21 November 2009 0 Komentar

SOLAT SEJATI

Guru diuji solat di hadapan para

Wali Allah

Bismillah,

Ya allah jadikan ini salah satu pujian syukur kami, untuk-Mu akan kesempurnaan Zat-Mu-kesempurnaan Sifat-Mu-kesempurnaan Asma-Mu-kesempurnaan Af’al-Mu

Ridloi kami memuji dan menyaksikan kemulian-Mu di dunia sampai kelak melihat Zat-Mu yang maha indah tanpa hijab yang menjadi tujuan para wali-wali Allah azza wa  jala

yaitu

Puncak nikmat dari segala nikmat-Mu

memandang wajah-Mu

amin

Ini Pengalaman spiritual Guru,  di hadapan para wali allah di alam roh ( lewat mimpi guru )

Insya Allah, kejadian pada tahun 2008, Guru di ajak seorang yang tidak di kenal untuk di bawa ke majlis para auliya

Setelah sampai di situ banyak sekali para wali-wali allah, Guru juga melihat Wali allah Muhammad Yahya , Gurunya Guru dalam terkat Qodiriah wa naqsabandiyah, dan kebanyakan adalah wali-wali yang sudah gak bisa jalan, yang lumpuh, karena seringnya duduk dalam kholwat, kebanyakan umurnya diatas 70 tahun, seperti juga ada orang yang mungkin insya allah, Abah Anom Tajul arifin, Suryalaya

Guru mau di tes Solat, karena alasannya di majlis itu hanya untuk para wali allah, kenapa ada orang yang muda sekali yaitu Guru di situ

Sebelum di tes solat , untuk menunjukkan bahwa Guru termasuk Kekasih allah atau bukan, atau boleh duduk bergabung dalam majlis auliya atau tidak,  Guru di doakan agar solatnya lancar, itulah tujuan Guru di tes. untuk mengetahui kapasitas Guru.

Ada dua sajadah, Guru mau solat mau pakai sajadah yang  paling depan, tetapi tiba-tiba, ada wali perempuan yang melarang Guru, beliau bilang ; ” jangan di pakai sajadah itu, sampeyan gak pantas / gak boleh pakai sajadah itu , itu punya saya , karena saya ragu bahwa engkau kekasih allah/ wali allah

Kemudian Guru minta maaf sampai 3x kepada wali perempuan tadi, setelah minta maaf kemudian Guru mengambil sajadah yang kedua, setelah itu Guru berniat solat, Guru bertanya dalam hati ” harus niat solat apa ya wahai nur ani-Ku” kemudian Guru niat solat hajat daim syukur ( solat syukur abadi ), solat hakekat sejati

Dengan niat seperti ini

Ya allah jadikan ini Solatmu yang sejati yang paling agung, yang paling suci,  yang paling sempurna, yang dapat memberi nikmat yang paling nikmat dari semua nikmat kepada semua maklukmu. amin                                                              ( ini adalah solat dalam baqo billah-pelajaran tarekat-makrifat yang paling pol puncak )

Guru takbiratul ihram, dan baca doa iftitaf, kemudian saat membaca Alfatihah,

Tiba-tiba guru hilang tubuhnya seakan-akan lebur dalam nikmat yang menjalar dari hati terus keluar tubuh dan ke seluruh alam semesta sehingga semua wali di situ dan semua makluknya allah, hilang kesadaran saking hanyut nikmat yang pol puncak, umpamanya seperti semua meteran pengukur nikmat juga sudah error karena melebihi barometernya, yang ada hanya nur allah, nur muhammad yang sejati, kembali ke asalnya kejadian sebelum semua kejadian makluk ada.

Kejadian ini persis seperti bila para wali dan ahli surga menghadap allah tanpa hijab maka semua akan hanyut dalam nikmat, sampai saat kembali sadar dari sujud , tahu-tahu sudah ribuan tahun sujudnya.

Begitu pula, kejadian sewaktu solat Guru, setelah semua wali sadar, beliau bilang,” sungguh ini sebenar-benar solatnya wali allah menghadap allah “allahuakbar.

Demikian kejadian solat pengalaman spiritual Guru dalam solat , semoga dapat di ambil hikmahnya

Solat itu adalah isro-mikrojnya hamba menuju allah, padahal bagi yang menghadap allah betul-betul maka akan nikmat luar biasa ( bila sudah betul solatnya itu )

Semoga ini menambah keyakinan kita bahwa Allah Maha Sempurna Dalam segala-galanya, Maha Sempurna Rahmat, Ridlo , Ampunan, dll amin

Alhamdulillah , bi’izzatil adhiem – Allahuakbar

( Ya Allah jadikan Syukur-KU seagung zat-MU sekekal abadi zat-MU )

Subhanallah , bi’izzatil adhiem – Allahuakbar

( Ya Allah jadikan Tasbih-KU seagung zat-MU sekekal abadi zat-MU )

Astagfirullah, bi’izzatil adhiem – Allahuakbar

( Ya Allah jadikan istiqfar mohon ampun-KU seagung zat-MU sekekal abadi zat-MU )

Allahuakbar, bi’izzatil adhiem – Allahuakbar

(Ya Allah jadikan Pengagungan-KU seagung zat-MU sekekal abadi zat-MU)

La haula wa la Quwata illa billahil alliyil adhiem

Wasalam

Author

Penulis : Kholifah

Berikan Tanggapan