1 Maret 2013 0 Komentar

Amirul Fuqoro – Orang Terkaya Sealam-Semesta – Dunia Akerat

Amirul Fuqoro – Orang Terkaya Dunia Akerat

Orang Terkaya No 1 Dunia – Akerat

Di Bukukan = $ 9.000.000.000.000.000.000.000,- ( Sembilan Juta Bilyun Dollar )

Semua Harta  Milik Allah Swt dari Allah Swt dan Untuk Allah Swt

Dan Semua di Wakafkan kepada Kaum Dhuafa Sedunia Akerat.

26 Februari 2013 0 Komentar

DI ISTANA SYURGA KITA AKAN BERJUMPA

Kisah Cinta Suci, Di Syurga Kita Akan Berjumpa

Dari Raja` bin ‘Umar an-Nakha’iy, dia berkata,

“Di Kufah ada seorang pemuda berparas tampan, sangat rajin beribadah dan sungguh-sungguh. Dia juga termasuk salah seorang ahli zuhud. Suatu ketika, dia singgah beberapa waktu di perkampungan kaum Nukha’ lalu –tanpa sengaja- matanya melihat seorang wanita muda mereka yang berparas elok nan rupawan. Ia pun tertarik dengannya dan akalnya melayang-layang kerananya. Rupanya, hal yang sama dialami si wanita tersebut. Pemuda ini kemudian mengirim utusan untuk melamar si wanita kepada ayahnya namun ayah wanita tersebut memberitahukannya bahawa dia telah dijodohkan dengan anak saudaranya (sepupunya). Keadaan ini membuat keduanya begitu tersiksa dan terh

gung jika berbuat maksiat kepada Rabbku.’ (Q.s.,az-Zumar:13) Aku takut api yang lidahnya tidak pernah padam dan jilatannya yang tak pernah diam.’

Tatkala si utusan kembali kepada wanita itu, dia lalu menyampaikan apa yang telah dikatakan pemuda tadi, lantas berkatalah si wanita, ‘Sekalipun yang aku lihat darinya dirinya demikian namun rupanya dia juga seorang yang amat zuhud, takut kepada Allah? Demi Allah, tidak ada seorang pun yang merasa dirinya lebih berhak dengan hal ini (rasa takut kepada Allah) dari orang lain. Sesungguhnya para hamba dalam hal ini adalah sama.’

Kemudian dia meninggalkan gemerlap dunia, membuang semua hal yang terkait dengannya, mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu (untuk menampakkan kezuhudan) dan fokus dalam ibadah. Sekalipun demikian, dia masih hanyut dan menjadi kurus kering kerana cintanya terhadap si pemuda serta perasaan kasihan terhadapnya hingga akhirnya dia meninggal dunia kerana memendam rasa rindu yang teramat sangat kepadanya.

Sang pemuda tampan pun sering berziarah ke kuburnya. Suatu malam, dia melihat si wanita dalam mimpi seolah dalam penampilan yang amat bagus, seraya berkata kepadanya, ‘Bagaimana khabarmu dan apa yang engkau temukan setelahku.?’ Si wanita menjawab,

Sebaik-baik cinta, adalah cintamu wahai kekasih

Cinta yang menggiring kepada kebaikan dan berbuat baik

Kemudian dia bertanya lagi, ‘Ke mana kamu akan berada.?’ Dia menjawab,

Ke kenikmatan dan hidup yang tiada habisnya

Di syurga nan kekal, milik yang tak pernah punah

Dia berkata lagi kepadanya, ‘Ingat-ingatlah ak u di sana keran a aku tidak pernah melupakanmu.’ Dia menjawab, ‘Demi Allah, akupun demikian. Aku telah memohon Rabbku, Mawla -ku dan kamu, lantas Dia menolongku atas hal itu dengan kesungguhan.’ Kemudian wanita itupun berpaling. Lantas aku berkata kepadanya, ‘Bila aku akan dapat melihatmu.?’ Dia menjawab, ‘Engkau akan mendatangi kami dalam waktu dekat.’

Rupanya benar, pemuda itu tidak hidup lama lagi setelah mimpi itu, hanya tujuh malam. Dan, setelah itu, dia pun menyusul, berpulang ke rahmatullah. Semoga Allah merahmati keduanya. Amin.

Kekasih karena ALLAH SWT akan di pertemukan di syurga, siapapun itu, insya ALLAH, dan akan di nikahkan di SYURGA AMIN.

Penulis : Admin

26 Februari 2013 0 Komentar

DIALOG ROSULULLAH SAW DENGAN IBLIS LAKNATULLAH

Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis Laknatullah 27 Komentar Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmahnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasulullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.” Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sambut Iblis (alaihi laknat), “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?” Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.” Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.” Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. Pertanyaan Nabi (1): “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” Jawab Iblis: “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.” Pertanyaan Nabi (2): “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis: “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadah, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.” Pertanyaan Nabi (3): “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” Jawab Iblis: “Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di surga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari surga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia beribadah serta balasan pahala dan surga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.” Pertanyaan Nabi (4): “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku.” Pertanyaan Nabi (5): “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Sebesar-besarnya kesusahanku. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya – matanya senantiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sholat itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.” Pertanyaan Nabi (6): “Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.” Pertanyaan Nabi (7): “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?” Jawab Iblis: “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.” Pertanyaan Nabi (8): “Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu surga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam surga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.” Pertanyaan Nabi (9): “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” Jawab Iblis: “Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatmu adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.” Sayidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. Sayidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. Sayidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.” Sayidina Ali Abi Talib pun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sembarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.” Pertanyaan Nabi (10): “Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadah, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin dalam beribadah. Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut harta dunia, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.” Pertanyaan Nabi (11): “Siapa yang serupa dengan engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.” Pertanyaan Nabi (12): “Siapa yang mencahayakan muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pengingkar janji.” Pertanyaan Nabi (13): “Apakah rahasia engkau kepada umatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.” Pertanyaan Nabi (14): “Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?” Jawab Iblis: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.” Pertanyaan Nabi (15): “Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” Jawab Iblis: “Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.” Pertanyaan Nabi (16): “Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.” Pertanyaan Nabi (17): “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidur meniarap/telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.” Pertanyaan Nabi (18): “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.” Pertanyaan Nabi (19): “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang duduk di dalam masjid serta beritikaf di dalamnya” Pertanyaan Nabi (20): “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan dan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Surga itu di bawah telapak kaki ibu’

31 Januari 2013 0 Komentar

AULIA KAMIL BILLAH MUHAMMAD AL FAQIH AL MUQODAM RAHMATULLAH

Aulia Kamil Billah Muhammad AL Faqih Al Muqodam Rahmatullah

Ulama akerat internasional

Alhamdulillah telah lahir ulama akerat, ulama sedunia, penerus ulama faqih al muqodam terdahulu

dengan nama Aulia Kamil Billah Muhammad AL Faqih Al Muqodam Rahmatullah bertepatan dengan lahirnya baginda Nabi Besar Rosulullah Saw 12 Robiul Awal 1434

insya Allah di pundak beliau Al Qur’anul Karem dan Fatwa pendirian BUMU Sedunia. lewat Masjid Madinah Al Munawaroh

insya Allah di pundak masa ke emasan islam dimana membuat dan mendirikan pondok penghafal quran, di seluruh pelosok desa di dunia

menafkahi fuqoro dan yatim piatu sedunia, termasuk mencetak ahli makrifatullah dan makrifatu Rosulullah

BUMU – Badan usaha Milik Umat, yang akan menjadi alat untuk mewujudkan masa ke emas an islam ahir zaman.

insya Allah wujud , berkah dan barokah

wasalam

Amirul Fuqoro Muhammad Abdul Karem Attijani Rahmatullah

31 Januari 2013 0 Komentar

Travel haji dan umroh ~ BUMU~ PT Anugrah Robbani

Bismillah

Numpang iklan dari ihwan ……………………..

kebanyakyan Travel adalah untuk memperkaya diri pemilik travelnya

namun travel ini sangat gila atau sangat luar biasa, dimana 70% profitnya di gunakan untuk umat

karena itu travel ini menjadi pelopor BUMU~ Badan Usaha Milik Umat

kelebihan umroh dan haji lewat travel PT Anugrah Robbani, www.anugrahrobbani.com

silakan daftar dan telp travel anugrah robbani untuk umroh dan haji yang mabrur insya Allah

1. 70% saham milik umat dhuafa

2. Umroh/haji di ajak untuk memperbanyak badal umroh

urut-urutan badal umroh 

1. ibu-bapak almarhum

2. kakek-nenek almarhum

3.Guru-guru almarhum

4.Saudara-saudara almarhum

5. 25 Nabi

6. Baginda Rosulullah Saw

ada sebuah kisah sufi mengenai badal umroh ini

ada 2 orang murid sufi saling bercakap-cakap dan Seorang Guru Sufinya

sufi ke-1

Saya akan membadalkan  / menumrohkan ibu bapakku

Sufi ke-2

Saya akan membadalkan / mengumrohkan Baginda Rosulullah Saw

Guru Sufi

kenapa anda membadalkan kedua orang tuamu wahai muridku ( tanya sang Guru ke Sufi ke-1)

Sufi ke-1

karena berkat dia, ibu dan bapakku saya lahir di bumi ini dan mengenal Allah Swt

Guru Sufi

kalo anda muridku ( pertanyaan ke sufi ke-2)

Sufi ke-2

karena hatiku hanya untuk 1 orang yang boleh memenuhinya selain Allah Swt, yaitu Baginda Rosulullah Saw

dan bukankan ada hadis qudsi ; “Jika bukan karena engkau Muhammad, maka tidak ku ciptakan bumi,langit, alam semesta  dan se isinya”

Guru Sufi yang bijak sana menjawab

kalian akan mendapat apa yang kalian amalkan di akerat nanti

anda (sufi ke-1) akan di banggakan kedua orang tuamu

anda (sufi ke-2) akan di banggakan Rosulullah Saw

moderator :

Pilih mana di banggakan orang tua atau di banggakan Baginda Rosulullah Saw ?

jika para sahabat di suruh memilih maka, mereka lebih memilih Baginda Rosulullah Saw dari pada kedua orang tuanya, terbukti di setiap sumpah para sahabat ” Demi engkau Ya Rosulullah yang lebih kami cintai dari pada kedua orang tuaku”

jawaban moderator :

badalkan Rosulullah Saw dan kedua orang tua, agar kelak di banggakan Rosulullah Saw dan orang tua di akerat, amin YRA

Qur’an

Sesungguhnya Allah dan seluruh malaikatnya bersolawat kepada nabi, wahai orang yang beriman, bersolawatlah dan bersalamlah kepada nabi dengan solawat yang sempurna 

Badal umroh untuk baginda nabi adalah wujud solawat dengan perbuatan ( af al), selain solawat dengan lisan tetap di lakukan.

wasalam

semoga bermanfaat

24 Juli 2012 0 Komentar

MENUNTUT ALLAH AZZA WA JALLA (Sifat Jaiz Allah SWT)

Ketika itu, Rasulullah SAWW sedang bertawaf di sisi Ka’bah. Tiba-tiba dia melihat seorang Arab (badui) yang sedang bertawaf juga dan mengelilingi Ka’bah sambil berkata dengan ucapan : “ YA KARIIM… ” (Wahai Yang Mahamulia). Mendengar ucapan si orang tadi, Rasulullah SAWW langsung berkata dibelakangnya, dan mengikutinya dengan ucapan yang sama yaitu “ YA KARIIM… ” (Wahai Yang Mahamulia). Kemudian si orang Arab tadi melanjutkan langkahnya dan beranjak kearah sudut Ka’bah lainnya (sudut Rukun Yamany). Sesampainya di sudut itu, orang tadi berkata “ YA KARIIM… ” (Wahai Yang Mahamulia). Mendengar ucapan orang itu, Rasulullah langsung berkata dengan ucapan yang sama dibelakangnya “ YA KARIIM… ” (Wahai Yang Mahamulia). Lalu, orang tadi berjalan menuju sudut lainnya yaitu kearah dimana Hajar Aswad berada dan dia berkata dengan perkataan yang sama yaitu “ YA KARIIM… ” (Wahai Yang Mahamulia). Dan disaat itu pula Rasulullah SAWW langsung berkata dengan ucapan yang dituturkan orang tadi yaitu “ YA KARIIM… ” (Wahai Yang Mahamulia). Setelah tiga kali orang tersebut merasa di ikuti ucapan dan doanya oleh orang asing yang berada tidak jauh dibelakangnya, maka orang itu langsung menoleh kearahnya dan berkata: Badui : “ Hey..!!! Kamu, sepertinya kamu ini mulai tadi mengolok-olokan aku, Demi Allah..!! kalau bukan karena ke indahan (sinar) wajahmu (ketampananmu) dan kalau bukan karena posturmu yang penuh wibawa, niscaya kamu akan aku adukan (cara-caramu) ini pada kekasihku Nabi Muhammad Rasulullah SAW “ Mendengar ucapannya Rasulullah berkata padanya: Rasulullah : ” Apakah engkau ‘kenal’ pada Nabimu (Nabi Muhammad) secara pribadi? “ Badui : ” Demi Allah…!!! Aku telah beriman kepadanya sebagai Nabiku, padahal aku tidak pernah melihatnya, aku datang kekota Mekkah ini dan akupun tak pernah menemuinya. “ Maka Rasulullah menjawab: ” Aku adalah Muhammad Rasulullah, aku adalah Nabimu “ Mendengar ucapan Rasulullah yang menggetarkan jiwanya itu, si orang itu langsung melompat merunduk seraya menciumi tangan Rasulallah SAWW seraya berkata: Badui : ” Aku rela berkorban apa saja untukmu wahai Rasulullah !!!! “ Menyaksikan kejadian tadi yang cukup mengharukan itu, tiba-tiba Malaikat Jibrail as datang dan membawa pesan dari Allah untuk Rasulullah SAW seraya berkata: Malaikat Jibril :” Wahai kekasih Allah, Allah menyampaikan salam untuk mu, dan sampaikanlah pesan Allah pada orang yang didepanmu itu, bahwa ketika dia mengucapkan kata-kata “ YA KARIIM ”, akankah dia beranggapan bahwa amal-amalnya itu tidak dituntut kelak oleh Allah dan juga tidak akan perhitungkan? “ Mendengar ucapan yang disampaikan Rasulullah, si orang tadi langsung berkata pada Rasulullah: Badui : ” Demi Allah wahai Rosulullah, wahai cahaya kedua mataku, wahai kakek dari Alhasan dan Alhusein a.s, kalau sekiranya Allah akan menuntutku, maka aku akan menuntut-Nya pula..!!! “ Mendengar ucapan si orang tadi, Rosulullah langsung bertanya padanya: Rosulullah : ” Bagaimana mungkin engkau akan menuntut Tuhan kamu sendiri? “ Badui : ” Kalau sekiranya Allah menuntutku atas segala perbuatan maksiat dan dosaku, niscaya aku akan menuntut “‘ampunan-Nya” dalam peleburan dosa-dosaku. Dan jika sekiranya Allah menuntutku atas keteledoran dan kekuranganku dalam beramal, niscaya aku akan menuntut ‘Kemuliaan dan Kedermawanan-Nya’ (AL-KARIIM) agar menutupi dan memaafkan semua itu.” Mendengar ucapan si orang tadi, Jibrill as segera turun dan datang lagi untuk menyampaikan pesan yang dibawa langsung dari Allah untuk Rasulullah seraya berkata: Malaikat Jibriil : ” Wahai kekasih Allah, wahai Rasulullah…..Allah berkata padamu dan sampaikan pada orang itu, agar dia tidak menuntut-KU dan AKUpun tidak akan menuntut dia. “ SHALAWATTT….! Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad wa ‘ajjil faraja al Mahdi ibni Muhammad Salam Ramadhan 1432H

24 Januari 2012 3 Komentar

Guru Syeh Abdul Kariem Pemilik Warisan Rambut dan Surat Rosulullah dan Keutamaan Mandi Suci Auliya

Warisan Surat Asli Rosulullah Saw

Bismillahirrohmanirrohiem

Mandi Suci Aulia adalah IlmuNya Allah SWT dan Rosulullah, yang di amanahkan kepada Syeh Aulia Billah Muhammad Abdul Kariem Al Arief Billah Rahmatullah

Mandi Suci Aulia Airnya di ambil dari hadiah Syeh Idris, beliau memberi dari Air ludah Rosulullah dari sumur Jaronah dan Air zam-zam yang di rendam dengan Rambut Rosulullah SAW, selain Air Mata Taubat, Air Mata Syukur, Air Mata Birrul Walidain, Air Mata Rindu Kepada ALLAH AZZA WA JALLA dan ROSULULLAH SAW.

Keutamaan Mandi Suci Aulia-Mandi Suci Anbiya, Mandi Suci Rosulullah, Seperti Rosulullah diwajibkan oleh Allah Azza Wa Jalla mandi air zam-zam, Sebelum Isrok-Mikroj adalah 27 Rojab untuk menghadap MAHA INDAHNYA WAJAH  ALLAH  AZZA WA JALLA, dan pada saat 7 tahun di belah dadanya oleh Malaikat Jibril AS

  1.  Saat kita meninggal, maka 7 lapis malaikat menziarahi dan Solat Ghaib sebelum di masukan liang Lahat
  2.  Tubuh dhahir dan bathin, serta Ruh kita harum, dan wanginya tercium sampai 7 lapis langit dan 7 lapis bumi
  3.  Rosulullah , Para Nabi dan Para Rosul serta Para Waliyullah di Alam Ruh, di alam Barzah dan Para Mailakat di Alam Malakut, diperintahkan Allah SWT,  untuk menyambut dan memuliakan Hamba Allah SWT tsb, sebagian dari mereka mengatakan ” Harum apa ini, dan Wanginya tercium keseluruh alam semesta, kemudian ALLAH AZZA WA JALLA menjawab lewat Sirrullah. ” Ini adalah Harumnya Jasad dan Ruh HambaKu yang selama hidupnya Mandi Suci Aulia-Mandi Anbiya dan Mandi Suci Rosulullah SAW
  4.  Masuk Golongan Sidiqqin yang mendapat Wanginya NUR DZAT ALLAH, NUR MUHAMMAD SAW
  5.  SurgaNya Bersama Para Sidiqin, Para Waliyullah dan Para Rosulullah, Jika di amalkan bersama Amalan Solawat Akbar, Amalan Tingkatan Makom Kholifah Sidiqqin
  6.  Mendapat Safaat Seluruh Rosulullah, dari nabi Adam AS hingga Rosulullah SAW, Memohonkan Ampun buat pengamal Mandi Suci Aulia+ Solawat Akbar.
  7. Melihat DZAT ALLAH tanpa Hijab diBarisan Shaf Pertama
  8.  Dan lain-lain  yang tidak bisa di sebut karena saking banyaknya keutamaanNya dari ALLAH AZZA WA JALLA.
Adapun Niat ada 2 .
 Niat Mandi  Syareat :
Niat Mandi Suci Karena Allah, Oleh Allah dan Untuk Allah, Mandi Suci Auliya-Mandi Suci Anbiya-Mandi Suci Rosulullah sareat Air Zam-Zam, Air Mata Taubat, Air Mata Syukur, Air Mata Birrul Walidain, Air Mata Rindu Kepada ALLAH AZZA WA JALLA dan ROSULULLAH SAW.
نية حمام Syareat :
بسبب حمام الله النوايا المقدس ، والله والله ، ماندي، ماندي Auliya المقدسة القدس المقدسة، الأنبياء محمد الاستحمامبالمياه sareat زمزم، دموع التوبة ، دموع الامتنان ، والدموع Walidain Birrul، والدموع على محبة الله سبحانه وتعالى ورأى محمد
Niat Mandi Hakekat-Makrifat :
Niat Mandi Suci Karena Allah, Oleh Allah dan Untuk Allah, Bersama Baqo Billah, DZAT ALLAH, NUR DZAT ALLAH, NUR MUHAMMAD SAW,  Mandi Suci Auliya-Mandi Suci Anbiya-Mandi Suci Rosulullah, Hakekatnya mandi bukan dengan air, tapi Mandi dengan NUR DZAT ALLAH dan NUR MUHAMMAD  SAW. Wajib Suci dan Harum Wangi kekal selamaNya, karena PensuciNya ZAT ALLAH, NUR DZAT ALLAH, NUR MUHAMMAD SAW.
بسبب حمام الله النوايا المقدس ، والله والله ، ومعا Baqo بالله، جوهر الله ، الله نور الجوهر، نور SAW محمد مندي،مندي Auliya المقدسة المقدسة الكريم محمد الأنبياء حمام، جوهر حمام، وليس مع الماء ، ولكن مع الجوهر حمام نورقابلوه الله والنور. إلزامية القديسين ومعطر معطر إلى الأبد، لأن PensuciNya SUBSTANCE الله ، الله نورجوهر، محمد نور SAW
(Hakekatan : Mustahil NUR DZATNYA dan NUR MUHAMMAD SAW tidak sanggup mensucikan karena Alam semestapun tercipta dari NUR NYA.)

Barokallah, Siapapun yang mengamalkan Karena Allah, Oleh Allah dan Untuk Allah, Amin

5 Januari 2012 0 Komentar

Hikmah dan Kebaikan Berpoligami di Dunia dan Akhirat

 Hikmah dan Kebaikan Berpoligami di Dunia dan Akhirat. أًلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat. Sahabat yang dirahmati Allah, Apabila kita memperkatakan hikmah dan kebaikan berpoligami mungkin kita hanya memfokuskan kebaikannya hanya di dalam kehidupan di dunia sahaja.Tetapi kebaikan yang lebih besar adalah kebaikan yang dikurniakan oleh Allah SWT di hari akhirat nanti. Nabi SAW adalah contoh utama kita di dunia dan akhirat dan sunnah baginda adalah amalan yang terbaik yang sepatutnya menjadi ikutan dan amalan umat Islam keseluruhannya. Tidak boleh sesiapa dikalangan umat Islam boleh mempertikaikan dan menolak sunnah dan amalan kehidupan baginda SAW. Berpoligami adalah sunnah Rasulullah SAW dan baginda berpoligami sehingga sembilan orang isteri ini adalah khusus untuk baginda sahaja dan umatnya dibenarkan oleh Allah SWT paling ramai setakat empat sahaja. Samaada baginda mengawini anak dara atau janda itu soal kedua kerana yang penting berpoligaminya Nabi SAW adalah utuk kebaikan para isteri baginda di hari akhirat. Wanita yang mengawini orang lain belum pasti memasuki syurga tetapi wanita yang mengawini Nabi SAW adalah pasti menjadi penghuni syurga. Firman Allah SWT. yang bermaksud, “Dan jika kamu takut tidak berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (apabila kamu berkahwin dengan mereka), maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu berkenan dari perempuan-perempuan (lain), dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu bimbang tidak akan berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu) maka (berkahwinlah dengan) seorang sahaja atau (pakailah) hamba-hamba perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman. (Surah An-Nisaa’ Ayat 3) Setiap ayat Allah SWT pasti mengandungi hikmah dan kebaikan yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran manusia. Allah SWT membenarkan lelaki muslim yang berkemampun perlu untuk berpoligami samaada dua, tiga atau empat. Hanya mereka yang tidak berkemampun sahaja kekal untuk seorang isteri sahaja. Jika Allah SWT lebih menyukai hamba-hamba-Nya hanya seorang isteri maka dalam ayat di atas akan dimulakan dengan seorang isteri terlebih dahulu, tetapi ayat diatas di mulakan dangan perkataan 2,3, dan 4 dahulu baru diakhir ayat mengatakan 1 (seorang isteri). Ini menunjukkan ada hikmah yang tersirat dan tersurat yang mana Allah SWT lebih mengetahui kebaikan para hamba-Nya samaada di dunia dan akhirat. Sahabat yang dimuliakan, Jika dikaji beberapa hadis-hadis Nabi SAW bolehlah kita menceduk hikmah berpoligami menurut kacamata Islam. Rasulullah SAW pernah menggambarkan kegembiraan baginda di akhirat dengan bilangan umatnya yang ramai hasil daripada perkahwinan berlangsung di kalangan umatnya. Sabda Nabi SAW bermaksud: “Nabi SAW menyuruh kami supaya berkahwin dan melarang kami membujang. Larangan itu beliau tekankan dengan cukup keras dengan bersabda: “Nikahilah wanita yang subur dan penyayang, kerana aku berasa bangga melihat umatku yang ramai pada hari kiamat kelak.” (Hadis Riwayat Ahmad) Ini menjelaskan kepada kita bahawa berkahwin adalah satu cara untuk mendapatkan keturunan. Berkahwin seorang tidak sama dengan berkahwin 2,3, atau 4 darisegi bilangan umat baginda di hari akhirat. Semakin ramai seseorang berkahwin secara logiknya maka akan bertambah ramai ahli keluarganya sebagai umat Rasulullah SAW. Mengikut sirah sahabat-sahabat Rasulullah SAW ramai yang berpoligami adalah bertujuan untuk meramaikan umat Islam dihari akhirat nanti seperti saranan baginda. Maksudnya keturunannya akan ramai bersambung menyambung hingga ke hari kiamat. Jika seorang berkahwin dua maka ada dua saluran keturunannya hingga kehari kiamat begitu juga jika berpoligami empat isteri dia akan memiliki empat saluran keturunan yang bersambung sehingga kehari kiamat. Jika ada dikalangan ahli keluarganya yang ramai itu dapat memasuki syurga maka mereka boleh saling bantu membantu memberi syafaat di antara satu sama lain. Keistimewaan ini tidak dimiliki oleh mereka yang berkahwin seorang sahaja. Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “…Seorang lelaki jika dia mampu dengan harta, badan (tenaga) dan hukumnya (bersikap adil), maka lebih utama baginya untuk menikahi dua sampai empat orang wanita jika dia mampu. Dia mampu dengan fizikalnya (tenaga batin) sehingga dia mampu menunaikan hak yang khusus bagi isteri-isterinya. Dia juga mampu dengan hartanya sehingga dia boleh memberi nafkah yang layak bagi isteri-isterinya. Dan dia mampu pula dengan bersikap adil di antara mereka. Kalau dia mampu seperti ini maka hendaknya dia menikah (dengan lebih dari seorang wanita), semakin banyak wanita yang dinikahinya maka itu lebih utama. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Orang yang terbaik di umat ini adalah yang paling banyak isterinya.”(tidak lebih daripada 4 isteri) Seorang yang soleh dan bertakwa boleh memberi syafaat kepada ahli keluarganya yang lain. Sabda Rasulullah SAW maksudnya : “Barangsiapa membaca Al Quran dan mengamalkannya, menghalalkannya yang halal dan mengharamkan yang haram maka Allah memasukkannya ke dalam syurga dan dia boleh memberi syafaat 10 orang keluarganya yang sudah pasti masuk neraka.” (Hadis Riwayat Tarmizi) Nabi Adam a.s adalah seorang nabi yang mempunyai keluarga yang cukup besar iaitu semua umat manusia akan menjadi keluarganya yang besar bermula daripada anak-anaknya hingga manusia yang hidup semasa berlakunya hari kiamat. Firman Allah SWT maksudnya :” Dan orang-orang yang beriman yang diturut oleh zuriat keturunannya dengan keadaan beriman, Kami hubungkan (himpunkan) zuriat keturunannya itu dengan mereka (di dalam syurga); dan Kami (dengan itu) tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal-amal mereka; tiap-tiap seorang manusia terikat dengan amal yang dikerjakannya.” (Surah al-Tur ayat 21) Ayat di atas secara jelas menjelaskan bahawa Allah SWT akan pertemukan diantara bapa dan anak cucu dan cicitnya dan keturunannya di akhirat kelak. Orang-orang yang beriman akan ditempatkan di dalam syurga bersama dengan keluarga dan keturunan mereka sebagai salah satu bentuk nikmat dan hiburan kepada mereka. Bahkan Allah akan mengangkat darjat ibu bapa yang soleh kerana doa anak-anak mereka dan doa cucu-cicit dan keturunan mereka begitu juga meninggikan darjat anak- cucu disebabkan amal soleh ibu bapa (Tafsir Ibn Kathir)). Menurut Imam al-Razi, ayat ini juga menjadi bukti bahawa kasih sayang ibu bapa yang beriman berterusan sehingga ke akhirat (Tafsir al-Razi). Walaubagaimanapun nikmat ini hanya dikhususkan kepada ibu bapa dan anak cucu yang sama-sama beriman dan mati di dalam iman sahaja. Di syurga seorang lelaki yang mempunyai seorang isteri akan memiliki seorang ketua bidadari dan 72 orang bidadari. Nabi SAW bersabda maksudnya : “Setiap lelaki yang masuk syurga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk syurga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di syurga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.” (Hadis Riwayat Tirmizi) Bagi lelaki yang mempunyai 4 orang isteri dia akan memiliki 4 orang ketua bidadari dan 72 bidadari untuk setiap isteri-isterinya. Keseronokan disyurga bukan sahaja memiliki ketua bidadari dan bidadari-bidadari tetapi keseronokkan juga kerana mempunyai keturunan yang ramai dan ini akan lebih menambahkan kenikmatan berkomunikasi dan berinteraksi dan berhibur sesama keturunan mereka. Sahabat yang dikasihi, Pahala yang besar juga akan diperolehi kepada orang mukmin yang berpoligami semata-mata kerana Allah SWT, berhajat mendidik isteri-isterinya menjadi isteri yang solehah dan berhajat memiliki keturunan yang besar dan beriman yang akan dapat saling memberi syafaat dan tolong menolong di hari akhirat nanti. Amat malang bagi seorang lelaki yang berkahwin seorang isteri tetapi isterinya tidak menutup aurat, berhias untuk lelaki lain dan sering tidak mensyukuri rezeki suaminya dan hanya mementingkan kepentingan duniawi semata-mata. Anak-anaknya pula tidak soleh dan solehah kerana tidak ada didikan agama daripada seorang ayah dan ibu. Wanita yang solehah yang memahami bahawa haknya tidak akan berkurangan di hari akhirat nanti jika suaminya berpoligami semasa di dunia dan kerana anak-anak daripada isteri-isteri yang lain jika beriman dan bertakwa dan dipilih memasuki syurga akan dapat memberi syafaat dan membantu ahli keluarganya yang lain termasuk ibu-ibu tirinya untuk memasuki syurga. Keistimewaan ini tidak dimiliki wanita yang bujang tak mahu berkahwin atau wanita yang tidak membenarkan suaminya berpoligami walaupun berkemampuan. Sahabat yang dihormati, Berpoligami banyak terdapat kemaslahatan/kebaikan yang agung bagi kaum lelaki maupun wanita, bahkan bagi seluruh umat Islam. Sebab dengan poligami akan memudahkan bagi lelaki maupun wanita untuk menundukkan pandangan, menjaga kemaluan (kesucian), memperbanyak (jumlah) keturunan di dunia dan akhirat, dan memudahkan bagi lelaki untuk memimpin beberapa orang wanita dan membimbing mereka kepada kebaikan, serta menjaga mereka dari sebab-sebab keburukan dan penyimpangan. Hikmah berpoligami ini adalah menjadi amalan sahabat-sahabat Rasulullah SAW kerana sebahagian besar sahabat-sahabat berpoligami dan sebahagian kecil saja yang tidak berpoligami. Amalan ini juga diamalkan oleh ulama-ulama Islam dan orang-orang soleh sepanjang sejarah. Akhirkata sebelum kalian ingin berpoligami pastikan kalian mempunyai kemampuan dari segi nafkah zahir dan batin dan mampu berlaku adil kepada isteri-isteri kalian, perlu diingat kalian akan jalan tempang sebelah kaki dihari akhirat nanti jika kalian tidak dapat berlaku adil, kerana sifat adil adalah paling hampir dengan sifat takwa. Tetapi jika kalian berpoligami menurut syariat Islam dan kalian terdiri daripada orang yang bertakwa maka kalian akan memasuki syurga yang penuh kenikmatan dan berbahagia bersama-sama isteri-isteri kalian (ketua bidadari) dan bidadari-bidadari bermata jeli dan keturunan kalian di syurga nanti.

Bagi Rosulullah, beliau di tawarkan , artinya Sahabat-sahabat yang menawarkan putrinya agar dinikahi Rosulullah, karena para Sahabat menginginkan Derajat dan Dzuriat terbaik di Akerat, dari cucunya hingga ahir zaman.

Bahkan Ummul Mukminin, Sayidah Khotijah Al Kubro, juga menawarkan dan yang melamar Rosulullah SAW. maka beliaulah Contoh-contoh Orang yang Cerdas dan pilihan, karena dengan Menjadi istri orang paling soleh di sisi Allah SWT dari semua Manusia, maka pasti dia otomatis manjadi Orang Paling Mulia di Surga Kelak, bahkan Allah SWT telah memberikan berita lewat hadisnya, ada 4 Ratu Surga di akerat, salah satunya adalah Nama beliau ( 4 Ratu Surga ; Sayidah Asiah, Sayidah Maryam, Sayidah Khotijah Al Kubro, Sayidah Fatimah Az Zahro)

Bahkan Ummu Salamah, saat di tawari Rosulullah, Cerai atau tetap menjadi Istri Rosulullah, beliau mantap menjawab, tetap menjadi Istri Rosulullah di dunia, karena dia Haqul Yaqin akan cita2nya menjadi Istri Rosulullah Di Surga, dan bukti kesungguhannya, beliau Sedekahkan waktu dan malam-malam Rosulullah yang menjadi haknya Buat istri-istri Rosulullah yang Lain, nafkah bathinnya tsb

Sekarang kita hidup di Ahir Zaman ini, jika ada wanita-wanita Solehah , yang berani dan cerdas Sebagai mana berpolitik, seperti politiknya Sayidah Khotijah Al kubro dan Sayidah Ummu Salamah, dalam mendapatkan kedudukan tertinggi di akerat, Surga Teringgi, Ridlo Allah SWT tertinggi, dengan Melamar Rosulullah atau memberikan Malamnya, maka Niscaya dia pasti akan melamar  Orang-orang Soleh, Ulama, atau Para Waliyullah, untuk menjadi Suaminya, agar di akerat dia dan Anak keturuananya, mendapat Surga tertinggi Pula.

Amalan ini hanya khusus buat orang yang Cerdas para Wanita Solehah, tidak menghiraukan  menjadi istri yang ke berapa, buatnya yang penting  kedudukan tertinggi di akerat, Surga Teringgi, Ridlo Allah SWT tertinggi.

Wallahualam.

26 Desember 2011 1 Komentar

RATU AULIA SELAPARANG PEMIMPIN WALIYULLAH DALAM SIDANG KEWALIAN

 

 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله 

الحمد لله بذات الله العظيم كما ذات الله العظيم  أبدا أبدا أبدا في كل مكان و في كل زمان كن فيكون ، الله أكبر الله أكبر  الله أكبر

سبحان الله بذات الله العظيم كما ذات الله العظيم  أبدا أبدا أبدا في كل مكان و في كل زمان كن فيكون ، الله أكبر الله أكبر  الله أكبر

الله أكبر بذات الله العظيم كما ذات الله العظيم  أبدا أبدا أبدا في كل مكان و في كل زمان كن فيكون ، الله أكبر الله أكبر  الله أكبر

أستغفر الله بذات الله العظيم كما ذات الله العظيم  أبدا أبدا أبدا في كل مكان و في كل زمان كن فيكون ، الله أكبر الله أكبر  الله أكبر

لا حول و لا قوة إلا بالله العلي العظيم 

الله أكبر الله أكبر  الله أكبر

  

 

 

Di kisahkan hiduplah Waliyullah Besar Asal Muasal Pulau Lombok, Beliau di kenal dengan Banyak Nama , salah satu nya Wali Ghoust Nyatok, Wali Ghoust Abdurrohman, Wali Ghoust Sultan Iskandar Zulkarnaen , dan Sultan Ghoust Aulia Jalillurrohman, Dan Terahir orang menyebutnya Sultan atau Raja Selaparang ,  Beliau memiliki Dua Anak yang terkenal satu diantaranya yang cikal bakal memimpin seluruh Waliyullah dalam rapat kewalian, Rapat atau sidang Kewalian yang di hadiri oleh Seluruh Waliyullah, baik yang sudah wafat atau masih hidup. Kedua anak itu bernama , Aulia Fathur Rahman dan Aulia Fathu Zuhro, Aulia Fathu Zuhro di Gelari Ratu Selaparang atau juga Ratu Rinjani , Aulia Hilmi ( Para Wali menyebutnya Wali Qutub, dgn karomah pecah 9 ) dan Aulia Zainaudin Arsyad, dihadapan Aulia Ratu Rinjani bukanlah orang besar, karena saking besarnya Wali-waliyullah yang lebih Besar ada  di sana.  Syeh Yusuf Sulawesi, Syeh At Tijani, Sunan Kalijogo Sunan, Abdul Qodir Jailani, Waliyullah Tetetet, Waliyullah besar-besar semuanya dari kurun Waktu dari nabi Adam hingga Saat ini

Inilah Kutipan Waliyullah Iskandar Puter Angin dengan Kyai Hamid Pasuruan, membahas kedudukan Raja Selapang Iskandar Zulkarnen dan Ratu Selaparang Putrinya yang kedudukannya sebagai pemimpin para Waliyullah

Kenapa Iskandar Zulkarnaen yang hidup sebelum Rosulullah, bisa ada dan hidup di Lombok, dengan mudah memecah dimensi Waktu, siapakah sebenarnya beliau ? kemudian Waliyullah Iskandar Puter Angin menjawab, Tidak ada yang susah Bagi Allah, Dahulu beliau yang membuat benteng Yajuj dan Majuj, sampai sekarang Yajuj dan Majuj tidak pernah keluar dari Bumi, terpenjara di suatu tempat yang sampai sekarang, tidak di ketahui dimana , , benteng yang di Buat Sultan Iskandar Zulkarnaen, tidak ada yang tahu, benteng itu di gaibkan beliau dengan Izin Allah SWT

Di Lombok ada tempat suatu desa, namanya SELAPARANG, disini juga bukti Nyata , di Gaibkannya Masjidnya , bisa di tanyakan Ahli Waris dan Juru Kunci Disana (Namanya : Mangku Adji), termasuk para Waliyullah disana, Masjid Gaib Kiblatul Mustaqiem dan Kuda beliau dan Putra-putri beliau, sampai sekarang, di jadikan tempat rapat Para Waliyullah setiap malam Jum’at

Sekarang Siapa Waliyullah Iskandar Puter Angin, Beliau adalah salah satu Gurunya dan sahabat Syeh Abdul Kariem, Beliau di kasih mandat atau Tugas Ratu Selaparang Fathu Zuhro, untuk menolong faqir miskin dan Mambangun Masjid di seluruh indonesia, beliau di pinjami Selendang Ratu Fathu Zuhro, yang selendang itu bisa di gunakan untuk mengambil harta Miliaran Rupiah , harta karun di dalam bumi. beliau telah membuat masjid di daerah Monang Maning Bali

Pernah ada yang melihat dalam sekejab, kecantikan Ratu Fathu Zuhro secara langsung, orang pertapa tadi tidak bisa tidur selama satu minggu, dan tidak merasa Lapar, jika Ratu Fathu Zuhro mengaji Alqur’an, Suaranya merdu, hingga siapapun yang mendengar nangis, seketika

Beliau memiliki tugas dari ALLAH SWT dan Rosulullah, untuk mengembleng para Waliyullah di alam gaib agar jasad dan Ruhnya Bisa hilang terangkat ke ArasNya Allah SWT, Konon ceritanya hanya ada 100 orang,  bila satu sudah naik ke Aras maka Waliyullah yang satu akan mengantikannya.

24 Oktober 2011 1 Komentar

Waliyullah Zainudin Arsad & Waliyullah Hilmi dan Syeh Abdul Kariem

04092011848

Segala puji bagi Allah swt yang telah mengamanahkan Jubah Waliyullah Zainudin Arsyad dan Surban Waliyullah Hilmi Mamben – Lombok Timur

Kedua Waliyullah tadi memiliki keistimewaan di rapat para Waliyullah. meskipun bukan tokoh penting di rapat para Auliya Allah Rinjani, Masjid Ghaib Kiblatul Mustaqiem, yang mana masjid ini tempat untuk pendidikannya para Waliyullah yang hendak naik tingkat ke derajat yang lebih tinggi lagi. Derajat yang di capai dalam masjid ini adalah menghilangkan jasad dan ruh menjadi Nur Allah di ArasNya ( saripati tanah, saripati air,saripati api, saripati angin dan terahir saripati nur. kemudian lebur dan tenggelam dalam lautan rasa dan lautan hakekat Nur Allah & Nur Muhammad yang agung dan besarnya meliputi segala sesuatu.( tidak ada satu tempat / waktu pun dari seluruh tempat makluknya Allah Niscaya semuanya ada Nur Allah & Nur MuhamadNya) maksudnya: Nur Allah & Nur Muhammad ada di dalam diriNya dan di dalam diri semua Makluknya, bumi langit 7 lapis, Surga, Neraka, Kursi, Aras dll.

Adapun Karomah Waliyullah Zainudin Arsyad, adalah membelah tubuh menjadi dua, hingga sewaktu meninggal ada dua tubuhnya. hari rabu meninggal di lombok dan hari jumat meninggal di mekah

Adapun Karomah Waliyullah Hilmi, adalah membelah menjadi 9 . dan mazdub. hingga suatu saat beliau berjumpa sama orang mamben yang membawa uang untuk ongkos haji, karena dia di tanya Waliyullah Hilmi apa itu di bawa ditas, yang bawa uang menjawab menjawab daun jagung. maka uang tsb menjadi daun jagung seketika