti cahaya matahari dan naiklah bersama dengan amalan itu tiga ribu malaikat. Mereka telah berjaya membawanya sehingga sampai ke pintu langit yang ketujuh maka berkata malaikat penjaga pintu langit ketujuh tersebut:
“ Berhentilah kamu dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya bahkan pukulkan pula akan seluruh anggota badannya dan tutupkan ke atas hatinya. Akulah malaikat zikir ( seorang yang beramal dengan tujuan supaya disebut-sebut oleh orang lain). Aku akan menghalang amalan orang riak dari sampai kepada Tuhanku. Ia bukan beramal bukan kerana mencari keredhaan Allah tetapi hanya bertujuan supaya mendapat tempat yang tinggi di hati para fukaha dan supaya disebut di kalangan para ulama dan supaya masyhur namanya di merata tempat. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang riak itu melintasi aku, kerana setiap amalan yang tidak ikhlas adalah riak dan Allah tidak akan menerima amalan orang yang riak.”
Kemudian naik pula malaikat Hafazhah dengan amalan seseorang hamba. Amalan itu berupa sembahyang, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak mulia, banyak berdiam (daripada perkara yang tidak berguna) dan banyak berzikir. Amalan hamba ini diusung oleh para malaikat penjaga tujuh petala langit sehingga mereka melintasi segala halangan dan sampai kepada Allah. Para malaikat itu berhenti di hadapan Allah dan bersaksi dengan keikhlasan dan kebaikan amalan tersebut lalu Allah ber firman kepada paraa malaikat –Nya:
“ Kamu adalah yang bertugas menjaga amalan hambaKu ini dan sebenarnya Aku lebih mengetahui dengan segala isi hatinya. Ia sebenarnya tidak mengkehendaki akan Aku dengan amalannya tersebut. Ia hanya mengkehendaki sesuatu yang lain daripadaKu oleh kerana itu maka Aku turunkan ke atasnya akan laknatKu.”
Lalu para malaikat tadi berkata:
“Ke atasnya laknatMu dan juga laknat kami.” Lalu melaknat akan dia oleh tujuh petala langit dan seisinya.
Mendengar sabda Rasulullah s.a.w. ini lalu Muaz menangis seraya berkata: “Engkau adalah Rasulullah s.a.w. sedangkan aku adalah Muaz (hamba Allah yang bukan Rasul). Maka bagaimana aku dapat selamat dan sejahtera”. Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab:
“Hendaklah engkau ikuti aku walaupun hanya dengan sedikit amalan. Wahai Muaz jaga lidahmu baik-baik daripada mencela saudaramu yang membaca al-Quran (golongan ulama) dan pertanggungkanlah segala dosamu ke atasmu dan jangan engkau mempertanggungkan dosamu ke atas mereka dan jangan engkau menganggap dirimu bersih dan jangan pula engkau mencela orang lain dan jangan engkau memuji dirimu di hadapan mereka. Dan jangan engkau campurkan urusan dunia di dalam urusan akhirat. Dan jangan engkau menyombong diri di dalam majlis nanti orang ramai akan takut kepadamu kerana kejahatanmu dan jangan engkau berbisik kepada seseorang sedangkan seorang lagi ada di sisimu dan jangan engkau membesarkan dirimu, maka akan terputus daripadamu segala kebaikan di dunia dan di akhirat. Dan jangan engkau carikkan (pecah belah) akan manusia, maka mencarik akan dikau oleh anjing-anjing api neraka pada hari kiamat nanti.
Allah berfirman yang bermaksud:
“ Demi yang mencarik dan carikkan .” al-Nazi’at: 2
Apakah engkau ketahui wahai Muaz siapakah mereka yang mencarik itu? Muaz bertanya: “Ya Rasulullah, sebenarnya siapa mereka?” Lalu Nabi s.a.w. menjawab: “Itulah anjing-anjing garang di dalam api neraka yang akan mencarikkan daging sehingga sampai ke tulang.”
Muaz bertanya: “Ya Rasulullah siapakah yang mampu melaksanakan segala perkara yang engkau sebutkan tadi? Dan siapakah yang akan selamat daripada seksaan itu?” Nabi s.a.w. mwnjawab: “Itu sebenarnya mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah”
Kemudian lalu Khalid bin Maadan berkata: “Maka aku tidak pernah melihat seseorang yang banyak membaca al-Quranul Karim lebih daripada Muaz kerana beliau faham terhadap hadith yang besar ini.”
Petikan daripada terjemahan:
Bidayatul Hidayah (permulaan jalan hidayah): hlmn:144

  1. Besar mana Tasbihnya, Syukurnya dan Tauhidnya nya seluruh Nabi, seluruh Rosul dan semua Waliyullah dan semua makluk ALLAH di timbang dengan Tasbihnya, SyukurNya dan Tauhidnya ALLAH SWT sendiri terhadap diri ALLAH SWT ?

      Jawaban :

Tasbih, Syukur dan Tauhid ALLAH adalah MAHA AKBAR, dan tidak bisa di bandingkan perbuatan  semua makluk, makanya mari berwakil kepada ALLAH SWT, agar  dalam melayani ALLAH dalam memuji-Nya mencapai martabat Tasbih, Syukur dan TauhidNya ALLAH SWT YANG MAHA AKBAR.

 

6 Januari 2015 0 Komentar

PENUGASAN KHOLIFAH RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH KE INDONESIA & LUAR INDONESIA

   

PENUGASAN & PANGGILAN HATI

 
   

KHOLIFAH RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH KE INDONESIA & LUAR INDONESIA

 

No.

KHOLIFAH RAW  & BIDANG KEAHLIAN

TEMPAT DAKWAH

 TUJUAN DAKWAH

TEKNIS DAKWAH

1

PENGHAFAL QUR’AN

Pondok Pesantren Qur’an

Penugasan & Panggilan Hati Bertugas keliling seluruh Pondok Qur’an Seluruh indonesia / luar indonesia untuk Menyebarkan & Mengangkat Kholifah RAW di setiap Pondok Qur’an dan Sambil Menyebarkan Qur’an,” Gerakan Huffad Qur’an Se-nusantara & Se-dunia”

6 bulan Sekali keliling setiap Pondok Huffad Qur’an

2

DAI & DAIYAH

RUTAN & LP

Penugasan & Panggilan Hati Bertugas keliling seluruh Rutan & LP Seluruh indonesia / luar indonesia untuk Menyebarkan & Mengangkat Kholifah RAW di Rutan & LP “Gerakan Zikir Akbar & Syukur Kamil Se-nusantara & Se-dunia”

1x Minggu Sekali keliling Rutan & LP

3

SUFI

LOKALISASI

Penugasan & Panggilan Hati Bertugas keliling seluruh Lokalisasi Seluruh indonesia / luar indonesia untuk Menyebarkan & Mengangkat Kholifah RAW di Lokalisasi “Gerakan Zikir Tauhid Akbar & Istifar Kamil Se-nusantara & Se-dunia”

1x Minggu Sekali keliling Lokalisasi

4

IMAM

MASJID

Penugasan & Panggilan Hati Bertugas keliling seluruh MASJID Seluruh indonesia / luar indonesia untuk Menyebarkan & Mengangkat Kholifah RAW di setiap MASJID dan Sambil Khutbah ,” “Gerakan Zikir Akbar “La Ilaha Illa Allah”, Se-nusantara & Se-dunia”

1x Minggu Keliling dari Masjid Ke Masjid

5

USTAD & USTADZAH

RUMAH

Penugasan & Panggilan Hati Bertugas keliling seluruh RUMAH/BALAI PERTEMUAN Seluruh indonesia / luar indonesia untuk Menyebarkan & Mengangkat Kholifah RAW di setiap RUMAH/BALAI PERTEMUAN dan Sambil CERAMAH ,” “Gerakan Zikir Mengingat Kematian  “La Ilaha Illa Allah”, Se-nusantara & Se-dunia”

1x Minggu Keliling dari RUMAH KE RUMAH MAJLIS halaqoh / Liqo

6

SULUK

MARKAS RAW                “MASJID SAFAAT AKBAR AKHIR ZAMAN”

Penugasan & Panggilan Hati Bertugas keliling seluruh MARKAS RAW Sebagai Tempat “SULUK” Seluruh indonesia / luar indonesia untuk Menyebarkan & Mengangkat Kholifah RAW di setiap MARKAS RAW “MASJID SAFAAT AKBAR AKHIR ZAMAN”  ” Gerakan SULUK ILMU PENSUCIAN & PENYEMPURNAAN ALLAH,” Se-nusantara & Se-dunia”

2 Bulan sekali keliling Markas Suluk “MASJID SAFAAT AKBAR AKHIR ZAMAN”

7

AMIR, ALIM ULAMA & TOKOH MASYARAKAT

DI TEMPAT DINAS

Penugasan & Panggilan Hati Bertugas keliling Menganjurkan, Mengarahkan dan Memerintahkan dan Memfatwakan  kepada dinas bawahannya, Jamaahnya & Masyarakat luas, untuk mengikuti Majlis Taklim RAW, menjadi Kholifah RAW, Selanjutnya ikut andil menyebarkannya Gerakan Mencetak Kholifah – Kholifah RAW ” Se-nusantara & Se-dunia” , Gerakan “Gema Alam Semesta Memuji ALLAH SWT”

Setiap Saat di dalam pertemuan menyampaikannya

 

8

AHLI ZIARAH MAKAM

DI SETIAP ZIARAH MAKAM DI SELURUH  DUNIA

Setiap Kholifah Berkewajiban Safari Ziarah Ke Seluruh Makam Sedunia, di awali  Makam Di sekitar tempatnya, Khususnya Makam Ahli Maksiat, Dengan Berwakil Kepada ALLAH SWT, Syareat Ilmu Pensucian & Penyempurnaan ALLAH SWT, di hadiahkan kepada Ahli Kubur agar terbebas dari azab Kubur dan Siksa Neraka di antar Berjumpa Kepada Baginda Rosulullah SAW untuk Melihat Wajah-Nya ALLAH Azza Wa Jalla. Dalam program “Gerakan Safaat Akbar Akhir Zaman

Safari Ziarah Ke Seluruh Makam Se Dunia

 

9

HARTAWAN

DI SETIAP TEMPAT

Memberikan Hartanya untuk ALLAH SWT, Lewat Membangun Pusat-Pusat Majlis Zikir Rahmatullah Akbar Wajhah di Setiap Kota & Desa Seluruh Dunia,  Pusat Qur’an  & Pendanaan Pengiriman Kholifah – Kholifah RAW ke Seluruh dunia

Setiap Saat di Seluruh Lokasi Majlis RAW

 

PENJELASAN MENGENAI ZIARAH KE MAKAM AHLI MAKSIAT DAN MENSAFAATINYA DENGAN SAFAAT ALLAH SWT, SYAREAT ILMU RAHMATULLAH AKBAR, ILMU PENSUCIAN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH AZZA WA JALLA

 

APA YANG DI MAKSUD ZIARAH MAKAM AHLI MAKSIAT DAN DEFINISINYA ?

ADALAH MAKAM  UMAT DARI NABI-NABI ALLAH, SEJAK NABI ADAM AS HINGGA ROSULLULLAH SAW YANG JATUH TERPELESET KEDALAM DOSA DAN BELUM SEMPAT BERTAUBAT ATAU BELUM SEMPAT MENSUCIKAN DIRINYA DI HADAPAN ALLAH SWT, KARENA TERBEDAYA OLEH TIPU DAYA IBLIS LAKNATULLAH, SEHINGGA MENYEBABKAN PARA NABI, ROSULULLAH SAW, SEBAGAI UTUSAN ALLAH, MENANGIS KARENA UMATNYA JATUH KE TANGAN IBLIS DAN HENDAK DI AJAK KE NERAKA, MENERIMA AZAB-NYA.

 

DI DALAM DEFINISI INI, MAKA ADA YANG MENANGIS DAN ADA YANG KETAWA.

YANG MENANGIS ADALAH PARA UTUSAN ALLAH, NABI DAN ROSUL-NYA

YANG KETAWA ADALAH IBLIS LAKNATULLAH FI NAAR.

 

ILMU RAHMATULLAH AKBAR, INSYA ALLAH ADALAH ILMU ALLAH YANG DI GUNAKAN UNTUK MENOLONG DAN MENSAFAATI ORANG YANG BELUM SEMPAT MENSUCIKAN DIRI/BERTAUBAT DAN TELAH MENINGGAL.

 

ADAPUN AHLI MAKSIAT  YANG TELAH DI SAFAATI TADI HAKEKAKNYA ADALAH DI MINTAKAN KERINGAN HUKUMAN / GRASI DARI ALLAH AZZA WAJALLA, TERSERAH ALLAH KEPUTUSAN FINALNYA, ADA YANG DI BERI KERINGANAN HUKUMAN / AZAB-NYA, DAN BANYAK YANG DI BERI GRASI / AMPUNAN TOTAL, TANPA MENERIMA AZAB-NYA. SEMUANYA UNTUK MENUNJUKAN KEBESARAN KUASA ALLAH SWT, DI DUNIA DAN AKERAT.  

SETIAP KHOLIFAH RAW BERKEWAJIBAN UNTUK MENSAFAATI DENGAN SAFAAT ALLAH SWT KEPADA SEMUA AHLI MAKSIAT DI SELURUH ALAM SEMESTA UNTUK MENYENANGKAN ALLAH SWT &  SEMUA ROSUL-NYA. AMIN YRA.

PENGUMUMAN SANGAT PENTING

 

BAGI SIAPAPUN MASYARAKAT UMAT ISLAM, BAIK YANG BERHARTA / FAQIR MISKIN, MEMILIKI KELUARGA YANG SUDAH WAFAT DAN BELUM SEMPAT BERTAUBAT KELUARGANYA DAN MENYAYANGI KELUARGANYA INGIN DI MINTAKAN AMPUNAN, KERINGANAN HUKUMAN AZAB KUBUR / AZAB NERAKA / GRASI AMPUNAN 100% DARI ALLAH SWT

SEPERTI ;

 

1. WAFAT SECARA TIDAK WAJAR  KARENA DOSA / DI AZAB ALLAH SWT

2. BUNUH DIRI / DI BUNUH

3. GANTUNG DIRI

4. KECELAKAAN TRAGIS

5. KEGUGURAN KANDUNGAN DENGAN SENGAJA

6. OVER DOSIS OBAT OBATAN TERLARANG.

7. MATI KARENA MIRAS

8. MENINGGAL DI KOMPLEK PELACURAN / MENABRAK KERETA

9. DLL

SILAKAN MENGHUBUNGI

     Syaik Abdul Karem RAW : 085337609896

Email:rahmatullahakbarwajhah@gmail.com atau kh.abdulkarem.attijani@gmail.com atau km.abdulkarem.raw@gmail.com

Alamat Pusat : Muassis Rahmatullah Akbar Wajhah, Majlis Rahmatullah Akbar Wajhah, Desa Selaparang-NTB.  Komplek Makam Selaparang Lombok Timur.

 

KONSULTASI DAN SOLUSI :

MENOLONG UMAT AHLI MAKSIAT YANG TELAH WAFAT UNTUK DI MINTAKAN  KERINGANAN AZAB ATAU GRASI AMPUNAN 100% DARI ALLAH SWT.

Setiap Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah, yang bertugas memiliki SK, berikut ini cara menulisan dan pembacaan SK ;

Contoh :

  1. I.          ALLAHUAKBAR/M-RAW/SMJR-RAW/02/14

ALLAHUAKBAR       : Berwakil kepada ALLAH SWT, Yang ALLAHU AKBAR Kuasa-Nya

M-RAW                             : Pemberi SK, M-RAW Kode Sandi “ Muassis RAW”

SMJR-RAW             : Penerima SK Yang baru di angkat menjadi Kholifah RAW

02                          : Kholifah ke-2 yang di angkat oleh Pemberi SK

14                          : Tahun Pengeluaran SK

 

Selanjutnya jika  SMJR-RAW di tahun 2015 memiliki jamaah dan telah mengangkat kholifah ke 999 maka penulisannya sebagai berikut ;

  1. II.        ALLAHUAKBAR/SMJR-RAW/SMSM-RAW/999/15

ALLAHUAKBAR       : Berwakil kepada ALLAH SWT, Yang ALLAHU AKBAR Kuasa-Nya

SMJR-RAW             : Pemberi SK

SMSM-RAW             : Penerima SK Yang baru di angkat menjadi Kholifah RAW

999                        : Kholifah ke-2 yang di angkat oleh Pemberi SK

15                          : Tahun Pengeluaran SK

 

  1. III.       PENGELUARAN SK KHOLIFAH AKBAR

Pengeluaran SK Kholifah RAW di ambil bukan sembang tanggal, di tulis dengan tanggalan Qomariah dan bertepatan dengan hari istimewa dalam calender islam.

  1. 1.   Hari Isrok-Mikroj                 – 27 Rajab
  2. 2.   Hari Nuzulul Qur’an   – 17 Ramadlan
  3. 3.   Hari Maulid Nabi                 – 12  Robiul Awal
  4. 4.   Hari Arofah               –  9    Dzulhijah
  5. 5.   Hari Lailatul Qodar    –  21,23,25,27,29 Ramadlan
  6. 6.   Hari Asyuro               – 10 Muharram
  7. 7.   Hari Nisfu Sa’ban                – 15 Sa’ban
  8. 8.   Hari Pengangkatan Ke-Nabian / Ke- Rosul-an dan Ke Wali-an
  9. 9.   Hari Kelahiran dan Wafat Muassis RAW

 

 

  1. IV.       Semua SK Kholifah RAW di copy arsip di Kholifah Akbar , dengan alamat sebagai berikut

Markas RAW Jl. Delima No 3 RT 51 Kebun Sayur Kel. Sidodadi-Samarinda 75123.

 

Untuk keperluan

  1. a.   Pendataan Kholifah RAW Se-dunia
  2. b.   Pemetaan Dakwah Se-dunia
  3. c.   Undangan Pertemuan Kholifah RAW Se-dunia.
  4. d.   Undangan Zikir Akbar Se-dunia

                            

  1. I.                    Contoh         : SK-Muassis RAW  ke-Kholifah RAW

 

SK                                            No : ALLAHUAKBAR/M-RAW/SMJR-RAW/02/14

KHOLIFAH RAW

Bismillahirohmanirohiem,

Dengan dasar perintah ALLAH SWT Q.S.  Al-Baqoroh ayat 30 ; “Sebagai Dasar Penciptaan Manusia” dan “Tujuan Penciptaan Manusia”

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. ” (Al-Baqoroh ayat 30). Dan  Sesungguhnya, Aku adalah Allah. Tiada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku. (Q.S. Thaha, 20: 14)

Rasulullah saw bersabda : “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya… (Hr. Bukhori dan Muslim )

Dengan dasar “Kalamullah” dan hadis di atas, Sesungguhnya Setiap manusia akan di mintai pertanggung jawabannya sebagai kholifah di Bumi ALLAH SWT.

Saya MUASSIS RAW, Selaku Hamba ALLAH, Berjamaah dan Berwakil kepada ALLAH SWT, Dengan Segala Kuasa dan Kasih Sayang-Nya,Untuk Mengangkat  “KHOLIFAH RAW” dan memberikan “SK KHOLIFAH RAW” dengan “Segala Penghormatan yang ALLAH SWT berikan kepada-nya” di dunia dan akerat, di berikan Kepada              

Nama Lahir                             : MUHAMMMAD TAUFIK NASUTION

Nama Panggilan                     : SAYYID MUHAMMAD JALALUDDIN RUMMI RAW

Alamat                                    : Jl. Delima no 3 RT 51 Kebun Sayur Kel. Sidodadi  – Samarinda 75123 Hp (0821.5179.7204)

Untuk mengingatkan dan menyadarkan kembali atas tanggung jawabnya sebagai hamba ALLAH “KHOLIFAH DI BUMI ALLAH” untuk mengajak seluruh Makluk-Nya Beribadah Kepada ALLAH SWT, Karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT.

MUASSIS RAW”,“KHOLIFAH RAW”  dan “JAMAAH RAWKami Berniat “Berjamaah dan Berwakil Kepada ALLAH SWT “ Untuk Menggerakan Seluruh Makluk ALLAH di Seluruh Alam Semesta dan Mewakili-nya  untuk Puji Qodim Bagi Qodim Sejak Qodim Hingga Baqo Kekal Selama-Nya Sebanyak Tasbih-Nya”. “Karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT” Sebagai berikut

  1. Beribadah Kepada ALLAH SWT –“Menghabiskan Malam dengan Dzikrullah Mencucurkan Air Mata Kepada ALLAH SWT” dan Menghabiskan Siang dengan Habluminannas dan Habluminal‘alam kepada Seluruh Alam Semesta dan isinya.
  2. Mengajar ilmu ALLAH SWT kepada Seluruh Makluk ALLAH dan Mengajaknya Mentauhidkan ALLAH SWT ‘’ La ilaha Illa ALLAH – Muhammad Rosulullah ” Kapanpun dan di Manapun di Seluruh Alam Semesta.
  3. Membangun Masjid “Pusat Dzikrullah, Pusat Tauhid dan Pusat Air Zam-Zam – Air Mukjizat Safaat Akbar Akhir Zaman dari Rosulullah SAW ” Untuk Mentauhidkan ALLAH SWT Secara lahir dan Bathin di Setiap desa di Seluruh Alam Semesta.
  4. Membuat “BUMU-Badan Usaha Milik Umat” Sebanyak-Banyaknya, untuk Memakmurkan Alam Semesta dan Isi-nya.
  5. 5.        Pensucian dan Penyempurnaan ALLAH SWT” untuk Memuliakan dan Memakmurkan Seluruh Makluk ALLAH di Seluruh Alam Semesta , menjadi  “Manusia Nur di Sisi ALLAH SWT

Di Sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya, didalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, dari wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada. Para Nabi dan Syuhada iri kepada mereka, ( para nabi dan syuhada’ itu berharap sekiranya seperti mereka, ) Ketika ditanya para sahabat, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah” (HR Tirmidzi)

Kholifah di BUMI ALLAH adalah Perintah ALLAH SWT, tertulis di dalam Al Qur’an dan IP-RAW hanya membekali ilmu-nya agar dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kholifah di BUMI ALLAH memperoleh kemenangan dan keberhasilan di sisi ALLAH SWT  yaitu Ridlo Kamil dari ALLAH SWT.

Caranya adalah Dengan Berjamaah dan Berwakil kepada ALLAH SWT Mengelola Alam Semesta dan isi-nya karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT.

Sabda Rasulullah SAW : “Allah Azza Wa Jalla Berfirman, ‘Jika hamba-Ku berniat hendak mengerjakan suatu kebaikan, maka Aku menulisnya satu pahala kebaikan baginya walau ia belum mengerjakannya, dan jika ia mengerjakannya maka Aku menulisnya dengan sepuluh pahala kebaikan yang serupa dengannya” (HR Muslim).

 

Bersama dan Berwakil Kepada ALLAH SWT, Dengan niat baik tersebut di atas, Semoga ALLAH SWT Mengabulkan Menjadikan Kenyataan. Niat Baik dan Perbuatan Baik, Suci dan Sempurnna karena ALLAH SWT dan untuk ALLAH SWT.

Semoga kita semua mendapat kemenangan berupa Ridlo Sempurna di Sisi ALLAH SWT, “ Sempurna dari ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT

 Indonesia, 27 Rajab 1435                                                                                                     

                                                                                                                                                         

MUASSIS RAW.

KHOLIFAH MUHAMMAD ABDUL KAREM RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH

———————————————————————————————————————————————————————————————

 

  1. II.                  Contoh         : SK-Kholifah  RAW  ke-Kholifah RAW

 

SK                              No : ALLAHUAKBAR/SMJR-RAW/SMS-RAW/01/14

KHOLIFAH RAW

Bismillahirohmanirohiem,

Dengan dasar perintah ALLAH SWT Q.S.  Al-Baqoroh ayat 30 ; “Sebagai Dasar Penciptaan Manusia” dan “Tujuan Penciptaan Manusia”

“Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. ” (Al-Baqoroh ayat 30). Dan  Sesungguhnya, Aku adalah Allah. Tiada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku. (Q.S. Thaha, 20: 14)

Rasulullah saw bersabda : “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya… (Hr. Bukhori dan Muslim )

Dengan dasar “Kalamullah” dan hadis di atas, Sesungguhnya Setiap manusia akan di mintai pertanggung jawabannya sebagai kholifah di Bumi ALLAH SWT.

Saya MUASSIS RAW, Selaku Hamba ALLAH, Berjamaah dan Berwakil kepada ALLAH SWT, Dengan Segala Kuasa dan Kasih Sayang-Nya,Untuk Mengangkat  “KHOLIFAH RAW” dan memberikan “SK KHOLIFAH RAW” dengan “Segala Penghormatan yang ALLAH SWT berikan kepada-nya” di dunia dan akerat, di berikan Kepada              

Nama Lahir                             : SYAIFUL MU’AMMAR

Nama Panggilan                     : SAYYID MUHAMMAD SAIFULLAH RAW

Alamat                                    : Jl.Rawa Besar Pemuda 3 sebrang RT 44 Kel Sempaja Selatan – Samarinda 75123 Hp (0821.5320.2079)     

Untuk mengingatkan dan menyadarkan kembali atas tanggung jawabnya sebagai hamba ALLAH “KHOLIFAH DI BUMI ALLAH” untuk mengajak seluruh Makluk-Nya Beribadah Kepada ALLAH SWT, Karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT.

MUASSIS RAW”,“KHOLIFAH RAW”  dan “JAMAAH RAWKami Berniat “Berjamaah dan Berwakil Kepada ALLAH SWT “ Untuk Menggerakan Seluruh Makluk ALLAH di Seluruh Alam Semesta dan Mewakili-nya  untuk Puji Qodim Bagi Qodim Sejak Qodim Hingga Baqo Kekal Selama-Nya Sebanyak Tasbih-Nya”. “Karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT” Sebagai berikut

  1. Beribadah Kepada ALLAH SWT –“Menghabiskan Malam dengan Dzikrullah Mencucurkan Air Mata Kepada ALLAH SWT” dan Menghabiskan Siang dengan Habluminannas dan Habluminal‘alam kepada Seluruh Alam Semesta dan isinya.
  2. Mengajar ilmu ALLAH SWT kepada Seluruh Makluk ALLAH dan Mengajaknya Mentauhidkan ALLAH SWT ‘’ La ilaha Illa ALLAH – Muhammad Rosulullah ” Kapanpun dan di Manapun di Seluruh Alam Semesta.
  3. Membangun Masjid “Pusat Dzikrullah, Pusat Tauhid dan Pusat Air Zam-Zam – Air Mukjizat Safaat Akbar Akhir Zaman dari Rosulullah SAW ” Untuk Mentauhidkan ALLAH SWT Secara lahir dan Bathin di Setiap desa di Seluruh Alam Semesta.
  4. Membuat “BUMU-Badan Usaha Milik Umat” Sebanyak-Banyaknya, untuk Memakmurkan Alam Semesta dan Isi-nya.
  5. 5.        Pensucian dan Penyempurnaan ALLAH SWT” untuk Memuliakan dan Memakmurkan Seluruh Makluk ALLAH di Seluruh Alam Semesta , menjadi  “Manusia Nur di Sisi ALLAH SWT

Di Sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya, didalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, dari wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada. Para Nabi dan Syuhada iri kepada mereka, ( para nabi dan syuhada’ itu berharap sekiranya seperti mereka, ) Ketika ditanya para sahabat, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah” (HR Tirmidzi)

Kholifah di BUMI ALLAH adalah Perintah ALLAH SWT, tertulis di dalam Al Qur’an dan IP-RAW hanya membekali ilmu-nya agar dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kholifah di BUMI ALLAH memperoleh kemenangan dan keberhasilan di sisi ALLAH SWT  yaitu Ridlo Kamil dari ALLAH SWT.

Caranya adalah Dengan Berjamaah dan Berwakil kepada ALLAH SWT Mengelola Alam Semesta dan isi-nya karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT.

Sabda Rasulullah SAW : “Allah Azza Wa Jalla Berfirman, ‘Jika hamba-Ku berniat hendak mengerjakan suatu kebaikan, maka Aku menulisnya satu pahala kebaikan baginya walau ia belum mengerjakannya, dan jika ia mengerjakannya maka Aku menulisnya dengan sepuluh pahala kebaikan yang serupa dengannya” (HR Muslim).

 

Bersama dan Berwakil Kepada ALLAH SWT, Dengan niat baik tersebut di atas, Semoga ALLAH SWT Mengabulkan Menjadikan Kenyataan. Niat Baik dan Perbuatan Baik, Suci dan Sempurnna karena ALLAH SWT dan untuk ALLAH SWT.

Semoga kita semua mendapat kemenangan berupa Ridlo Sempurna di Sisi ALLAH SWT, “ Sempurna dari ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT

 Indonesia, 27 Rajab 1435                                                                                                     

                                                                                                                                                         

KHOLIFAH RAW.

SAYYID MUHAMMAD JALALUDDIN RUMMI RAW

———————————————————————————————————————————————————————————————

6 Januari 2015 0 Komentar

CARA MENGAJARKAN ILMU ZIKIR KHOLIFAH RAW

CARA MENGAJARKAN ILMU ZIKIR KHOLIFAH RAW

  1. DI AJARKAN SELAMA 7 HARI DAN 7 MALAM                                                                

Waktunya pagi : 07:00 – 12:00, Siang : 1:30 – 17:00, Malam : 19:00 – 03:00

Ilmu RAW adalah rangkuman intisari Ilmu-ilmu ALLAH yang sudah di padatkan agar dapat di kuasai untuk segera di amalkan, dari tingkatan paling awam, hingga tingkatan Kholifah, Jika mencari lewat jalur Torekoh akan memakan waktu puluhan tahun. 

  1. A.    Hari ke-1

 Menguasai Ilmu ALLAH SWT Secara Teori dan Praktek

“La Ilaha Illa Allah,” 10.000x Muhamamd Rosulullah 1x

Zikir Seluruh Tubuh

  1. Zikir Bersama Alam Semesta
  2. Zikir 7 Suara
  3. Zikir Tidak Terhingga Suara
  4. Zikir Bersama Nur Muhammad dan Seluruh Alam Semesta
  5. Zikir Bersama ALLAH SWT, NUR ALLAH, NUR MUHAMMAD dan Seluruh ALam Semesta
  6. f.    Zikir “LATIFAH DZATBerjamaah dan Berwakil kepada DZAT ALLAH SWT “PUJI QODIM BAGI QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA, SE-MAHA SUCI , SE-MAHA SEMPURNA, SE-AGUNG DZAT ALLAH SWT UNTUK DZAT ALLAH SWT”
  7. g.   ILMU PEN-SUCI-AN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

Kalimat Zikir Pokok-nya : “La Ilaha Illa Allah,” 10.000x Muhamamd Rosulullah 1x

Target-nya Sampai Zauq Zikir bersama “ALLAH SWT, NUR ALLAH , NUR MUHAMMAD dan Seluruh Alam Semesta” dengan tidak terhingga jumlah suara, Sebanyak Ilmu-Nya ALLAH SWT.

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

Praktek Zauq di dalam Dzikrullah “La Ilaha Illa Allah,” 10.000x Muhamamd Rosulullah 1x

Pengijasahan Kholifah RAW

 

  1. B.   Hari ke-2

Menguasai Ilmu ALLAH SWT secara teori dan Praktek

Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 10.000x

  1. Zikir Seluruh Tubuh
  2. Zikir Bersama Alam Semesta
  3. Zikir 7 Suara
  4. Zikir Tidak Terhingga Suara
  5. Zikir Bersama Nur Muhammad dan Seluruh Alam Semesta
  6. Zikir Bersama ALLAH SWT, NUR ALLAH, NUR MUHAMMAD dan Seluruh ALam Semesta
  7. g.   Zikir “LATIFAH DZATBerjamaah dan Berwakil kepada DZAT ALLAH SWT “PUJI QODIM BAGI QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA, SE-MAHA SUCI , SE-MAHA SEMPURNA, SE-AGUNG DZAT ALLAH SWT UNTUK DZAT ALLAH SWT”
  8. h.   ILMU PEN-SUCI-AN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

Kalimat Zikir Pokok-nya : Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 10.000x

Target-nya Sampai Zauq Zikir Bersama “DZAT ALLAH SWT, NUR ALLAH , NUR MUHAMMAD dan Seluruh Alam Semesta” dengan tidak terhingga jumlah suara, Sebanyak Ilmu-Nya ALLAH SWT.

Praktek Zauq di dalam Dzikrullah Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 10.000x

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

Pengijasahan Kholifah RAW

 

  1. C.   Hari ke-3

Menguasai Ilmu ALLAH SWT secara teori dan Praktek

ALLAHU AKBAR 10.000 X

ASTAGFIRULLAH HAL ADIHEM 10.000 X

SOLLA ALLAH ALA NUR MUHAMMAD 10.000 X

  1. Zikir Seluruh Tubuh
  2. Zikir Bersama Alam Semesta
  3. Zikir 7 Suara
  4. Zikir Tidak Terhingga Suara
  5. Zikir Bersama Nur Muhammad dan Seluruh Alam Semesta
  6. Zikir Bersama ALLAH SWT, NUR ALLAH, NUR MUHAMMAD dan Seluruh ALam Semesta
  7. g.   Zikir “LATIFAH DZATBerjamaah dan Berwakil kepada DZAT ALLAH SWT “PUJI QODIM BAGI QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA, SE-MAHA SUCI , SE-MAHA SEMPURNA, SE-AGUNG DZAT ALLAH SWT UNTUK DZAT ALLAH SWT”
  8. h.   ILMU PEN-SUCI-AN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

Kalimat Zikir Pokok-nya : ““ALLAHU AKBAR 10.000 X,  ASTAGFIRULLAHAL ADIHEM 10.000 X,  SOLLA ALLAH ALA NUR MUHAMMAD 10.000 X

Target-nya Sampai Zauq Zikir Bersama “DZAT ALLAH SWT, NUR ALLAH , NUR MUHAMMAD dan Seluruh Alam Semesta” dengan tidak terhingga jumlah suara, Sebanyak Ilmu-Nya ALLAH SWT.

Praktek Zauq di dalam Dzikrullah ALLAHU AKBAR 10.000 X,  ASTAGFIRULLAHAL ADIHEM 10.000 X,  SOLLA ALLAH ALA NUR MUHAMMAD 10.000 X

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

Pengijasahan Kholifah RAW

 

  1. D.   Hari ke-4

Menguasai Ilmu ALLAH SWT secara teori dan Praktek

SALAMUN QOULAN MIRROBIRROHIEM

ALHAMDULILLAH

  1. Zikir Seluruh Tubuh
  2. Zikir Bersama Alam Semesta
  3. Zikir 7 Suara
  4. Zikir Tidak Terhingga Suara
  5. Zikir Bersama Nur Muhammad dan Seluruh Alam Semesta
  6. Zikir Bersama ALLAH SWT, NUR ALLAH, NUR MUHAMMAD dan Seluruh ALam Semesta
  7. g.   Zikir “LATIFAH DZATBerjamaah dan Berwakil kepada DZAT ALLAH SWT “PUJI QODIM BAGI QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA, SE-MAHA SUCI , SE-MAHA SEMPURNA, SE-AGUNG DZAT ALLAH SWT UNTUK DZAT ALLAH SWT”
  8. h.   ILMU PEN-SUCI-AN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

Kalimat Zikir Pokok-nya : SALAMUN QOULAN MIRROBIRROHIEM 10.000 X  dan ALHAMDULILLAH 10.000 X

Target-nya Sampai Zauq Zikir Bersama “DZAT ALLAH SWT, NUR ALLAH , NUR MUHAMMAD dan Seluruh Alam Semesta” dengan tidak terhingga jumlah suara, Sebanyak Ilmu-Nya ALLAH SWT.

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

Pengijasahan Kholifah RAW

 

  1. Hari ke-5

JAMAAH RAW  PRAKTEK MENGAJAR MENJADI KHOLIFAH RAW

Kalimat-Nya

  1. a.   La Ilaha Illa ALLAH 1000x, Muhammadur Rosulullah SAW 1X
  2. b.   Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 1000x
  3. c.   ALLAHU AKBAR 1000X
  4. d.   Astaqfirullah       1000x
  5. e.   Solla Allah Ala Nur Muhammad 1000x
  6. f.    Salamun Qoulam Mir Robirrohiem 1000x
  7. g.   Alhamdulillah      1000x

Zikirnya di seluruh :

  1. Ziikir Seluruh Tubuh
  2. Zikir Bersama Alam Semesta
  3. Zikir 7 Suara
  4. Zikir Tidak Terhingga Suara
  5. Zikir Bersama Nur Muhammad dan Seluruh Alam Semesta
  6. Zikir Bersama ALLAH SWT, NUR ALLAH, NUR MUHAMMAD dan Seluruh ALam Semesta
  7. g.   Zikir “LATIFAH DZATBerjamaah dan Berwakil kepada DZAT ALLAH SWT “PUJI QODIM BAGI QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA, SE-MAHA SUCI , SE-MAHA SEMPURNA, SE-AGUNG DZAT ALLAH SWT UNTUK DZAT ALLAH SWT”
  8. h.   ILMU PEN-SUCI-AN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

Target-nya Sampai Zauq Zikir Bersama “DZAT ALLAH SWT, NUR ALLAH , NUR MUHAMMAD dan Seluruh Alam Semesta” dengan tidak terhingga jumlah suara, Sebanyak Ilmu-Nya ALLAH SWT.

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

Pengijasahan Kholifah RAW

 

  1. Hari ke-6

JAMAAH RAW  PRAKTEK MENGAJAR MENJADI KHOLIFAH RAW

  1. a.   La Ilaha Illa ALLAH 1000x, Muhammadur Rosulullah SAW 1X
  2. b.   Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 1000x
  3. c.   ALLAHU AKBAR 1000X
  4. d.   Astaqfirullah          1000x
  5. e.   Solla Allah Ala Nur Muhammad 1000x
  6. f.    Salamun Qoulam Mir Robirrohiem 1000x
  7. g.   Alhamdulillah        1000x

Zikirnya di seluruh :

  1. Ziikir Seluruh Tubuh
  2. Zikir Bersama Alam Semesta
  3. Zikir 7 Suara
  4. Zikir Tidak Terhingga Suara
  5. Zikir Bersama Nur Muhammad dan Seluruh Alam Semesta
  6. Zikir Bersama ALLAH SWT, NUR ALLAH, NUR MUHAMMAD dan Seluruh ALam Semesta
  7. g.   Zikir “LATIFAH DZATBerjamaah dan Berwakil kepada DZAT ALLAH SWT “PUJI QODIM BAGI QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA, SE-MAHA SUCI , SE-MAHA SEMPURNA, SE-AGUNG DZAT ALLAH SWT UNTUK DZAT ALLAH SWT”
  8. h.   ILMU PEN-SUCI-AN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

 

Target-nya Sampai Zauq Zikir Bersama “DZAT ALLAH SWT, NUR ALLAH , NUR MUHAMMAD dan Seluruh Alam Semesta” dengan tidak terhingga jumlah suara, Sebanyak Ilmu-Nya ALLAH SWT.

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

Pengijasahan Kholifah RAW

 

      G. Hari ke-7

JAMAAH RAW  PRAKTEK MENGAJAR MENJADI KHOLIFAH RAW

  1. a.   La Ilaha Illa ALLAH 1000x, Muhammadur Rosulullah SAW 1X
  2. b.   Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 1000x
  3. c.   ALLAHU AKBAR 1000X
  4. d.   Astaqfirullah 1000x
  5. e.   Solla Allah Ala Nur Muhammad 1000x
  6. f.    Salamun Qoulam Mir Robirrohiem 1000x
  7. g.   Alhamdulillah 1000x

Zikirnya di seluruh :

  1. Ziikir Seluruh Tubuh
  2. Zikir Bersama Alam Semesta
  3. Zikir 7 Suara
  4. Zikir Tidak Terhingga Suara
  5. Zikir Bersama Nur Muhammad dan Seluruh Alam Semesta
  6. Zikir Bersama ALLAH SWT, NUR ALLAH, NUR MUHAMMAD dan Seluruh ALam Semesta
  7. g.   Zikir “LATIFAH DZATBerjamaah dan Berwakil kepada DZAT ALLAH SWT “PUJI QODIM BAGI QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA, SE-MAHA SUCI , SE-MAHA SEMPURNA, SE-AGUNG DZAT ALLAH SWT UNTUK DZAT ALLAH SWT”
  8. h.   ILMU PEN-SUCI-AN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

 

Target-nya Sampai Zauq Zikir Bersama “DZAT ALLAH SWT, NUR ALLAH , NUR MUHAMMAD dan Seluruh Alam Semesta” dengan tidak terhingga jumlah suara, Sebanyak Ilmu-Nya ALLAH SWT.

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

Pengijasahan Kholifah RAW

Catatan :

Setiap Pengijasahan Kholifah RAW dengan cara :

  1. a.   Solat hajat Ijasah dan Ridlo ALLAH SWT dan Rosulullah SAW
  2. b.   Meniup ubun-ubun, dengan doa Nur Muhammad
  3. c.   Jabat tangan, dengan doa  Nur Muhammad.

Mendapat Bukti Ijasah “Kholifah RAW”

PENGUMUMAN I

Kepada Segenap Umat Akhir Zaman,

Di Buka kelas Majlis RAW untuk semua golongan

Syarat-Syarat A : Yang di Datangi oleh Kholifah di tempat calon Jamaah RAW

a. Minimal ada peserta 21 Orang ( Putra / Putri )

b. Wilayah di Indonesia dan luar negeri

c. Bersedia suluk mengikuti semua program keilmuan 7 x 7 hari dengan system pengajiannya

d. Bersedia menjadi Kholifah RAW dan mengajar Ilmu ALLAH SWT untuk ramata Lil Alamin

e. Bersedia membantu sesama dengan Jiwa, tenaga dan harta untuk yang membutuhkan

 

Syarat-Syarat B : Yang mendatangi Kholifah di Markas Suluk Rahmatullah Akbar

a. Minimal ada peserta 2 Orang ( Putra / Putri )

b. Wilayah di Indonesia dan luar negeri

c. Bersedia suluk mengikuti semua program keilmuan 7 x 7 hari dengan system pengajiannya

d. Bersedia menjadi Kholifah RAW dan mengajar Ilmu ALLAH SWT untuk ramata Lil Alamin

e. Bersedia membantu sesama dengan Jiwa, tenaga dan harta untuk yang membutuhkan

f.  Sewaktu suluk di gabungkan dengan angkatan yang ada min 21 orang.

 

Alamat : Jl Delima No 3 RT 51 Kebun Sayur Sidodadi-Samarinda 75123 HP : ( 082153202079 / 082151797204)

 

PENGUMUMAN II

KEPADA SEMUA KHOLIFAH RAW

SEMUA KHOLIFAH RAW, UNTUK MENDALAMI RAHASIA-RAHASIA ILMU ALLAH LAINYA, BISA MENGAJI LANGSUNG KE MUASSIS RAW

ILMU KHUSUS PARA KHOLIFAH RAW YANG INGIN MELANJUTKAN MENGAJI TIDAK BISA DI TULIS DI PEDOMAN INI, DI SEBABKAN ADA ILMU YANG BISA DITULIS DAN ILMU YANG TIDAK BOLEH DI TULIS DAN HARUS DI HAFAL.

SUBHANALLAH, MAHA AKBAR LUAS-NYA ILMU-NYA ALLAH SWT.

PENUGASAN KHOLIFAH RAW KE SELURUH DUNIA

Bismillahirohmanirohiem

Setelah seseorang di angkat menjadi “Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah”, maka beliau memiliki rasa tanggung jawab terhadap umat manusia seluruhnya, perihal keselamatannya di dunia dan khususnya di akerat. Setiap “Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah” menyebarkan murid-murid-nya yang  telah di tugaskan sebagai Kholifah RAW Sebagai berikut ;

 

 

 

 

 

6 Januari 2015 0 Komentar

AMALAN WAJIB PRIBADI KHOLIFAH RAW

AMALAN WAJIB PRIBADI KHOLIFAH RAW

( “Istiqomah setiap malam dan siang” )

 

     Setiap Kholifah RAW, Setiap Kholifah di Bumi ALLAH, di Wajibkan oleh ALLAH SWT memuji-Nya dan mengajak Semua Makluk ALLAH memuji-Nya, dengan Martabat “Puji Qodim Bagi Qodim hingga Baqo kekal Selama-Nya, Se-Maha Suci dan Se-Maha Sempurna, dan Se- Agung Dzat-Nya ALLAH Azza Wa Jalla”. (Dengan Berjamaah dan Berwakil Kepada ALLAH SWT dalam Memuji-Nya.)

Amalan Pribadi Setiap Kholifah RAW di amalkan setiap malam, dengan menghabiskan malam-malam dengan mencucurkan air mata, untuk mengakui Maha Hinanya kita sebagai makluk ALLAH SWT di sisi Maha Suci-Nya ALLAH SWT, Kemudian Memuji ALLAH SWT di awali dengan bacaan Al Qur’an Surah AL Isro Ayat 44

“ZIKIR BERSAMA ALAM SEMESTA DARI SELURUH MAKLUK ALLAH”

Atas Rohmat ALLAH SWT zikir ini untuk mengagungkan Kebesaran “ALLAH Azza Wa Jalla” 

“Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah; dan tiada sesuatupun  melainkan bertasbih dengan memujiNya; akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka. Sesungguhnya Ia adalah Maha Penyantun, lagi Maha Pengampun”.(QS.Al-Isra’: 44).  

1. Ya ilahi, Ya ALLAH, inilah hambaMU yang menjadi Imamnya Ahli Maksiat, dari seluruh ahli maksiat dari seluruh ciptaanMU. Nawaitu beribadah dzikrullah  (……… ) berniat berjamaah, Bersama DZAT ALLAH saat Memuji DZAT ALLAH, Puji Qodim bagi Qodim, Sejak Qodim hingga Baqo Kekal Selamanya, Berniat Berjamaah Bersama NUR ALLAH Memuji DZAT ALLAH, NUR MUHAMMAD Memuji DZAT ALLAH,Baginda Rosulullah SAW Memuji DZAT ALLAH, Berjamaah bersama Seluruh Para Nabi Memuji DZAT ALLAH, Seluruh Para WALIYULLAH memuji DZAT ALLAH, Seluruh Para Malaikat Memuji DZAT ALLAH, Seluruh GAIB, RIJALUL GHAIB, dan Seluruh alam semesta Seluruh Makluk ALLAH memuji DZAT ALLAH, tanpa terkecuali di bawah IMAM SUMPAHnya DZAT ALLAH AZZA WA JALLA,” LA ILAHA ILLA ALLAH, MUHAMMAD ROSULULLAH.” dan Berjamaah BersamaMU, berniat Mewakili seluruh MaklukMu Memuji DZAT ALLAH, PUJI QODIM BAGI QODIM, sejak qodim hingga kekal selamanya sebanyak ILMUNYA ALLAH, dan QOBILTU dan QOBILNA , kami terima YA ALLAH,  Disucikan, Disempurnakan dan dijadikan “NUR” dgn Maha SuciNya DZAT ALLAH,NUR ALLAH,dan NUR MUHAMMAD, kepada lahir bathinku, dan kepada kami semuanya, Ya ILAHI, Mohon TERIMA dan SEMPURNAKAN PUJI QODIM BAGI QODIM ILA BAQO ini , karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH SWT, BISMILLAHI ALLAHU AKBAR.

أ‌.    إلهي يا الله ، هذا عبدك الذي أصبح اماما لمختلف اهالى المعصية من جميع مخلوقاتك. نويت التعبد ذكر الله ( ……… ) مأموما بذات الله حين يحمد ذات الله حمد قديم لقديم منذ قديم إلى البقاء ابدًا ابدًا, جماعة مع نور الله حين يحمد ذات الله ومع نور محمد حين يحمد ذات الله ومع سيدنا محمد حين يحمد ذات الله ومع جميع النبيين حين يحمدون ذات الله ومع جميع الاولياء حين يحمدون ذات الله ومع جميع الملائكة حين يحمدون ذات الله ومع الغيب ورجال الغيب وسائر العالمين من جميع مخلوقات الله دون استثناء حين يحمدون ذات الله تحت امام اقسام ذات الله :” لا إله إلا الله ، محمد رسول الله”. وجماعة معك بنية موكل جميع مخلوقاتك لتحميد ذات الله حمد قديم لقديم من حين قديم إلى أبد الآبدين عدد علوم الله. قبلت وقبلنا ياالله مطهرا ومكملا ومنورا بمقدسة ذات الله ونورالله ونورمحمد ظاهرى وباطنى وإيانا ياإلهي تقبل واكمل حمد قديم لقديم إلى البقاء هذا للـّه ولأجل الله.  بسم الله الله أكبر.

بسم الله الرحمن الرحيم

  1. ZIKIR LEVEL I

ZIKIR TINGKAT I

DIRI BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT & NUR MUHAMMAD KEMUDIAN MEWAKILI SELURUH ALAM SEMESTA

YANG BERJAMAAH ZIKIR

WAKTUNYA

MEWAKILI ZIKIR

SIFAT ZIKIR-NYA

ZAUQ

DIRI  +  BERJAMAAH

ALLAH SWT

SEJAK QODIM HINGGA BAQO

ALLAH SWT

SEBANYAK BILANGAN ZIKIR-NYA ALLAH SWT KETAHUAI  +  SEMUA MAKLUK-NYA KETAHUI

TENGGELAM DALAM NIKMAT ZIKIR AKBAR

NUR ALLAH NUR ALLAH
NUR MUHAMMAD NUR MUHAMMAD
ROSULULLAH SAW ROSULULLAH SAW
SEMUA MAKLUK ALLAH SEMUA MAKLUK ALLAH

 

2. Dengan Sumpah ALLAH Azza Wa Jalla, SIAPA MENGASIHI AKAN DI KASIHI,  SIAPA MEWAKILI AKAN DI WAKILI, SIAPA BERSEDEKAH AKAN DI BALAS ALLAH, SESUNGGUHNYA HAMBA BERSAMAMU TELAH MEWAKILI SELURUH MAKLUK ENGKAU MEMUJIMU, MAKA IZINKANLAH SELURUH MAKHLUK ENGKAU BERSAMAMU, MEWAKILI HAMBA MEMUJI ENGKAU, dengan pujian ENGKAU, PUJI QODIM BAGI QODIM hingga BAQO KEKAL SELAMANYA.

Ya ilahi, Ya ALLAH, inilah hambaMU yang menjadi Imamnya Ahli Maksiat, dari seluruh ahli maksiat dari seluruh ciptaanMU. Nawaitu beribadah dzikrullah  (……… ) berniat berjamaah, Bersama DZAT ALLAH saat Memuji DZAT ALLAH, Puji Qodim bagi Qodim, Sejak Qodim hingga Baqo Kekal Selamanya, Berniat Berjamaah Bersama NUR ALLAH Memuji DZAT ALLAH, NUR MUHAMMAD Memuji DZAT ALLAH,Baginda Rosulullah SAW Memuji DZAT ALLAH, Berjamaah bersama Seluruh Para Nabi Memuji DZAT ALLAH, Seluruh Para WALIYULLAH memuji DZAT ALLAH, Seluruh Para Malaikat Memuji DZAT ALLAH, Seluruh GAIB, RIJALUL GHAIB, dan Seluruh alam semesta Seluruh Makluk ALLAH memuji DZAT ALLAH, tanpa terkecuali di bawah IMAM SUMPAHnya DZAT ALLAH AZZA WA JALLA,” LA ILAHA ILLA ALLAH, MUHAMMAD ROSULULLAH.”, dan Seluruh Makluk Engkau Berjamaah BersamaMU, mewakili  hambamu ini dan kami semua, Memuji DZAT ALLAH, PUJI QODIM BAGI QODIM, sejak qodim hingga kekal selamanya sebanyak ILMUNYA ALLAH, dan QOBILTU, hamba terima, DAN QOBILNA KAMI TERIMA, YA ALLAH Disucikan, Disempurnakan dan Dijadikan “NUR” dgn Maha SuciNya DZAT ALLAH, NUR ALLAH,NUR MUHAMMAD, kepada lahir bathinku, dan kepada kami semuanya, Ya ILAHI, Mohon TERIMA dan SEMPURNAKAN PUJI QODIM BAGI QODIM ILA BAQO ini , karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH,BISMILLAHI ALLAHU AKBAR.  

بقسم الله عزّوجلّ, مَنْ يَرْحَمْ سَيُرْحَمْ ومن يوكِّل سيوكَّل ومن يتصدّق يجزبه، إنّ هـذا عبدك معـك قدوكّل جميع مخلوقاتـك لتحميدك، فأذنْ لجميع مخلوقاتـك معـك ليـوكّلوا عبدك هـذا لتحميدك بحمـدك ذاتك حمد قديم لقديم إلى البقاء ابدًا ابدًا.

ب-إلهي يا الله ، هذا عبدك الذي أصبح اماما لمختلف اهالى المعصية من جميع مخلوقاتك. نويت التعبد ذكر الله ( ……… ) مأموما بذات الله حين يحمد ذات الله حمد قديم لقديم منذ قديم إلى البقاء ابدًا ابدًا, جماعة مع نور الله حين يحمد ذات الله ومع نور محمد حين يحمد ذات الله ومع سيدنا محمد حين يحمد ذات الله ومع جميع النبيين حين يحمدون ذات الله ومع جميع الاولياء حين يحمدون ذات الله ومع جميع الملائكة حين يحمدون ذات الله ومع الغيب ورجال الغيب وسائر العالمين من جميع مخلوقات الله دون استثناء حين يحمدون ذات الله تحت امام اقسام ذات الله :” لا إله إلا الله ، محمد رسول الله”. وجميع مخلوقاتك جماعـةً معك موكّلون عبدك هـذا وإيانا لتحميد ذات الله حمد قديم لقديم منذ قديم إلى البقاء ابدًا ابدًا عدد علوم الله. قبلت وقبلنا ياالله مطهرا ومكملا ومنورا بمقدسة ذات الله ونورالله ونورمحمد ظاهرى وباطنى وإيانا، ياإلهي تقبل واكمل حمد قديم لقديم إلى البقاء هذا للـّه ولأجل الله، بسم الله الله أكبر.
    

بسم الله الرحمن الرحيم

 

  1. ZIKIR LEVEL II

ZIKIR TINGKAT II

BERJAMAAH ZIKIR BERSAMA ALLAH SWT ,  NUR MUHAMMAD KEMUDIAN &  SELURUH ALAM SEMESTA UNTUK MEWAKILI DIRI KITA

YANG BERJAMAAH ZIKIR

WAKTUNYA

MEWAKILI ZIKIR

SIFAT ZIKIR-NYA

ZAUQ

SEMUA MAKLUK ALLAH +  BERJAMAAH

ALLAH SWT

SEJAK QODIM HINGGA BAQO

DIRI KITA

SEBANYAK BILANGAN ZIKIR-NYA ALLAH SWT KETAHUAI  +  SEMUA MAKLUK-NYA KETAHUI

TENGGELAM DALAM NIKMAT ZIKIR AKBAR

NUR ALLAH

NUR MUHAMMAD

ROSULULLAH SAW

DIRI KITA

 

3. Ya WAKIL 3X, WAHAI DZAT ALLAH YANG MAHA MEWAKILI,
WAKILILAH HAMBA DAN ROSULULLAH SAW, MUASSIS RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH, SELURUH PARA NABI,PARA WALIYULLAH,KEDUA ORANG TUA, MERTUA HINGGA NABI ADAM AS, DAN ISTRI-ISTRI, ANAK CUCU HINGGA AKHIR ZAMAN,PARA MALAIKAT, SELURUH PARA GAIB, RIJALUL GHAIB,Seluruh para JIN,  serta seluruh Makluk Engkau tanpa terkecuali, untuk MEMUJI ENGKAU SEJAK QODIM HINGGA KEKAL SELAMANYA, PUJI QODIM BAGI QODIM, KARENA HANYA ENGKAU SENDIRIAN YANG MAHA QODIM MAKA HANYA ENGKAU SAJALAH YANG MAMPU PUJI QODIM BAGI QODIM. KAMI TIADA, HILANG LEBUR MENJADI “NUR” DI DALAM KEBESARAN NUR ALLAH DAN NUR MUHAMMADMU, QOBILTU HAMBA TERIMA DAN QOBILNA KAMI TERIMA DI WAKILI ENGKAU MEMUJI ENGKAU PUJI QODIM BAGI QODIM ILA BAQO DENGAN SEMPURNA, BISMILLAHI ALLAHU AKBAR.

 

ج- ياوكيل ياوكيل ياوكيل، كن وكيلا لعبدك ولرسول الله صلى الله عليه وسلّم ولمؤسس رحمة الله أكبروجهه ولجميع النبيين ولجميع اولياء الله ولوالدي ولمصاهرتى إلى نبينا آدم عليه السلام ولزوجاتى ولذريتى إلى اخرالزمان ولجميع الملائكة وجميع الغيب ورجال الغيب وجميع الجِنّة وجميع مخلوقاتـك بلا استثناءٍ لتحميدك منذ قديم إلى الابد حمدَ قديم لقديم لأنّك وحدَك قديمٌ فإنماانتَ وحدَك الذى قدرعلى حمدِ قديم لقديم، لسنا موجودين لكن فناء واصبحنا نورا فى عظام نور الله و نور محمّـدك، قبلتُ وقبلنا تَوكيلَك لتحميدك حمد قديم لقديم إلى البقاء كاملاً، بسم الله الله أكبر.  

  1. ZIKIR LEVEL III

ZIKIR TINGKAT III

 

BERWAKIL KEPADA ALLAH SWT

 

  ( YA WAKIL – AS MAUL HUSNA )

 

YANG BER ZIKIR

WAKTUNYA

MEWAKILI

SIFAT ZIKIR-NYA

ZAUQ

 

ALLAH SWT

SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMA-NYA

DIRI KITA , NUR MUHAMMAD, ROSULULLAH SAW & SEMUA MAKLUK ALLAH

SEBANYAK BILANGAN ZIKIR-NYA ALLAH SWT KETAHUAI 

TENGGELAM DALAM NIKMAT ZIKIR AKBAR, PUNCAK-NYA TIDAK SADARKAN DIRI

 
 
 
 
 

 

IV  ZIKIR LEVEL 4 ADALAH PENGGABUNGAN LEVEL 1 SAMPAI LEVEL 3 DAN INI WAJIB DI KUASAI DAN DI AMALKAN SETIAP KHOLIFAH RAW.

 

Zikirnya di sebut sering zikir 7 adalah sebagai berikut :

  1. 1.         La Ilaha Illa ALLAH 1000x, Muhammadur Rosulullah SAW 1X
  2. 2.        Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 1000x
  3. 3.        ALLAHU AKBAR 1000X
  4. 4.        Astaqfirullah          1000x
  5. 5.        Solla Allah Ala Nur Muhammad 1000x
  6. 6.        Salamun Qoulam Mir Robirrohiem 1000x
  7. 7.        Alhamdulillah        1000x

Caranya dengan Konsentrasi dan Khusyuk sampai “Zauq”, Yaitu “Tenggelam dalam Nikmat Memuji ALLAH SWT”

  • Bagaimana jika ada amalan lain selain zikir 7 di atas ?

Semua amalan zikir selain zikir 7 di atas, baik itu Asma’ul Husna, al qur’an maka semua zikir itu termasuk zikir pujian ( Tasbih Kamil ) kepada ALLAH SWT

Kisah

Suatu masa Muassis RAW dan Jamaah berzikir Subhanallah, maka di perlihatkan bahwa semua jenis Pujian adalah milik ALLAH SWT, dan semuanya di hadirkan ALLAH SWT  untuk memuji ALLAH SWT.  

Dalil – Dalil

Caranya dengan

  1. La Ilaha Illa ALLAH 1000x, Muhammadur Rosulullah SAW 1X
  2. “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, “seumpama orang hidup dan orang mati”. (HR. Bukhari dan Muslim)”
  3. Suatu saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendengar muadzin mengucapkan ’Asyhadu alla ilaha illallah’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi, ”Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim no. 873)
  4. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka “dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud.)
  5. ”Barangsiapa mengucapkan ’saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ’Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim no. 149)
    1. “Orang yang berbahagia karena mendapat syafa’atku pada hari kiamat nanti adalah orang yang mengucapkan “Laa ilaha illallah dengan ikhlas dalam hatinya atau dirinya.” (HR. Bukhari no. 99)

 

  1. Dari Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda “Nabi Musa pernah berkata “Ya Tuhan-ku, ajarkan aku sesuatu untuk mengingat dan memohon kepada-Mu. Allah berfirman “Wahai Musa, katakana La Ilaha illa Allah. Lalu nabi Musa berkata lagi “Ya Tuhanku, setiap hamba-Mu mengucapkan ucapan seperti ini. Allah lalu berfirman “Wahai Musa, kalau saja tujuh langit dan segala penghuninya kecuali Aku di tambah dengan tujuh bumi diletakkan di sebelah timbangan, dan La Ilaha illa Allah diletakkan pada sebelahnya lagi, maka timbangan itu akan condong ke La Ilaha illa Allah. (Hadis : Diriwayatkan oleh Ibn Hibban dan al-Hakim)
  2. Dalam riwayat lain Abdullah ibn Amru juga menceritakan bahwa Nabi SAW pernah bersabda “Seseorang dari umatku akan diseru pada hari Kiamat lalu dibentangkan kepadanya 99 catatan kejahatannya. Setiap catatan panjangnya sebatas mata memandang. Lalu dikatakan kepadanya “Apakah ada di antara catatan-catatan itu yang kamu pungkiri? Ataukah para penulis-Ku telah menzalimi kamu? (Dia menjawab) : Tidak ya Tuhanku. Lalu dia ditanya lagi “Adakah kamu mempunyai alasan lain (untuk tidak menerima azab) atau kamu mempunyai amal kebaikan? Orang itu kemudian menjadi takut dan menjawab : tidak. Maka dikatakan kepadanya : oh tidak, bagi Kami, kamu mempunyai satu amalan kebaikan yang menyebabkan kamu tidak akan dizalimi pada hari ini. Maka dikeluarkan kepadanya sebuah kartu yang tertulis “Asyhadu an la Ilaha illa Allah wa anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluh. Orang itu berkata “Wahai Tuhan, apa artinya satu kartu ini dibanding dengan catatan-catatan itu? Maka dikatakan kepadanya “Kamu tidak akan teraniaya. Lalu catatan-catatan itu diletakkan di atas sebelah timbangan, manakala kartu itu diletakkan di sebelahnya lagi dan ternyata kartu itu lebih berat. (Hadis Riwayat al-Tirmizi, Nasa’i, Ibn Hibban dan al-hakim).
  3. “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah, dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.”(HR. Ibnu Majah, An Nasa’I – Shohih Targhib wa Tarhib : 1526 )
  4. “Sungguh aku akan mengajarkan sebuah kalimat, tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan benar dari hatinya, lalu ia mati diatas keyakinan itu, kecuali (Allah) mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Yaitu kalimat Laa ilaha illallah. (HR. Hakim – Shohih Targhib wa Tarhib : 1528 ).
  5. Wahai orang – orang beriman, berdzikirlah kepada Allah, sebanyak – banyaknya.” (Al- Ahdzab:41)
  6. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Telah berfirman Allah Subhanahu wa ta’ala, ‘Aku adalah sebagaimana prasangka hambaku kepadaku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingatku, dan jika hambaku mengingatku dalam sendirian, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku sendiri, dan jika dia mengingatku di dalam sebuah kelompok/jama’ah, (maka) Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok tersebut, dan jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika dia mendekat kepadaku sehasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika dia mendatangiku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat’ ”
    (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah).

Ini adalah dalil keutamaan Zikir Jahar ( Suara keras terdengar orang lain sebanyak-banyaknya ) dari pada Zikir Sir ( Suara terdengar diri sendiri saja )

Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok tersebut, di sebut Majlis-Nya ALLAH SWT

  1. Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallah hil Adhiem 1000x
  2. Rasulullah Saw bersabda : “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Azhim (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072)

 

Renungkan ! ini Dalil RAW

Mahasuci Allah                       à Se-Maha Suci Dzat ALLAH SWT, Suci-Nya

Segala puji bagi-Nya,              à Sebanyak, Seluruh Pujian ALLAH SWT + Seluruh Pujian Makluk ALLAH, Seluruhnya Untuk ALLAH SWT

Mahasuci Allah Yang Maha Agungà Se-Agung Dzat ALLAH SWT, Agung-Nya

b.   Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

c.   Diriwayatkan dari Abi Dzar. Rasulullah pernah ditanya, “Perkataan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yang dipilih oleh Allah bagi para malaikat dan hamba-hamba-Nya, yaitu subhanallah wabihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya).” (HR Muslim).

d. Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa mengucapkan subhanallah wabihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

e.   Dalam musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa ketika menjelang ajal Rasulullah saw, Beliau memanggil putrinya dan berkata, “Aku perintahkan engkau agar selalu mengucapkan subhanallah wa bihamdihi, karena kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.”

f.    Bahwa suatu ketika datang seorang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.” (Diriwayatkan “Shahih Bukhari”)

  1. g.   subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi,wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya sebanyak bilangan makhlukNya, dan sebesar ridha diriNya, dan seberat ‘Arasy-Nya, dan sebanyak hitungan kalimatNya).’ (Hadis riwayat Muslim)
  2. h.   Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Nabi ﷺ bersabda, sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’ala (Maha Memberkati dan Maha Tinggi) memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka mendapati satu majelis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan [Tasbih], mengagungkan [Takbir], membesarkan [Tahlil], memuji [Tahmid] dan memohon kepada Engkau.

Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda, kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan.

Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berdzikir bersama mereka. Beliau berkata, lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.

(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Bukhari at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).

  1. ALLAHU AKBAR 1000X
  2. Nabi Muhammad saw, bersabda: “Aku tidak mampu memuji padaMu, Engkau, sebagaimana Engkau memujiMu atas DiriMu.”

“ Ini makrifat ibadah Rosulullah SAW, yang di amalkan RAW “

Artinya, “aku tidak mampu,” padahal beliau adalah makhluk paling tahu, paling mulia, dan paling tinggi derajatnya & paling utama. Justru Nabi saw, menampakkan kelemahannya, padahal beliau adalah paling tahu dan paling ma’rifat. (itulah Makritullah Sejati di sisi ALLAH SWT )

  1. b.   Ibnu Athaillah As Sakandary, Menjelaskan kalimat “Allahu akbar” :

    Pertama: Dalam “Allahu Akbar” ada penyebutan Allah Ta’ala pada diriNya Sendiri, pentauhidan, pengagungan dan penghormatan atas keagunganNya, yang lebih agung dan lebih besar dibanding penyebutan makhlukNya yang lemah, sangat butuh, dan pentauhidan makhluk kepadaNya. Karena Allah SWT-lah Yang Maha Mencukupi dan Maha Terpuji.

  2. c.  
    Kedua: Dzikir dengan Nama tersebut lebih agung dibanding dzikir dengan Asma’-asma’Nya yang lain.
    Ketiga:
    Bahwa Dzikirnya Allah Ta’ala ada di zaman Azali sebelum hambaNya ada, adalah Dzikir teragung dan terbesar, yang menyebabkan dzikirnya hamba saat ini.

    Dzikirnya Allah Ta’ala tersebut lebih dahulu, lebih sempurta, lebih luhur, lebih tinggi, lebih mulia dan lebih terhormat. Dan Allah Ta’ala berfirman : “Niscaya Dzikirnya Allah itu lebih besar.”

    Keempat: Sebenarnya mengingat Allah swt, di dalam sholat lebih utama dan lebih besar dibanding mengingatNya di luar sholat. Menyaksikan (musyahadah) pada Allah Ta’ala (Yang Diingat) di dalam sholat lebih agung dan lebih sempurna serta lebih besar ketimbang sholatnya.

Kelima: Bahwa mengingat Allah atas berbagai nikmat yang agung dan anugerah mulia, serta doronganNya kepadamu melalui ajakanNya kepadamu agar taat kepadaNya, adalah nikmat paling besar dibanding dzikir anda kepadaNya, dengan mengingat nikmat-nikmat itu, karena anda semua tidak akan pernah mampu mensyukuri nikmatNya mengingat nikmat-nikmat itu, karena anda semua tidak akan pernah mampu mensyukuri nikmatNya

  1. d.    Alkisah Ibn Abbas ra menuturkan, ketika Allah menciptakan Arsy dan meminta para malaikat untuk memikulnya, mereka merasakan betapa berat Arsy tersebut. Allah meminta mereka untuk membaca  “SUBHANALLAH”, dan mereka merasakan memikul Arsy menjadi lebih ringan. Malaikat-malaikat pun terus menerus membaca nya hingga Allah SWT menciptakan Nabi Adam A.S. Ketika nabi Adam bersin Allah mengilhamkannya untuk membaca ALHAMDULILLAH dan Allah menjawab “Yarhamuk Rabbuk”. Para malaikat menyambungkan kedua kalimat ALlah tersebut sehungga sepanjang masa mereka mengucapkan”SUBHANALLAH wa Alhamd li ALlah  Malaikat terus membaca kalimat tersebut hingga  Alah mengutus Nabi Nuh. Nabi Nuh diperintah Allah agar menyuruh Kaumnya menyebut LA ILAHA ILLA ALLAH

    Malaikat pun menggabungkan kalimat ketiga itu sehingga menjadi “SUBHANALLAH WA ALHAMDULILLAH wa LA ILAHA ILLALLAH” yang di dengungkan sepanjang masa hingga ALlah mengutus Nabi Ibrahim. ALlah SWT mengilhami Nabi Ibrahim untuk mengurbankan anak kesayangannya dan Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba. Ia pun berkata  ALLAHU AKBAR.  Para Malaikat menggabungkan ketiga kalimat ALlah sebelumnya dengan kalimat itu sehingga menjadi  “SUBHANALLAH WA ALHAMDULILLAH wa LA ILAHA ILLALLAH ALLAHU AKBAR“. Sewaktu malaikat Jibril menceritakan hal ini kepada Rasulullah SAW karena kekagumannya kepada para Malaikat yang taat beliau berkata “LA HAWLA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH AL ALI AL AZHIM“. Maka Jibril berkata “Ini adalah kalimat penutup dari empat kalimat sebelumnya.”

d. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ketika berdiri hendak shalat beliau bertakbir hingga berdiri, kemudian beliau bertakbir ketika akan ruku’, kemudian membaca sami’allahu liman hamidah ketika bangkit dari ruku’, kemudian membaca rabbanaa lakal hamdu, kemudian beliau bertakbir ketika akan turun, kemudian bertakbir lagi ketika mengangkat kepala, kemudian bertakbir ketika sujud, kemudian bertakbir lagi ketika mengangkat kepala. Begitulah yang ia lakukan dalam setiap shalat sampai selesai, dan bertakbir lagi ketika bangkit raka’at kedua setelah duduk tasyahhud.” [Shahih al-Bukhari no 789, Shahih Muslim no 392]

e. Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan “Agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya’’. (QS al-Isra: 111)

  1. Astaqfirullah 1000x

a. “Maka Aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun”. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh [72]: 10-12)

b. Sabda Rasulullah, “Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” (HR Abu Daud no. 1520 dan Ibnu Majah no. 3951)

c. Diberi kenikmatan yang baik terus-menerus. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat,” (QS Hud [11]: 3).

d. Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat,” (QS An Naml [27]: 46).

e. Menolak bala dan bencana. Firman-Nya, “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun,” (QS Al Anfaal [8]: 33).

f. Dihapus kejelekannya dan diangkat derajatnya. Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS An-Nisa’ [4]: 110).

g. “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari no. 6306) “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”

h. Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata, ’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

I.    Katakanlah, ‘Hai hamba-hambaKu yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53).

j.   Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa, & ia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yg dapat mengampuni dosa atau memberi siksa karena dosa.’ Kemudian orang tersebut berbuat dosa lagi & ia berdoa; ‘Ya Allah, ampunilah dosaku! ‘ Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, & ia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yg mengampuni dosa atau menyiksa hamba-Nya karena dosa. Oleh karena, berbuatlah sekehendakmu, karena Aku pasti akan mengampunimu (jika kamu bertaubat).’ Abdul A’la berkata; ‘Saya tak mengetahui apakah Rasulullah berkata:’Berbuatlah sekehendakmu’ pada kali yg ketiga atau ke empat. Abu Ahmad berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Zanjuyah Al Qurasyi Al Qusyairi telah menceritakan kepada kami ‘Abdul A’la bin Hammad An Narsi dgn sanad ini. Telah menceritakan kepadaku ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepadaku Abul Walid telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah dia berkata; Dulu, di Madinah ada seorang yg berkisah, dia biasa dipanggil dgn Abdurrahman bin Abu Amrah dia berkata; aku mendengarnya berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:Seorang hamba melakukan dosa..-yang semakna dgn Hadits Hammad bin Salamah dgn menyebutkan lafazh; – ‘telah melakukan dosa, ‘ sebanyak tiga kali. Dan di ketiga kalinya beliau menyebutkan; ‘Aku (Allah) telah mengampuni hambaku, maka berbuatlah sekehendaknya.’ [HR. Muslim No.4953].

k. Diriwayatkan bahawa pada zaman Rasulullah s.a.w, Umar Ibnu Khattab salah seorang sahabat terdekat Rasullulah s.a.w menangis di depan pintu salah seorang isteri Rasullulah, yang didalamnya ada Rasulullah s.a.w. Mendengar suara, Umar Ibnu Khattab berada di luar, maka Rasulullah s.a.w segera keluar dan bertanya kepada Umar Ibnu Khattab, “Hai Umar kenapa engkau menangis?”

Kemudian Umar menjawab: “Wahai Rasulullah, bersamaku ada seorang pemuda yang telah membuat hatiku sedih dengan tangisnya.”

Lalu Rasulullah s.a.w memerintahkan Umar agar membawa masuk anak muda tersebut ke dalam. Atas perintah tersebut, Umar Ibnu Khattab lalu mengajak pemuda yang datang bersamanya sambil keduanya tetap menangis.

Pemuda itu disuruh duduk di depan Rasulullah s.a.w dan Umar Ibnu Khattab duduk di sebelahnya. Rasulullah s.a.w kemudian bertanya: “Hai pemuda, kenapa engkau menangis?”

Pemuda itu menjawab sambil tetap menangis: “Wahai Rasulullah, dosaku sangat besar dan aku takut Allah memurkaiku”

“Apakah engkau telah menyekutukan Allah dengan sesuatu?” tanya baginda s.a.w.

“Tidak, ya Rasul,” sahut pemuda itu sambil tetap menangis.

“Apakah engkau telah membunuh seseorang dengan alasan yang tidak benar?” Rasulullah s.a.w kembali bertanya.

“Tidak ya Rasul,” sahut pemuda itu sambil terus menangis.

Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: “Sungguh, dosamu sebesar apa pun, Allah akan mengampuninya, sekalipun memenuhi langit dan bumi.”

“Sungguh dosaku lebih besar dari itu, ya Rasul,” sahut pemuda itu.

“Apakah besar dosamu melebihi Arasy? Besar mana dengan Arasy?” tanya baginda s.a.w lagi.

“Dosaku sangat besar, ya Rasulullah.” “Lalu besar mana dosamu dengan keagungan, ampunan, dan rahmat Allah?” tanya Rasulullah SAW

“Tentu keagungan, ampunan, dan rahmat Allah lebih besar. Tetapi dosaku sangat besar, ya Rasulullah” jawabnya diantara esakan tangisan.

Kerana kurang mengerti maksud pengakuan dari pemuda itu, akhirnya Rasulullah s.a.w mendesaknya, “Cuba katakan dosa apa yang pernah kau perbuat?”

“Aku malu menyebutnya, ya Rasulullah…” kata si pemuda itu.

Kerana Rasulullah s.a.w terus mendesak pemuda itu untuk mengatakan dosanya secara jujur. Maka dengan perasaan malu dan takut, pemuda itupun menceritakan dosa yang dilakukannya.

“Wahai Rasulullah, aku ini seorang penggali kubur, sejak tujuh tahun lalu. Hingga meninggalnya puteri dari seorang sahabat Ansar. Melihat kecantikan dan kemontokan tubuhnya, nafsu berahiku memuncak. Setelah kuburan sepi, ku bongkar kuburnya dan ku telanjangi mayat gadis itu. Setelah ku cumbui, nafsu berahiku tak dapat ku tahan, lalu ku setubuhi. Ketika itu mayat gadis itu (diizinkan Allah) berkata, “Tidakkah kau malu kepada Allah, pada hari Allah menghukumi orang-orang berbuat zalim, sementara engkau menelanjangiku dan menyetubuhiku diantara orang-orang yang telah mati. Engkau membuatku dalam keadaan junub dihadapan Allah!”

Mendengar pengakuan dari si pemuda itu, Rasulullah s.a.w segera bangkit berdiri dan meninggalkannya, seraya berseru: “Hai pemuda fasik, pergilah! Jangan engkau dekati aku! Nerakalah tempatmu kelak!”

Pemuda itu pun segera keluar meninggalkan rumah Rasulullah s.a.w seraya menangis. Dia berjalan dengan arah tak menentu keluar kampung. Sampailah dia di padang pasir yang luas lagi panas. Tujuh hari lamanya ia tidak makan dan minum kerana penyesalan dan kesedihan yang sangat mendalam hingga lemahlah keadaan tubuhnya tak kuasa lagi berjalan, lalu kemudian jatuh tersungkur di tempat itu. Di atas pasir ia bersujud kepada Allah, lalu berdoa dan memohon ampunanNya dalam tangisnya.

“Ya Allah, aku adalah hambaMu yang telah berbuat dosa besar. Sekarang aku datang ke pintuMu, agar Engkau berkenan menjadi penolongku disisi kekasihMu. Sungguh Engkau Maha Pemurah kepada hamba-hambaMu dan tiada tersisa harapanku kecuali kepadaMu. Ya Allah Tuhanku, sudilah menerima kehadiranku, kalau tidak datangkanlah apiMu dari sisiMu, dan bakarlah tubuhku dengan apiMu di dunia ini, daripada Kau bakar tubuhku di akhirat nanti.”

Setelah itu Malaikat Jibril a.s datang kepada Rasulullah s.a.w. Usai menyampaikan salam dari Allah, Jibril a.s berkata: “Wahai Muhammad, Allah s.w.t bertanya kepadamu, “Apakah engkau yang menciptakan makhluk?”

“Bahkan Dialah yang menciptakan diriku dan mereka,” jawab Rasulullah s.a.w.

“Apakah engkau memberi rezeki kepada mereka?” tanya Jibril a.s.

“Rasulullah s.a.w menjawab: “Bahkan Dia memberi rezeki padaku dan mereka.”

“Apakah engkau menerima taubat mereka?” tanya Jibril a.s untuk kali yang sekiannya”

“Bahkan Dia yang berhak menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya” ujar Rasulullah s.a.w.”

Jibril a.s lalu berkata, Allah berfirman kepadamu; “Telah datang kepadamu seorang hambaKu dan dia menerangkan satu dosa dari beberapa dosanya, maka kamu berpaling (marah) kepadanya daripada dosanya, maka bagaimana keadaan orang-orang mukmin kelak, apabila mereka datang dengan dosa yang banyak lagi besar ibarat gunung yang besar? Engkau adalah utusanKu yang Aku utus sebagai rahmat untuk seluruh alam. Maka jadilah kamu orang yang sayang menyayangi pada semua orang yang beriman, menjadi penolong bagi orang-orang yang telah berdosa dan memaafkan ketelanjuran dan kesalahan mereka (hambaKu); kerana sesungguhnya Aku telah mengampunkannya (menerima taubatnya) dan dosanya.”

Kemudian Rasulullah s.a.w. mengutus beberapa orang sahabat, maka mereka temui pemuda tersebut lalu memberikan khabar gembira kepadanya dengan maaf dan ampunanNya. Lalu mereka membawa pemuda tersebut berjumpa Rasulullah yang mana ketika itu beliau (Rasulullah) sedang menunaikan sembahyang Maghrib, dan merekapun bermakmum di belakangnya.

Ketika Rasulullah s.a.w. membaca surah Al Fatihah yang dilanjutkan dengan surah At-Takaatsur (Al Haakumuttakaatsur), sesampai baginda membaca ‘Hattaa Zurtumul Maqaabir’ (Kamu telah dilalaikan sehingga kamu masuk kubur), maka berteriaklah pemuda itu dengan keras sekali langsung jatuh. Ketika mereka selesai sembahyang, mereka dapati pemuda itu telah meninggal dunia.

m. Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman : Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa diantara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun . Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin diantara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka diantara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir semunya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah mencela kecuali dirinya.

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ibn Majah)

  1. Solla Allah Ala Nur Muhammad 1000x

a.          Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya menyampaikan/mohonkan rahmat atas Nabi wahai orang orang yang mereka beriman mohonkan rahmat atasnya dan mohonkan kesejahteraan penghormatan (QS.Al Ahzab 56)

b.          “Barangsiapa bershalawat untukku dipagi hari sepuluh kali dan di petang hari sepuluh kali, mendapatlah ia syafa’atku pada hari qiamat.” (HR. Al-Thabrânî)

c. “Manusia yang paling utama terhadap diriku pada hari qiamat, ialah manusia yang paling banyak bershalawat untukku.” (HR. Al-Turmudzî).

d.  “Jibril telah datang kepadaku dan berkata: ‘Tidakkah engkau ridha (merasa puas) wahai Muhammad, bahwasanya tak seorang pun dari umatmu bershalawat untukmu satu kali, kecuali aku akan bershalawat untuknya sebanyak sepuluh kali? Dan tak seorang pun dari umatmu mengucapkan salam kepadamu, kecuali aku akan meng-ucapkan salam kepadanya sebanyak sepuluh kali?!

(HR. Al-Nasâ’i dan Ibn Hibban, dari Abû Thalhah).

e. “Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.”

 (HR. Muslim dan Abû Dâud dari Abû Hurairah).

f. “Doa itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wasallam.”(HR. Thabani).

g.  Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku. 

Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.” 

 

Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” 

 

Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.” 

 

Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

Kisah Solawat :

  1. 1.     SEORANG SUFI DAN PENJAHAT Konon seorang sufi menceritakan pengalaman hidupnya tentang keajaiban dari shalawat Nabi SAW. Ia menuturkan bahwa ada seorang penjahat yang sangat melampaui batas yang kehidupannya hanya diisi dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Demikian tenggelamnya penjahat itu ke dalam lumpur kemaksiatan seperti kebiasaan mabuk-mabukan, ia tidak bisa lagi membedakan mana hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Sang sufi lalu menasehati sang penjahat agar ia tidak mengulangi lagi kedurhakaannya, dan segera bertobat pada Allah SWT. Namun demikian, penjahat tetaplah penjahat, nasehat sang sufi tidaklah digubrisnya. Ia tetap bersikeras untuk melakukan perbuatan-perbuatan bejatnya sampai sang ajal datang menjemputnya. Sang penjahat, menurut sufi, benar-benar yang bernasib tidak baik karena ia tidak sempat mengubah haluan hidupnya yang hina dan bahkan tidak sempat bertobat. Secara logis, sang sufi mengatakan bahwa si ​​penjahat akan dijebloskan Allah SWT ke dalam azab neraka. Namun apa yang terjadi? Pada suatu malam, sang sufi bermimpi, ia melihat sang penjahat menempati posisi yang amat tinggi dan mulia dengan memakai pakaian surga yang hijau yang merupakan pakaian kemuliaan dan kebesaran. Sang sufi pun terheran-heran dan bertanya pada sang penjahat, “Apakah gerangan yang menyebabkanmumendapatkan martabat setinggi ini?” Sang penjahat menjawab, “Wahai sang sufi, ketika aku hadir di suatu majelis yang sedang melakukan dzikir, aku mendengarkan

    orang yang alim yang ada disitu berkata, “Barangsiapa yang bershalawat atas Nabi Muhammad SAW niscaya menjadi wajib baginya mendapatkan surga.” Kemudian sang alim itu mengangkatkan suaranya demi membacakan shalawat atas Nabi SAW dan aku pun beserta orang-orang yang hadir disekitarnya mengangkat suara untuk melakukan hal yang sama. Maka, pada saat itulah, aku dan kami semua diampuni dan dirahmati oleh Allah SWT Yang Maha Pemurah terhadap nikmatNya.

 

  1. 2.     Dikisahkan ketika sedang melakukan thawaf Sufyan Ats tsauri melihat seorang laki-laki yang ketika mengangkat atau meletakkan kakinya selalu membaca shalawat. la kemudian menegur laki-laki itu, “Hai, apakah kamu telah meninggalkan bacaan tasbih (Subhaanallah) dan tahlil  (La ilaaha illallah) sehingga kamu hanya membaca shalawat? Apakah kamu memiliki keterangan tentang hal itu?”

Laki-laki itu kemudian menjelaskan sesuatu kepada Sofyan. Konon, ketika dia pergi haji bersama ayahnya, tiba-tiba ayahnya jatuh sakit hingga meninggal dunia. Namun, laki-laki itu sangat terkejut karena tiba-tiba wajah ayahnya berubah sangat hitam. la sangat sedih sekali. la pun segera menutupinya dengan sebuah kain. Tak lama kemudian, ia tertidur.

Dalam tidurnya, ia bermimpi ada seorang yang sangat bagus rupanya, sangat bersih pakaiannya, dan harum baunya mendekati jenazah ayahnya. Orang itu mengusap wajah ayahnya. Seketika itu juga wajah ayahnya kembali menjadi putih. Lalu dia bertanya padanya, “Siapakah Anda?”

Orang itu menjawab, “Muhammad saw yang membawa Al-Quran. Semasa hidupnya, ayahmu banyak melakukan dosa dan menuruti hawa nafsunya. Namun, ayahmu banyak membaca shalawat untukku. Dalam keadaan demikian, ayahmu meminta bantuanku. Aku pun segera datang menolongnya.”

Tak lama kemudian, laki-laki itu terbangun dari tidurnya. la sangat terkejut ketika mendapati wajah ayahnya kembali menjadi putih seperti yang dilihatnya dalam mimpi.

Jenis Solawat di Masyarakat :

       Shalawat Ibrahimiyyah. Shalawat ibrahimiyyah ini banyak sekali manfaatnya, apa lagi dibaca secara istiqomah. Shalawat ini juga bisa dipakai untuk menghilangkan perasaan gentar dalam mengahadapi seseorang. Yang paling mendasar adalah untuk menangkal fitnah, sehingga bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan kedamaian dan kesejahteraan.

Shalawat Nurul Qalbi. Shalawat ini pada intinya adalah untuk menynari hati, tetapi juga dapat di pakai untuk praktek yang lain. Seperti dipakai untuk perantara dalam memohon agar di beri kemudahan dalam mencari rizqi untuk mencukupi keluarganya sehari – hari.

Shalawat Nurudzdzati. Shalawat ini disusun oleh sayid Hasan As-Sadzili. Shalawat ini memiliki banyak manfaat, diantaranya: Untuk memperoleh simpati dari orang banyak, untuk menghindari sihir atau santet dan keuntungan – keuntungan yang lain.

Shalawat Khamaliyah. Fadilah shalawat ini banyak untuk siapa saja yang mengamalkannya. Jika dibaca sekali maka pahalanya sama dengan membaca 10.000 kali. Kalau dibaca sampai 700 kali kama shalawat ini dapat menjadi sandera bebas dari neraka. Bila ingin mendapat anak shalih, maka shalawat ini sangat cocok untuk di amalakan setiap hari dibaca sebanyak – banyaknya.

Shalawat Nurul anwar. Diantara hikmah shalawat ini adalah dapat melapangkan dari segala problem keruwetan urusan dunia. Sedangkan hikmahnya yang lain adalah untuk memudahkan pemahaman bagi setiap orang yang menuntut ilmu, dan dapat dilakukan hajat – hajat yang lain sesuai dengan keinginan orang yang mengamalkannya.

Shalawat Al-Fatih. Shalawat ini banyak sekali khasiatnya dan belum banyak dikenal orang. Shalawat ini disusun oleh Syaik Ahmad Attijani, Adapun hikmahnya yang lain adalah; Menghapus dosa selama 400 tahun,  Barang siapa membaca shalawat Al-fatih ini satu kali, pahalanya sama dengan shalawat (biasa) 1000 kali, bahkan ada yang berpendapat pahalanya 600.000 kali.

Shalawat Jauharatul Kamal, Shalawat ini banyak sekali khasiatnya dan belum banyak dikenal orang. Shalawat ini disusun oleh Syaik Ahmad Attijani, Adapun hikmahnya yang lain adalah; saat berzikir / bersolawat 12X di temani, Baginda Rosulullah SAW, 4 Sahabat khulafaur Rasidin, dan Syaik Ahmad Attijani, dan di catat sebagai Waliyullah yang martabatnya di atas Wali Qutub / Ghaus. Silakan baca keutamaan Torekoh Attijani.

Shalawat Lihifdzil qur’an. Shalawat ini mengandung hikmah dalam menghafalkan Al-Qur’an, lalu sebagaimananya orang yang sedang menuntut ilmu, Insya Allah akan mudah menyerap dan menghafal ilmu yang diberikan oleh sang guru, dosen maupun kyai. Juga bisa dipakai untuk menjaga barang agar tidak diambil oleh pencuri.

Shalawat Nariyah. Shalawat ini termasuk diantaranya shalawat yang banyak mengandung hasiat dan ampuh. Sudah banyak orang yang membuktikan tentang keampuhan shalawat nariyah. Shalawat ini sudah tidak asing lagi dalam kehidupan para santri dan kyai, karena sudah menjadi wiridan mereka. Bahkan tidak jarang digunakan untuk mengobati orang sakit. Biasanya untuk orang – orang tertentu agar hajatnya berhasil ia mengamalkan shalawat ini dengan dibaca 4444 kali, baik dibaca sendirian atau dibaca dengan orang banyak. Juga bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain sesuai dengan hajat (keinginan) orang yang mengamalkannya, tentunya terhadap hal – hal yang ma’ruf.

Shalawat Badriyyah. Shalawat (badar) ini terdiri dari 28 bait. Shalawat ini mengandung banyak keutamaan dan manfaat yang sangat berguna bagi orang yang mengamalkannya. Terutama untuk keamanan diri, melapangkan rizqi dan memudahkan dalam segala urusan.

Shalawat Munjiyat. Shalawat ini sudah tidak asing lagi dikalangan kaum muslimin, karena khasiatnya yang luar biasa inilah yang membuat banyak mengamalkannya. Biasanya shalawat ini dipakai wiridan untuk mengharapkan sesuatu yang dihajatkannya agar cepat terkabul, misalnya agar berhasil dalam bekerja, dalam meraih posisi, berhasil dalam ujian dan hajat – hajat lain yang bersifat ma’ruf.

Shalawat Fatimah az – zahra. Sayid abdul aziz ad-dabbagh telah meriwayatkan, bahwa shalwat ini yang berasal dari fatimah ra. Ia membicarakan shalawat ini secara panjang lebar dalam bukunya yang berjudul “Al – Ibriz”. Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin mengetahui lebih mendalam, maka hendaknya menelaah kitab tersebut. Adapun hikmah yang lainnya adalah: Bila shalawat ini di baca setiap hari secara istiqomah, Insya Allah dirinya tidak sampai kekurangan makan, alias melarat.

Shalawat Thibbul qulub. Ini merupakan shalawat penerang hati yang sedang dilanda keruwetan karena mengalami berbagai masalah. Shalawat ini banyak kegunaan diantaranya adalah: Untuk mengatasi masalah – masalah berat yang tidak mungkin bisa diselesaikan secara akal. Shalawat ini juga dapat digunakan untuk keperluan lain, misalnya untuk keamanan diri dari gangguan kejahatan.

Shalawat Akbar, Shalawat ini mengandung Rahasia Akbar, tentang Mahabatullah, Mahabatur Rosulullah SAW, Mahabah ke 25 Rosul-Nya ALLAH SWT, Berisi doa Permintaan Rahmat Yang Paling Agung, Ridlo yang Paling Agung, Keselamatan yang paling Agung, Penjagaan yang Paling Agung, Rizki yang paling Akbar, Mahabah dari ALLAH SWT yang paling agung, Safaat yang Paling Agung, Ampunan Yang Paling Agung, dan Perjumpaan kepada ALLAH SWT, Sebagai Nikmat yang Paling Agung. Termasuk dalam Solawat ini ada Pujian kepada ALLAH SWT, hingga Martabat Puji Qodim bagi Qodim Hingga Baqo Kekal Selama—Nya.

“Shalawat NUR MUHAMMAD”, Shalawat ini mengandung Rahasia-nya – Rahasia Baginda Rosulullah SAW, karena NUR MUHAMMAD adalah bathinnya Baginda Rosulullah SAW, Keutamaannya, adalah Menjadi Manusia NUR disisi ALLAH SWT, Ciri-ciri di saat bersolawat adalah tenggelam di dalam Lautan Nur Muhammad, hingga sering tidak terlihat pandangan orang. Ridlo ALLAH yang Akbar dalam Shalawat Nur Muhammad dan siapapun pengamal-nya, Pengamalnya yang istiqomah sepanjang waktu mengamalkannya di selimuti Nur Muhammad atas izin ALLAH SWT. “ Subhanallah” hanya itu Ucapan untuk mengungkapkan Shalawat Nur Muhammad ini.Solawat Akbar dan Solawat Nur Muhammad di sebarkan oleh Muassis RAW sebagai hadiah Cinta ALLAH SWT kepada semua Rosul-Nya beserta Umat-nya semuanya.

 

Catatan : Semua Kelebihan dan keistimewaan Shalawat atas izin ALLAH SWT

 

  1.   SALAMUN QOULAN MIR ROBBIR ROHIEM 1000x

a. Salam-Nya ALLAH SWT kepada semua Ahli Surga.

b. Salam-Nya ALLAH SWT kepada semua Ahli Melihat Wajah ALLAH SWT.

c. Salam-Nya ALLAH SWT Tertulis di Pintu Ka’bah dan Pintu Surga.

d. Salam-Nya ALLAH SWT kepada Seluruh Waliyullah-Nya

e. Salam-Nya ALLAH SWT kepada seluruh Nabi dan Rosul-Nya

f. Salam-Nya ALLAH SWT kepada Baginda Rosullah SAW

g. Salam-Nya ALLAH SWT kepada Nur Muhammad-Nya.

Itulah Rahasia Salam-Nya ALLAH SWT, ( di Sebut Jantung-Nya Kalamullah atau jantung-Nya Qur’an )

Mari kita amalkan karena ALLAH SWT dan untuk ALLAH SWT, Untuk memuliakan ALLAH Azza Wa Jalla dan Semua yang di Muliakan-Nya.

  1.  ALHAMDULILLAH
    1. “…dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur terhadap (nikmat)-Ku.”(QS. Al-Baqarah: 152)
    2. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik dzikir adalah Laa ilaha illallah, dan sebaik-baik doa adalah Alhamdulillah.” (HR.At-Tirmizi)

c.Dari Abu Malik al-Asy’ari ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Bersuci adalah separuh dari iman, bacaan Alhamdulillah memenuhi timbangan, sedang Subhanallah dan Alhamdulillah memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi.(HR Muslim)

e. Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya kaum fakir dari golongan para sahabat Muhajirin mendatangi   Rasulullah saw. lalu berkata: Orang-orang yang memiliki harta banyak itu sama pergi yakni meninggal dunia dengan membawa derajat yang tinggi-tinggi dan kenikmatan yang kekal. Sebabnya ialah karena mereka bersembahyang sebagaimana kita bersembahyang, mereka berpuasa sebagaimana kita berpuasa, lagi mereka mempunyai kelebihan dari harta-harta mereka dan dapat mereka gunakan untuk beribadat haji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Beliau saw. lalu bersabda:

Maukah kalian aku ajari sesuatu yang dengannya kalian dapat mencapai pahala orang yang telah mendahuluimu dan dapat mendahului orang yang sesudahmu. Juga tiada seorang pun yang lebih utama pahalanya daripada kalian, selain orang yang mengerjakan yang kalian kerjakan?

 

Mereka menjawab: Baiklah, ya Rasulullah. Beliau saw. bersabda:

 

Hendaklah kalian membaca tasbih, tahmid dan takbir sehabis shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.

 

e. Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda : “Allah SWT tidak memberi suatu nikmat kepada seorang hamba, kemudian ia mengucapkan Alhamdulillah, kecuali Allah SWT menilai ia telah mensyukuri nikmat itu. Apabila dia mengucapkan Alhamdulillah yang kedua, maka Allah SWT akan memberinya pahala yang baru lagi. Apabila dia mengucapkan Alhamdulillah untuk yang ketiga kalinya, maka Allah SWT mengampuni dosa²nya” (HR. Hakim dan Baihaqi)

f. Dari Ibnu Umar ra., Rasulullah SAW bersabda : “Perbanyaklah kalian membaca Alhamdulillah, karena sesungguhnya bacaan Alhamdulillah itu mempunyai mata dan sayap yang selalu mendoakan didalam surga dan memohonkan ampunan bagi yang membacanya sampai hari kiamat” (HR. Dailami)

 

g. Didalam Hadits Lain : “Barang siapa mengucapkan Subhanallah, maka baginya sepuluh kebaikan, barang siapa mengucapkan La Ilaha Illallah, maka baginya ditulis duapuluh kebaikan, dan barang siapa mengucapkan Alhamdulillah, maka baginya dituliskan tiga puluh kebaikan” (HR. Ibnu Asakir)

h. Dan dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Allah SWT tidak memberikan nikmat kepada seorang hamba, kemudian ia memuji Allah SWT atas nikmat-Nya,kecuali pujiannya itu lebih utama dari nikmat itu, meskipun kenikmatan itu besar” (HR. Tabrani) Subhanallah…

  1. Dari Anas ra. Rosululloh S.A.W bersabda :

” Andaikan isi dunia ini dikuasai oleh seorang laki-laki dari umatku, kemudian ia mengucapkan Alhamdulillah , maka ucapan Alhamdulillah  lebih utama daripada dunia dan seluruh isinya itu’

  1. Nabi Muhammad S.A.W bersabda :

” Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

  1. Nabi Dawud a.s bersabda :

” Ya tuhanku , tidak ada satu rahmat pun pada diri anak adam, kecuali diatas dan dibawah rambut itu ada nikmat, maka dengan apa anak Adam dapat mensykuri nikmat itu? Kemudian Alloh S.W.T berfirman kepadanya, ‘Hai Dawud , sesungguhnya Aku telah memberi nikmat yang sangat banyak, namun Aku rela dengan pujian yang sedikit. dan sesungguhnya syukurmu atas nikmat itu adalah kamu mengerti dan mengakui bahwa nikmat-nikmat yang telah kamu terima itu dari Aku. Selanjutnya ‘ Nabi Dawud a.s berkata : ” ya tuhanku, bagaimana aku bisa bersykur kepada-Mu, sementara syukur itu juga merupakan nikmat dari-Mu kepadaku? Alloh S.W.T berfirman, ‘sekarang engkau telah bersyukur kepada-Ku hai Dawud.”

  1. Riwayat Nabi Musa AS. bersabda:

” Ya Tuhanku, kapankah aku bisa menghaturkan pujian dan syukur kepada Mu? Sedangkan pujian dan syukur-ku adalah nikmat dari-mu juga?  Maka Alloh berfirman kepada Nabi Musa a.s , “ketika kamu mengerti bahwa dirimu tidak mampu memuji-Ku , maka kamu benar-benar telah memuji-Ku.”

6 Januari 2015 0 Komentar

JALAN KE NERAKA DAN JALAN KE SURGA

XI.    JALAN KE NERAKA DAN JALAN KE SURGA

 

A.   JALAN KE NERAKA

 

a.   Iri hati                   : Tidak suka apabila orang lain mendapat nikmat dari ALLAH SWT.

b.   Sombong      : Merasa hanya dirinya yang lebih baik dari orang lain dari segi apapun.

c.   Takabur       : Merasa bahwa dirinya yang lebih baik dari orang lain dari segi apapun.

d.   Ujub            : Pamer dengan ibadahnya kepada Makluk ALLAH.

e.   Riya             : Beribadah hanya untuk di lihat makluk Allah

f.    Hasud          : Terbawa / terpengaruh ucapan orang awam, kemudian menjelekan orang lain

g.   Tamak dunya         : Di hatinya yang ada hanya makluk ALLAH, harta, tahta wanita, bukan untuk ALLAH

h.   Dengki                   : Tidak suka sama orang lain karena sebab atau tanpa sebab

i.    Cinta dunia  : Mencintai dunia dan isinya lupa ibadah kepada ALLAH / lupa kehidupan akerat

j.    Menjadi iblis          : Orang yang sedang marah dan emosi di sebut menjadi iblis, karena iblis ada di 

                          Darah orang  yang marah.

 

Dalil akli dan nakli : Menjadi iblis

 

Ucapan iblis ke Nabi Musa as :

 

a.      “Tahukah Kamu Musa, kenapa manusia bisa marah-marah hingga sangat marah sekali? Penyebabnya adalah AKU yang sedang berada di hatinya. Aku bisa masuk ke dalam pembuluh darah manusia”.

  1. b.      Rasulullah bersabda . “Sesungguhnya setan  berjalan  di  tubuh  anak  adam  pada  peredaran  darah,  aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua, sehingga timbul prasangka yang buruk.” (Bukhori 4:240,Muslim 2174-2175)

 

  1. c.       Setan itu suka mengadu domba antar sesama kita sebagaimana dijelaskan oleh  hadist  yang  diriwayatkan  Sulaiman  bin  Sird,  Ia berkata: “Saya pernah duduk bersama Rasulullah di sana ada dua orang  yang  sedang  saling  mencaci.  Salah  satu  dari  keduanya wajahnya merah dan ototnya mengeras karena marah.”Rasulullah besabda  :  “  Akan  aku  ajarkan  satu  kalimat  yang  dapat menghilangkan  marah  ketika  diucapkan.  Seandainya  dia mengucapkan:  “Aku  berlindung  kepada  Allah  dari  setan  yang terkutuk”, maka hilanglah marahnya.” (Bukhori 10:431)

 

  1. B.  JALAN KE SURGA
    1. a.   Faqir illa Allah                     :

Tidak Mengakui memiliki amal ibadah di hadapan ALLAH SWT, Hidup-Mati dan isinya termasuk niat & Perbuatan Milik ALLAH SWT Sepenuhnya, Semuanya di tujukan hanya untuk ibadah meng-Agungkan ALLAH SWT

  1. b.   Fana Billah                           :

Tidak ada harga diri di hadapan ALLAH SWT, Merasakan diri Maha Hina & Maha Rusak, Maha tidak berharga di hadapan ALLAH SWT

  1. c.   Baqo Billah                                    :

Berkekalan bersama ALLAH SWT dalam ibadah memuji kepada ALLAH SWT

  1. d.   Berwakil kepada ALLAH SWT          :

Berwakil kepada ALLAH SWT untuk Semua Jenis Ibadah kepada  ALLAH SWT, Khususnya di dalam memuji ALLAH SWT agar Pujiannya Sempurna, Se-sempurna Tasbihnya ALLAH sendiri kepada dirinya sendiri, Sejak Qodim hingga Baqo Kekal selama-Nya

 

 

6 Januari 2015 0 Komentar

URUTAN AMALAN ILMU PENSUCIAN & PENYEMPURNAAN ALLAH SWT SEHARI-HARI

  1. XI.      URUTAN AMALAN ILMU PENSUCIAN & PENYEMPURNAAN ALLAH SWT SEHARI-HARI

No

URUTAN HADIAH DOA ILMU PENSUCIAN DAN PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

CARANYA

KAPAN WAKTUNYA

PENYERAHAN KEPADA ALLAH SWT

1 DZAT ALLAH SWT

HAKEKAT BERJAMAAH DAN BERWAKIL KEPADA ALLAH SWT

SETELAH SOLAT 5 WAKTU

SETELAH ISTIQGOSAH DI MALAM HARI 1 X  DAN DI SIANG HARI 1X

SAAT DI PERLUKAN MENOLONG SAUDARA YANG WAFAT

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
2 NUR ALLAH

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
3 NUR MUHAMMAD

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
4 ROSULULLAH SAW

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
5 MUASSIS RAW

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
6 MUASIS RAW : GENERASI II,III DAN SETERUSNYA SAMPAI KIAMAT.

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
7 KELUARGA MUASIS RAW DARI NABI ADAM AS HINGGA KIAMAT

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
8 KHOLIFAH RAW

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
9 JAMAAH RAW

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
10 DIRI SENDIRI ; LAHIR BATHIN, NYAWA, NAFSU, HATI, AKAL, JIWA, RUH , QORIN DLL

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
11 KELUARGA SENDIRI DARI NABI ADAM AS HINGGA KIAMAT

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
12 PARA NABI DAN PARA ROSUL ALLAH

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
13 PARA WALIYULLAH YANG TIDAK DI TULIS MARTABATNYA DI LAUFUL MAHFUS

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
14 SELURUH WALIYULLAH

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
15 SELURUH MALAIKAT ALLAH

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
16 SELURUH RIJALUL GHAIB, GHOIBUL GHAIB, MAKLUK GHAIB KEKASIH ALLAH

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
17 SELURUH JIN, KHODAM DAN SEMUA MAKLUK GHAIB

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
18 SARIPATI TANAH, SARIPATI AIR,  SARIPATI API, SARIPATI ANGIN, SARIPATI NUR

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
19 SELURUH MUKMIN DAN MUKMINAT YANG HIDUP, YANG MATI DAN YANG BELUM DI LAHIRKAN

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
20 SELURUH YANG PERNAH DI DHOLIMI OLEH KITA SEMUA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
21 SELURUH YANG BERBUAT BAIK KEPADA KITA SEMUA DALAM URUSAN DUNIA AKERAT, TERLEBIH RIDLO ALLAH SWT

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
22 ALAM KUBUR DAN MAKLUK ALLAH DI ALAM KUBUR  ; API KUBUR, BINATANG KUBUR, MALAIKAT PENJAGA KUBUR, MUNKAR, NAKIR, DLL

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
23 NERAKA DAN MAKLUK ALLAH DI NERAKA  ; API NERAKA, BINATANG KUBUR, AIR NERAKA, BUAH NERAKA,PENJAGA NERAKA, MALAIKAT ZABANIYAH, MALAIKAT MALIK, DLL

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
24 SURGA DAN SEMUA MAKLUK ALLAH DI SURGA, BUAH-BUAH DI SURGA, BIDADARI SURGA, MALAIKAT-MALAIKAT SURGA DLL.

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
25 KURSI , ARAS, DAN SEMUA YANG ADA DI DALAMNYA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
26 QOLAM DAN PENA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
27 SELURUH MAKLUK ALLAH TANPA TERKECUALI

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
28 SEMUA MASA DAN SEMUA TEMPAT YANG AKAN KITA TEMUI DAN HAMBA-HAMBA ALLAH YANG KITA TEMUI DALAM GARIS KEHIDUPAN KITA SEJAK DI CIPTAKAN SAMPAI MASA BAQO KEKAL DI SURGA BERSAMA ALLAH SWT DAN ROSULULLAH SAW

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
29 SELURUH GURU-GURU KITA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
30 SELURUH MURID-MURID KITA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
31 SELURUH TETANGGA-TETANGGA KITA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
32 SELURUH SAHABAT-SAHABAT KITA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
33 KEDUA ORANG TUA KITA

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
34 DIRI KITA LAGI

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
35 MUASSIS RAW

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
36 ROSULULLAH SAW

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
37 NUR MUHAMMAD

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
38 NUR ALLAH

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”
39 DZAT ALLAH SWT

Γ

γ

γ

γ

Min  “3 X TAKBIR KAMIL”

SANGAT PENTING.

ILMU PENSUCIAN & PENYEMPURNAAN ALLAH SWT ADALAH ILMU RAHASIA YANG SANGAT TERSEMBUNYI, SANGAT ISTIMEWA, SANGAT PENTING  SANGAT BERGUNA UNTUK MENOLONG SEMUA MAKLUK ALLAH SWT, TANPA TERKECUALI.  ( Saudaraku Mari Amalkan Sungguh-Sungguh )

 

 

 

6 Januari 2015 0 Komentar

TINGKATAN ZAUQ”

  1. A.  “TINGKATAN ZAUQ”

A.

BERZIKIR BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT – ZAUQ KE-1

1

DIRI IHSAN & TENGGELAM DALAM NIKMAT BERZIKIR BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT

2

DIRI &  SEMUA MAKLUK IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT BERZIKIR BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT

3

DIRI, SEMUA MAKLUK & NUR MUHAMMAD IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT BERZIKIR BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT

 

B

DI GERAKAN DAN DI ZIKIRKAN ALLAH SWT – ZAUQ KE-2

1

DIRI IHSAN & TENGGELAM DALAM NIKMAT “DI GERAKAN DAN DI ZIKIR KAN ALLAH“  BERSAMA ALLAH SWT

2

DIRI &  SEMUA MAKLUK IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT “DI GERAKAN DAN DI ZIKIR KAN ALLAH”  BERSAMA ALLAH SWT

3

DIRI, SEMUA MAKLUK & NUR MUHAMMAD IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT “DI GERAKAN DAN DI ZIKIR KAN ALLAH” BERSAMA ALLAH SWT

 

C

DI WAKILKAN ALLAH MEMUJI ALLAH  – ZAUQ

1

DIRI IHSAN & TENGGELAM DALAM NIKMAT “DI WAKILKAN ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT”

2

DIRI &  SEMUA MAKLUK IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT “”DI WAKILKAN ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT”

3

DIRI, SEMUA MAKLUK & NUR MUHAMMAD IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT “DI WAKILKAN ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT”

 

D

BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT & DI WAKILKAN ALLAH MEMUJI ALLAH – ZAUQ 4

1

DIRI IHSAN & TENGGELAM DALAM NIKMAT “BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT & “DI WAKILKAN ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT”

2

DIRI BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT & DI WAKILKAN ALLAH MEMUJI ALLAH MEWAKILI : DIRI &  SEMUA MAKLUK IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT “MEMUJI ALLAH SWT”

3

DIRI, SEMUA MAKLUK & NUR MUHAMMAD BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT & DI WAKILKAN ALLAH MEMUJI ALLAH MEWAKILI : DIRI &  SEMUA MAKLUK IHSAN TENGGELAM DALAM NIKMAT MEMUJI ALLAH SWT”

 

  1. B.        TINGKATAN IHSAN
No.

TINGKATAN IHSAN

CIRI  IHSAN WALIYULLAH

 CIRI IHSAN RAW

1

UMUM DIRI SEAKAN-AKAN MELIHAT ALLAH ATAU DI LIHAT ALLAH SWT DIRI BERSAMA  SEMUA MAKLUK SEAKAN-AKAN MELIHAT ALLAH SWT ATAU ALLAH SWT MELIHAT DIRI DAN SEMUA MAKLUK

2

KHUSUS DIRI SEAKAN-AKAN MELIHAT & BERKOMUNIKASI (BERBICARA/MENDENGAR) KEPADA ALLAH ATAU SEBALIKNYA DIRI BERSAMA  SEMUA MAKLUK SEAKAN-AKAN MELIHAT & BERKOMUNIKASI (BERBICARA/MENDENGAR) KEPADA ALLAH SWT ATAU SEBALIKNYA

3

KHUSUS BIL KHUSUS DIRI TENGGELAM MATI RASA/TIDAK SADARKAN DIRI/MATI JASMANI DAN ROHANI, DALAM NIKMAT INTIM ( BERDUAAN) BERSAMA ALLAH DIRI BERSAMA SEMUA MAKLUK ENGGELAM MATI RASA/TIDAK SADARKAN DIRI/MATI JASMANI DAN ROHANI, DALAM NIKMAT INTIM SEMUA MAKLUK BERSAMA ALLAH ATAU SEBALIKNYA
       
       
  KETERANGAN JIKA SUDAH DI TINGKATAN KHUSUS MAKA AKAN DAPAT MENDENGAR ZIKIR DAN TASBIHNYA SEMUA MAKLUK ALLAH DI ALAM SEMESTA DALAM MEMUJI ALLAH SWT
  1. C.        TINGKATAN MAKRIFATULLAH

No.

TINGKATAN SYAHADAT

TINGKATAN MAKRIFATULLAH

KETERANGAN

1

SYADADAT TAUHIDNYA ALLAH SWT MAKRIFATNYA ALLAH SWT KEPADA ALLAH SWT

MAHA SEMPURNA

2

SYAHADATNYA TAUHIDNYA NUR MUHAMMAD MAKRIFATNYA NUR MUHAMAMD KEPADA ALLAH SWT

SEMPURNA

3

SYAHADATNYA MUHAMMAD SAW MAKRIFATNYA MUHAMMAD SAW KEPADA ALLAH SWT

SEMPURNA

4

SYAHADATNYA PARA NABI DAN ROSUL ALLAH MAKRIFATNYA PARA NABI DAN ROSUL ALLAH KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

5

SYAHADAT IMAM MAHDI MAKRIFATNYA IMAM MAHDI WALIYULLAH KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

6

SYAHADATNYA SELURUH WALIYULLAH YANG TIDAK DAPAT TERTULIS MAQOMNYA DI LAUFUL MAHFUS MAKRIFATNYA SELURUH WALIYULLAH YANG TIDAK DAPAT TERTULIS MAQOMNYA DI LAUFUL MAHFUS

DI TERIMA ALLAH SWT

7

SYAHADATNYA SELURUH WALIYULLAH YANG TERTULIS MAQOMNYA MAKRIFATNYA WALIYULLAH MAQOM YANG TERTULIS KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

8

SYAHADAT WALIYULLAH MAQOM GHAUST MAKRIFATNYA WALIYULLAH MAQOM GHAOUS KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

9

SYAHADAT WALIYULLAH MAQOM QUTUB MAKRIFATNYA WALIYULLAH MAQOM QUTUB KEPADA ALLAH

DI TERIMA ALLAH SWT

10

SYAHADAT WALIYULLAH MAQOM AUTAD MAKRIFATNYA WALIYULLAH MAQOM AUTAD KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

11

SYAHADAT WALIYUYULLAH MAQOM ABDAL MAKRIFATNYA WALIYULLAH MAQOM ABDAL KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

11

SYAHADATNYA PARA ALIM ULAMA MAKRIFATNYA ALIM ULAMA KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

12

SYAHADATNYA MUKMIN DAN MUKMINAT SELURUHNYA MAKRIFATNYA MUKMIN DAN MUKMINAT SELURUHNYA KEPADA ALLAHS WT

DI TERIMA ALLAH SWT

13

SYAHADATNYA ORANG AWAM YANG AHLI MAKSIAT MAKRIFATNYA ORANG AWAM KEPADA ALLAH SWT

DI TERIMA ALLAH SWT

14

SYAHADATNYA ORANG KAFIR MAKRIFATNYA OARANG KAFIR

TERTOLAK

15

SYAHADATNYA RAW

MAKRIFATNYA RAW KEPADA ALLAH

PENGGABUNGAN SYAHADAT DAN MAKRIFAT NYA SEMUA DI ATAS

       
       
  KETERANGAN    
  * SYAHADAT RAW ADALAH PENGGABUNGAN “IMAN” SEMUA SYAHADAT ANTARA SYAHADAT ALLAH SWT DAN SYAHADAT SEMUA MAKLUK ALLAH SWT, KARENA ADA NIAT BERJAMAAH SAAT BERSYAHADAT
  * MAKRIFAT RAW ADALAH PENGGABUNGAN “IMAN” SEMUA MAKRIFAT ANTARA MAKRIFAT ALLAH SWT DAN MAKRIFAT SEMUA MAKLUK ALLAH SWT, KARENA ADA NIAT BERJAMAAH DALAM MAKRIFAT
X.   ISTINJAK

***

ISTINJAK WALIYULLAH

ISTINJAK AHLI FIQIH

No

BUANG AIR

BAB

BUANG AIR

BAB

1

Mensucikan 3 tempat : 1. Lubang Depan, 2. Lubang Belakang, 3.  Tulang Sulbi

Mensucikan 3 tempat : 1. Lubang Depan, 2. Lubang Belakang, 3.  Tulang Sulbi

Mensucikan tempat Keluar kotoran Mensucikan Tempat Keluar kotoran

2

-

Mandi Suci

-

-

XI.          WUDLU    

***

WUDLU WALIYULLAH

WUDLU AHLI FIQIH

 

No

WUDLU LAHIR

WUDLU BATHIN

WUDLU LAHIR

 

1

Mensucikan  : 1.  Wajah   2. Tangan, 3. Rambut 4. Telinga 5. Kaki

Mensucikan 1.  Akal dengan selalu berpikir positif 2. Hati selalu Dzikrullah 3. menjaga 9 Lubang dengan mengunakan ibadah kepada ALLAH SWT

Mensucikan  : 1.  Wajah   2. Tangan, 3. Rambut 4. Telinga 5. Kaki  

2

-

Mandi Suci

-

 
                     

 

  1. XI.      TINGKATAN MANDI SUCI

No

TINGKATAN MANDI SUCI

KISAH PENGAMAL

KEJADIAN

1

MANDI AIR SUMUR

SEMUA MAKLUK ALLAH

SEPANJANG MASA

2

MANDI AIR SUNGAI

SEMUA MAKLUK ALLAH

SEPANJANG MASA

3

MANDI MATA AIR TELAGA

SEMUA MAKLUK ALLAH

SEPANJANG MASA

4

MANDI AIR LAUT

SEMUA MAKLUK ALLAH

SEPANJANG MASA

5

MANDI AIR EMBUN

SUHADA

SAAT SYAHID

6

MANDI AIR SALJU

SUHADA

SAAT SYAHID

7

MANDI AIR MATA RIDLO IBU

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

8

MANDI AIR MATA TAUBAT

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

9

MANDI AIR MATA SYUKUR

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

10

MANDI AIR MATA TAUHID

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

11

MANDI AIR MATA SOLAWAT

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

12

MANDI AIR MATA RINDU KEPADA ROSULULLAH SAW

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

13

MANDI AIR MATA RINDU KEPADA ALLAH SWT

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

14

MANDI AIR AINUL HAYA

NABI HIDIR AS & WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

15

MANDI AIR ZAM-ZAM

ROSULULLAH SAW

SEBELUM MIKROJ

16

MANDI AIR ZAM-ZAM YANG SUDAH DI AJAK TOWAF DAN WUKUF SEWAKTU HAJI HAJI

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

17

MANDI AIR NUR DIRI

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

18

MANDI AIR NUR ADAM

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

19

MANDI TELAGA NUR KAUTSAR

WALIYULLAH

SEPANJANG MASA

20

MANDI AIR SURGA ( SALSABIL, AIR NUR DLL)

WALIYULLAH

MATI SURI

21

MANDI NUR MUHAMMAD

ROSULULLAH SAW

SAAT MIKROJ

22

MANDI NUR ALLAH

ROSULULLAH SAW

SAAT MIKROJ

       
 

KETERANGAN

RAW MANDINYA DENGAN SEMUA TINGKATAN MANDI SUCI, MANDI SECARA NIAT, SYAREAT/TAREKAT, HAKEKAT & MAKRIFAT

 

 

KETERANGAN :

 

ISTINJAK / WUDLU / MANDI SUCI selalu dengan niat di sucikan dengan Nur diri, Nur Muhammad, Nur ALLLAH

 

 

 

 

  1. XII.   PERBEDAAN TAWASUL KIRIM HADIAH SURAH AL FATIHAH DAN ILMU PENSUCIAN DAN KESEMPURNAAN ALLAH SWT SERTA KEUTAMAAN-NYA.

***

PERBEDAAN TAWASUL KIRIM SURAH AL FATIHAH DAN RAW

 

AL FATIHAH

DI TINJAU DARI MASA

DI TINJAU DARI PEMBACA

PERSERMBAHAN KEPADA ALLAH SWT

KURNIA & NIKMAT UNTUK MAKLUK ALLAH

A

Menghadiahkan Pahala Bacaan Al Fatihah

Dibaca 1x  Surah Al Fatihah 7 ayat

DIRI SENDIRI

7 SURAH AL QUR’AN

Kurnia & Nikmat bersifat Sementara, di nikmati oleh yang menerima

 

ILMU PENSUCIAN & PENYEMPURNAAN ALLAH SWT

DI TINJAU DARI MASA

DI TINJAU DARI PEMBACA

PERSERMBAHAN KEPADA ALLAH SWT

KURNIA & NIKMAT UNTUK MAKLUK ALLAH

B.

Menghadiahkan Pahala Bacaan Seluruh Kalamullah Kamil, Tasbih Kamil, Syukur Kamil, Tauhid Kamil, Solawat Kamil, Istifar Kamil, & Takbir Kamil, Sejak Qodim hingga Baqo, yang di baca oleh Diri sendiri + Seluruh Makluk Allah +  ALLAH untuk memuji ALLAH SWT

Dibaca Di Dalam Majlis ALLAH, Sejak Qodim Hingga Baqo, Zikirnya di dalam Masa dan di Luar Masa, karena  masa adalah ciptaan, sedang ALLAH SWT telah memuji dirinya sebelum masa di ciptakan-Nya.

DIRI

+

Semua Makluk ALLAH

+ Rosulullah SAW

+

ALLAH SWT

SEMUA PUJIAN DAN SEMUA KALMULLAH YAITU Kalamullah Kamil, Tasbih Kamil, Syukur Kamil, Tauhid Kamil, Solawat Kamil, Istifar Kamil, & Takbir Kamil, Dengan Martabat Pujian dan Kalamullah Sesempurna Pujian ALLAH dan Kalam-Nya ALLAH kepada diri-Nya sendiri, Qodim hingga Baqo Kekal Selama-Nya

Kunia & Nikmat bersifat Permanent selamanya, dan Menjadi MANUSIA NUR DI SISI ALLAH SWT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 Januari 2015 0 Komentar

TINGKATAN “LATIFAH DZAT”

  1. V.        TINGKATAN “LATIFAH DZAT”

No

JENIS LATIFAH DZAT PENJELASAN

1

Dzat diri / Dzat Insan bagi Manusia DZAT DIRI MEMUJI ALLAH SWT SWT

2

Dzat Seluruh Makluk Allah DZAT SEMUA MAKLUK MEMUJI ALLAH SWT

3

Dzat Nur Muhammad DZAT NUR MUHAMMAD MEMUJI ALLAH SWT

4

Dzat Allah DZAT ALLAH MEMUJI ALLAH SWT
     
  KETERANGAN  
DZAT DIRI ARTINYA SEMUA ANGGOTA JASMANI DAN ROHANI HINGGA BAGIAN TERKECIL LEBIH KECIL DARI ATOM, LEBIH KECIL DARI DNA YAITU DI SEBUT TINGKATAN DZAT YANG MEMUJI ALLAH SWT
( Umumnya kebanyakan orang awam adalah lisan dan hati saja yang memuji ALLAH SWT )

  1. TINGKATAN RAHASIA “TERTINGGI LATIFAH DZAT”

“SANGAT PENTING”

TINGKATAN RAHASIA “TERTINGGI LATIFATUL DZAT

 
SAAT BERZIKIR SUARA LATIFAH DZAT DIRI KITA BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, TERDENGAR DI SELURUH DZAT “SEMUA MAKLUK ALLAH”, “DZAT NUR MUHAMMAD”, “DZAT NUR ALLAH” DAN “DZAT ALLAH SWT”

“KEMUDIAN”

LATIFAH DZAT DIRI KITA BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA

“KEMUDIAN”

SE-ZAROH LATIFAH DZAT DIRI KITA BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA

“KEMUDIAN”

SE-ZAROH LATIFAH DZAT DIRI MAKLUK  BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA

“KEMUDIAN”

SELURUH ZAROH LATIFAH DZAT DIRI MAKLUK, MASING-MASING BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA

“KEMUDIAN”

SE-ZAROH LATIFAH DZAT NUR MUHAMMAD KITA BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA

“KEMUDIAN”

SELURUH ZAROH LATIFAH DZAT NUR MUHAMMAD YANG AKBAR BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA

“KEMUDIAN”

SELURUH LATIFAH DZAT NUR ALLAH YANG MAHA AKBAR BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA

“KEMUDIAN”

SELURUH LATIFAH DZAT  ALLAH AZZA WA JALLA , YANG ALLAHU AKBAR – ALLAH MAHA AKBAR BERSAMA DZAT ALLAH AZZA WA JALLA SENDIRI, MEWAKILI SELURUH DZAT MAKLUK, DZAT NUR MUHAMMAD, DZAT NUR ALLAH, & DZAT ALLAH SWT MEMUJI ALLAH SWT SEJAK QODIM HINGGA BAQO KEKAL SELAMANYA
 

KARENA ALLAH SWT – MAHA SEMPURNA SELURUH PUJIAN DARI ALLAH SWT DAN UNTUK ALLAH SWT

ALLAH SWT QODIM & MAHA SEMPURNA DAN MENERIMA YANG QODIM & MAHA SEMPURNA

 

 

 

  1. PENDALAMAN TINGKATAN RAHASIA “TERTINGGI LATIFAH DZAT’’
    1. LATIFAH DZAT MAKLUK ALLAH.
    2. LATIFAH DZAT ALLAH SWT.

 

  1. A.  LATIFAH DZAT MAKLUK ALLAH

Contoh : 

  1. 1.  Satu Helai rambut sepanjang 1 cm, di potong-potong oleh Jibril AS maka masih bisa di hitung, meski yang bisa hitung adalah qolam & pena.
  2. 2.  Satu Helai rambut sepanjang 1 cm, di potong-potong oleh ALLAH SWT menjadi tidak terhingga hitungannya, hingga ALLAH saja yang tahu. 

Dengan iman iktikad, bagian terkecil yang di potong-potong oleh ALLAH SWT berwakil kepada ALLAH agar ALLAH SWT Sebagai DZAT YANG AKBAR Berkenan Mewakil diri ALLAH SWT yang Akbar dan Dzat semua makluk ALLAH, yang mana semua makluk ALLAH , bagian tubuhnya sudah di pecah ALLAH sebanyak yang ALLAH tahu sendirian.

Dengan iman iktikad, bahwa kulit, daging, tulang sumsum dan saripati dari bagian tubuh terkecil itu, sudah di sucikan dan di bungkus dengan NUR MUHAMMAD, NUR ALLAH & DZAT ALLAH YANG TELAH DI DZAHIRKAN/DI BUKA HIJAB OLEH ALLAH SWT.

 

  1. B.  LATIFAH DZAT ALLAH

Contoh : 

  1. 1.  DZAT ALLAH, Sebesar Satu Helai rambut sepanjang 1 cm, di potong-potong oleh ALLAH SWT menjadi tidak terhingga hitungannya, hingga ALLAH saja yang tahu. 

Dengan iman iktikad, bagian terkecil yang di potong-potong oleh ALLAH SWT berwakil kepada ALLAH agar ALLAH SWT Sebagai DZAT YANG AKBAR Berkenan Mewakil diri ALLAH SWT yang Akbar dan Dzat semua makluk ALLAH, yang mana semua makluk ALLAH , bagian tubuhnya sudah di pecah ALLAH sebanyak yang ALLAH tahu sendirian, Dan DZAT ALLAH Yang Maha Akbar Maha Mewakili sampai berwakilnya hingga level tidak terhingga.

 

Dengan iman iktikad, bahwa kulit, daging, tulang sumsum dan saripati dari bagian tubuh terkecil itu, sudah di sucikan dan di bungkus dengan NUR MUHAMMAD, NUR ALLAH & DZAT ALLAH YANG TELAH DI DZAHIRKAN/DI BUKA HIJAB OLEH ALLAH SWT.

 

 

6 Januari 2015 0 Komentar

JENIS PUJIAN DI SURAH AL FATIHAH

 

IV.   JENIS PUJIAN DI SURAH AL FATIHAH

No

JENIS PUJIAN SUBJECT SIFAT PUJIAN

GRUP KEILMUAN

1

PUJI QODIM BAGI QODIM ALLAH MEMUJI ALLAH QODIM & SEMPURNA

HAKEKAT & MAKRIFAT

2

PUJI QODIM BAGI BARU ALLAH MEMUJI MAKLUK QODIM & SEMPURNA

HAKEKAT & MAKRIFAT

3

PUJI BARU BAGI QODIM MAKLUK MEMUJI ALLAH BARU & TIDAK SEMPURNA SYAREAT & TAREKAT

4

PUJI BARU BAGI BARU MAKLUK MEMUJI MAKLUK BARU & TIDAK SEMPURNA

SYAREAT

 

  1. V.      ALLAH QODIM & SEMPURNA Maka PUJIAN UNTUK ALLAH QODIM & SEMPURNA

No

SIFAT ALLAH SWT

PUJIAN UNTUK ALLAH          (HARUSLAH)

PUJIAN ALLAH

PUJIAN ALLAH + PUJIAN MAKLUK BERJAMAAH BERSAMA ALLAH SWT

PUJIAN MAKLUK TANPA BERJAMAAH KEPADA ALLAH SWT

PUJIAN MAKLUK BERWAKIL KEPADA ALLAH SWT UNTUK MEMUJI ALLAH SWT

1

QODIM

QODIM

QODIM

QODIM

BARU

QODIM

2

BAQO

BAQO

BAQO

BAQO

TIDAK ABADI

BAQO

3

SEMPURNA

SEMPURNA

SEMPURNA

SEMPURNA

TIDAK SEMPURNA

SEMPURNA

 

  1. VI.      Keutamaan Sifat Zikir Makrifatullah
No

Jenis Zikir / Pujian

Pelaku Zikir / Pujian

Sifat Zikir / Pujian

Efek Pelaku Zikir

1

Syareat & Tarekat Makluk ALLAH Kepada ALLAH Baru, Tidak abadi & Tidak Sempurna Hancur Lebur

2

Hakekat & Makrifat Makluk  & ALLAH SWT Qodim, Abadi, Sempurna Selamat Utuh Jasmani & Rohani

 

 

Jasad utuh pada zaman Rasulullah :

Jabir bin Abdillah bercerita : “menjelang perang Uhud ayahku memanggilku pada malam hari. Ia berkata,’Aku merasa akan menjadi orang pertama yang gugur diantara sahabat rasulullah. Sungguh aku tidak meninggalkan seorangpun yang lebih aku sayangi disbanding kamu disamping diri Rasululullah. Sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah. Dan, bersikaplah yang baik kepada sudara-saudara perempuanmu. Keesokan harinya iapun menjadi orang yang pertama gugur. Ia dimakamkan bersama yang lain dalam satu kubur. Tetapi hatiku merasa kurang nyaman membiarkan ayahku berbagi kubur dengan orang lain. Karenanya selang enam bulan kemudian, aku membongkar makamnya dan mengeluarkannya. Ajaib, jazadnya masih utuh seperti ketika aku mnguburkannya ( Diriwayatkan oleh Bukhari)

  1. VII.      Pengenalan Diri Yang Wajib Memuji ALLAH SWT

Rahasia diri  Sendiri dan Hubungannya Dengan Zikir kepada ALLAH SWT

Diri terdiri dari Unsur Jasmani dan Unsur Rohani

No

Diri Manusia

0

Jasmani Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

1

Tanah Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

2

Air Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

3

Api Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

4

Angin Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

5

Organ  Vital Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

6

Daging Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

7

Tulang Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

8

Darah & Otak Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

9

urat dan otot Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

10

Senyawa Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

11

Partikel Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

12

Atom Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

13

Proton dan Neutron Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

14

DNA Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

15

Dzat Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH
     

0

Rohani Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

1

Hati Nurani Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

2

Nafsu Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

3

Nyawa Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

4

Jiwa Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

5

Ruh Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

6

Nur Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

7

Dzat Wajib Ibadah Zikir Memuji ALLAH

 

“Latifah Dzat” adalah Zikir Hingga Maqom Kedudukan “Dzat Diri” yang Ber-zikir.

6 Januari 2015 0 Komentar

RAHASIA ILMU ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB

III. RAHASIA ILMU ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB
A. Dalil Hadis : Masuk Surga Tanpa Hisab.

Abu Bakar Ash-Shiddiq meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,”aku telah diberi 70 ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab, wajah mereka seperti rembulan dimalam purnama, hati mereka sama seperti hati satu orang. Lalu, akupun meminta tambahan lebih banyak dari itu, hingga Allah memberikan tambahan yaitu satu orang akan menambah 70 ribu orang”.(HR Ahmad)

2 ORANG-ORANG YANG MASUK SURGA TANPA HISAB
YANG DI HISAB DI DALAM HAKEKAT HATINYA DI DALAM PERBUATAN MASUK SURGA TANPA HISAB
a. DIRINYA JIKA ADANYA DIRINYA & IBADAH DENGAN DIRINYA DI AKUI SEBAGAI MILIK ALLAH SWT SELAMANYA ATAS ROHMAT ALLAH SWT , BUKAN MILIK SENDIRI AL FAQIR ILLA ALLAH, FANA BILLAH, & BAQO BILLAH ATAS ROHMAT ALLAH SWT
b. ISTRI, SUAMI, ANAK-ANAKNYA JIKA IBADAH DENGAN ISTRI, SUAMI, ANAK-ANAKNYA DI AKUI SEBAGAI MMILIK ALLAH SWT SELAMANYA ATAS ROHMAT ALLAH SWT, BUKAN MILIK SENDIRI AL FAQIR ILLA ALLAH, FANA BILLAH, & BAQO BILLAH ATAS ROHMAT ALLAH SWT
c. HARTANYA JIKA IBADAH HARTANYA DI AKUI DI AKUI SEBAGAI MILIK ALLAH SWT SELAMANYA ATAS ROHMAT ALLAH SWT, BUKAN MILIK SENDIRI AL FAQIR ILLA ALLAH, FANA BILLAH, & BAQO BILLAH ATAS ROHMAT ALLAH SWT
d. WAKTUNYA JIKA IBADAH DENGAN WAKTUNYA DI AKUI SEBAGAI MILIK ALLAH SWT SELAMANYA ATAS ROHMAT ALLAH SWT, BUKAN MILIK SENDIRI AL FAQIR ILLA ALLAH, FANA BILLAH, & BAQO BILLAH ATAS ROHMAT ALLAH SWT
e. SETIAP URUSANNYA JIKA IBADAH SELURUH URUSANNYA DI AKUI SEBAGAI MILIK ALLAH SWT SELAMANYA ATAS ROHMAT ALLAH SWT, BUKAN MILIK SENDIRI AL FAQIR ILLA ALLAH, FANA BILLAH, & BAQO BILLAH ATAS ROHMAT ALLAH SWT

“SANGAT PENTING”
RENUNGKAN SAUDARAKU : AL FAQIR ILLA ALLAH, FANA BILLAH, & BAQO BILLAH ADALAH RAHASIA MASUK SURGA TANPA HISAB.
Segala Sesuatu Yang Ada Di Bumi dan Di Langit adalah Milik ALLAH SWT, Termasuk Kita Juga Milik ALLAH SWT

B. Dalil Orang di Hisab & Tidak Ada Yang Mampu Membayar Nikmat ALLAH SWT

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju kami, lalu bersabda, ‘Baru saja kekasihku Malaikat Jibril keluar dariku dia memberitahu, ‘Wahai Muhammad, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran.
“Sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba di antara sekian banyak hambaNya yang melakukan ibadah kepadaNya selama 500 tahun”, ia hidup di puncak gunung yang berada di tengah laut. Lebarnya 30 hasta dan panjangnya 30 hasta juga. Sedangkan jarak lautan tersebut dari masing-masing arah mata angin sepanjang 4000 farsakh. Allah mengeluarkan mata air di puncak gunung itu hanya seukuran jari, airnya sangat segar mengalir sedikit demi sedikit, hingga menggenang di bawah kaki gunung.
Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang setiap malam mengeluarkan satu buah delima matang untuk dimakan pada siang hari. Jika hari menjelang petang, hamba itu turun ke bawah mengambil air wudhu’ sambil memetik buah delima untuk dimakan. Kemudian mengerjakan shalat. Ia berdoa kepada Allah Ta’ala jika waktu ajal tiba agar ia diwafatkan dalam keadaan bersujud, dan mohon agar jangan sampai jasadnya rusak dimakan tanah atau lainnya sehingga ia dibangkitkan dalam keadaan bersujud juga.
Demikianlah kami dapati, jika kami lewat dihadapannya ketika kami menuruni dan mendaki gunung tersebut.
Selanjutnya, ketika dia dibangkitkan pada hari kiamat ia dihadapkan di depan Allah Ta’ala, lalu Allah berfirman, ‘Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.’ Hamba itu membantah, ‘Ya Rabbi, aku masuk Surga karena perbuatanku.’ Allah Ta’ala berfirman, ‘Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.’ Hamba tersebut membantah lagi, ‘Ya Rabbi, masukkan aku ke surga karena amalku.’
Kemudian Allah Ta’ala memerintah para malaikat, ‘Cobalah kalian timbang, lebih berat mana antara kenikmatan yang Aku berikan kepadanya dengan amal perbuatannya.’“Maka ia dapati bahwa kenikmatan penglihatan yang dimilikinya lebih berat dibanding dengan ibadahnya selama 500 tahun”, belum lagi kenikmatan anggota tubuh yang lain. Allah Ta’ala berfirman, ‘Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke Neraka!’
Kemudian ia diseret ke dalam api Neraka. Hamba itu lalu berkata, ‘Ya Rabbi, benar aku masuk Surga hanya karena rahmat-Mu, masukkanlah aku ke dalam SurgaMu.’ Allah Ta’ala berfirman, ‘Kembalikanlah ia.’
Kemudian ia dihadapkan lagi di depan Allah Ta’ala, Allah Ta’ala bertanya kepadanya, ‘Wahai hambaKu, Siapakah yang menciptakanmu ketika kamu belum menjadi apa-apa?’ Hamba tersebut menjawab, ‘Engkau, wahai Tuhanku.’ Allah bertanya lagi, ‘Yang demikian itu karena keinginanmu sendiri atau berkat rahmatKu?’
Dia menjawab, ‘Semata-mata karena rahmatMu.’ Allah bertanya, ‘Siapakah yang memberi kekuatan kepadamu sehingga kamu mampu mengerjakan ibadah selama 500 tahun?’ Dia menjawab, ‘Engkau Ya Rabbi.’
Allah bertanya, ‘Siapakah yang menempatkanmu berada di gunung dikelilingi ombak laut, kemudian mengalirkan untukmu air segar di tengah-tengah laut yang airnya asin, lalu setiap malam memberimu buah delima yang seharusnya berbuah hanya satu tahun sekali? Di samping itu semua, kamu mohon kepadaKu agar Aku mencabut nyawamu ketika kamu bersujud, dan aku telah memenuhi permintaanmu!?’ Hamba itu menjawab, ‘Engkau ya Rabbi.’ Allah Ta’ala berfirman, ‘Itu semua berkat rahmatKu. Dan hanya dengan rahmatKu pula Aku memasukkanmu ke dalam Surga. Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga! HambaKu yang paling banyak memperoleh kenikmatan adalah kamu wahai hambaKu.’ Kemudian Allah Ta’ala memasukkanya ke dalam Surga.” Jibril ‘Alaihis Salam melanjutkan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya segala sesuatu itu terjadi hanya berkat Rahmat Allah Ta’ala.” (HR. Al-Hakim)

NO ORANG YANG AKAN DI HISAB DAN SINGGAH DI AZAB NERAKA
1 A YANG DI HISAB DI DALAM HAKEKAT HATINYA DI DALAM PERBUATAN MASUK NERAKA DI SEBABKAN
a. DIRINYA JIKA IBADAH DENGAN DIRINYA DI AKUI SEBAGAI MILIKNYA SENDIRI, BUKAN MILIK ALLAH SWT SETELAH PUASA,SOLAT,BEKERJA & BERAMAL SALEH DENGAN DIRINYA, KEMUDIAN DI ANGGAP SEBAGAI AMAL SOLEH DIRINYA, BUKAN MILIK ALLAH SWT 1. KARENA MELAKUKAN DOSA BESAR MENGAKUI HAK MILIK ALLAH SWT SEBAGAI HAK-NYA 2. TIDAK MAMPU MENGHITUNG NIKMAT & MEMBAYAR NIKMAT ALLAH SWT 3. TIDAK MAMPU MENGAGUNGKAN ALLAH SEAGUNG ALLAH SWT MENGAGUNGKAN DIRINYA
b. ISTRI, SUAMI, ANAK-ANAKNYA JIKA IBADAH DENGAN ISTRI, SUAMI, ANAK-ANAKNYA DI AKUI SEBAGAI MILIKNYA BUKAN MILIK ALLAH SWT SETELAH BERSUAMI, BERISTRI, PUNYA ANAKNYA DI ANGGAP MILIKNYA KEMUDIAN DI GUNAKAN BERIBADAH 100 % KEPADA ALLAH SWT, NAMUN DI ANGGAP SEBAGAI AMAL SOLEH DIRINYA, BUKAN MILIK ALLAH SWT
c. HARTANYA JIKA IBADAH HARTANYA DI AKUI SEBAGAI MILIKNYA BUKAN MILIK ALLAH SWT SETELAH MEMILIKI HARTA, 100 PERSEN SELURUHNYA DI SEDEKAHKAN KEPADA ALLAH SWT, NAMUN DI ANGGAP SEDEKAH ITU AMAL DIRINYA
d. WAKTUNYA JIKA IBADAH DENGAN WAKTUNYA DI AKUI SEBAGAI MILIKNYA BUKAN MILIK ALLAH SWT SETELAH SELURUH WAKTUNYA 24 JAM NON STOP , DI GUNAKAN BERZIKIR MENGINGAT ALLAH SWT, DI ANGGAP AMAL SOLEHNYA BUKAN MILIK ALLAH SWT
e. SETIAP URUSANNYA JIKA IBADAH SELURUH URUSANNAY DI AKUI SEBAGAI MILIKNYA BUKAN MILIK ALLAH SWT SETELAH MELAKUKAN SELURUH PERBUATAN ATAS URUSANNYA DI ANGGAP SEBAGAI AMAL SOLEH DIRINYA, BUKAN MILIK ALLAH SWT
“SANGAT PENTING”
RENUNGKAN SAUDARAKU : TIDAK ADA SATUPUN HAMBA ALLAH SWT, YANG MAMPU MENGHITUNG NIKMAT ALLAH SWT DAN MEMBAYARNYA, KARENA ITU AMAL APAPUN DI TIMBANG DENGAN NIKMAT ALLAH SWT, MAKA AKAN LEBIH BANYAK NIKMAT ALLAH SWT, SUBHANALLAH

C. DALIL ORANG – ORANG YANG CELAKA

Sepenggal Kisah Isro Mikroj :
Kemudian Rasulullah diperlihatkan orang-orang yang meninggalkan sholat ketika hidup di dunia, mereka mendapatkan balasan tubi bertubi menimpa kepala mereka sampai hancur. Kepala itu tumbuh lagi dan dipukul lagi, begitulah seterusnya. “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5).
NO ORANG YANG AKAN CELAKA DI NERAKA
1 B YANG DI HISAB DI DALAM HAKEKAT HATINYA DI DALAM PERBUATAN MASUK NERAKA DI SEBABKAN
a. DIRINYA ORANG YANG LALAI BERBUAT SEKEHENDAK HATINYA TANPA INGAT KEHIDUPAN AKERAT 1. KARENA LALAI BERIBADAH & BERMAKSIAT DENGAN DOSA 2. KARENA MELAKUKAN DOSA MENGAKUI HAK MILIK ALLAH SWT SEBAGAI HAK-NYA 3. TIDAK MAMPU MENGHITUNG NIKMAT & MEMBAYAR NIKMAT ALLAH SWT 4. TIDAK MAMPU MENGAGUNGKAN ALLAH SEAGUNG ALLAH SWT MENGAGUNGKAN DIRINYA
b. ISTRI, SUAMI, ANAK-ANAKNYA ORANG YANG LALAI BERBUAT SEKEHENDAK HATINYA TANPA INGAT KEHIDUPAN AKERAT
c. HARTANYA ORANG YANG LALAI BERBUAT SEKEHENDAK HATINYA TANPA INGAT KEHIDUPAN AKERAT
d. WAKTUNYA ORANG YANG LALAI BERBUAT SEKEHENDAK HATINYA TANPA INGAT KEHIDUPAN AKERAT
e. SETIAP URUSANNYA ORANG YANG LALAI BERBUAT SEKEHENDAK HATINYA TANPA INGAT KEHIDUPAN AKERAT
“SANGAT PENTING”
RENUNGKAN SAUDARAKU : STOP JANGAN LALAI , MARI KITA HIDUP UNTUK IBADAH KEPADA ALLAH SWT